istri kecil ku

istri kecil ku
jangan berharap


__ADS_3

xixi menuruni tangga dan menghampiri yuan yang sedang duduk santai dengan kopi nya. xixi melihat dan meperhatiakannya, cukup tampan dan gagah menurut ku, tapi usianya..... πŸ˜‘πŸ˜‘ walau wajah dan tubuhnya itu menipu mata. hmmm mungkin jika aku berada di dunia isekai atau kerajan-kerajan usia beda 20 atau 25 tahun tidak akan jadi masalah ya seperti di novel-novel atau komik yang ku baca, dan menurut ku si om ini cukup menggoda 🀀.


harus kah ku patuh......? hmmm sepertinya sulit, sikapnya yang sangat diktator itu menyebalkan, apa ia mencintai ku, haaaaah membayangakannya saja membuat ku malu, aku selalu menantikan kisah-kisah romance dalam hidup ku, dan aku juga tidak pernah berharap akan jadi seperti ini.....? di paksa menikah dengan pria yang 18 tahun lebih tua dari ku, mungkin normalnya harusnya aku bisa menolak dan hidup dengan damai tapi singa tua ini selalu mempunyai cara menjebak ku dalam perangkapnya.


selalu selalu dan selalu aku yang kalah, sekali aku bertindak 2 kali ia lebih kejam membalasnya 😣😣. aku bukan membencinya tapi aku hanya berharap merasakan kisah-kisah romance yang manis, bukan seperti tikus dan kucing πŸ˜‘πŸ˜‘. membayangkan kata cinta dari mulut om sialan ini saja membuat ku merinding, jadi mana mungkin om sialan ini mencintai ku cihhh jangan mimpi xixi 😏.

__ADS_1


terus apa tujuannya ia memaksa ku menikah dengannya....? masih jadi pertanyaan yang sulit ku tebak jawabannya. "hentikan mata mu yang seperti menilainku" yuan melihat xixi yang seang memperhatikanya, cihhh sial di bisa menebak apa yang ku pikirkan "haaa mana mungkin" ucap ku dengan acuh, "berhenti bertele tele cepat sini dan habiskan sarapan mu."


"ya ya baiklah," sesuai umurnya tingkah dan ucapan nya pun tidak jauh seperti orang tua( gumam ku berbisik kecil) yuan samar-samar mendengar xixi bergumam kecil, cih bocah ini semakin hari semakin berani. "apa kau bilang sesuatu....?" (pura pura tidak mendengar) xixi kaget dan meleparkan senyum polos "akh tidak bukan apa-apa, sarapan apa kita hari ini....?"


"makan saja apa yang sudah tersedia, semua yang sudah di siapkan harus kau habiskan, dan jangan lupa habiskan juga susu mu" ucap yuan dengan dingin , akan tetapi yuan sudah menyiapkan makanan kesukaan xixi beserta susu yang wajib untuk xixi, "kahhh berhentilah menyuruh ku menghabiskan susu, aku tidak mau minum susu lagi."

__ADS_1


yuan mendudukan xixi di atas salah satu pahanya, tangan kirinya melingkar di pinggang xixi dan tangan kanannya masih denagan kopinya. "kyaaaa lepaskan aku, ini sangat memalukan" xixi meronta dan menolak duduk di atas pangkuan yuan, "silahkan jika kau mau pindah, kunjamin kau tidak akan kembali ke sekolah" ancam yuan, "sekolah.....?"


"ya rencanyanya hari ini aku akan mengantar mu ke sekolah, ku pikir kau bosan mangkannya aku akan mengijinkan mu sekolah untuk sedikit bermain, yaaa itu pun jika kau menjadi anak baik hari ini" dalam batin xixi ingin sekali xixi menonjok yuan, cihhh sialan aku selalu kalah, sabar xi sabar aku tidak mau berada di dekatnyaΒ  24 jam, hanya duduk untuk sarapan saja membuat ku naik turun tekanan darah, apa lagi 24 jam oh tidak tidak.


aku juga sangat rindu dengan sekolah dan lisa , dan.....!? "hmmm anu om tapi bisakah pulang sekolah aku mampir ke rumah, aku rindu kaka dan ibu juga aya.... akh tidak cukup ibu dan kaka saja" xixi memohon "baik lah pulang sekolah aku akan menjemput dan mengantar mu kesana" yuan mengijinkan nya tapi teteap dalam pengawasannya, "tidak om lisa bisa mengantar ku" xixi menolak di antar atau di jemput yuan.

__ADS_1


"tidakkk aku tidak akan pernah tau kapan kau akan berulah lagi, sebuulm tanggal pernikahan maka kau akan selalu dalam pengawasan ku" ucap yuan dengan tegas, "(sial) baik lah" ucap xixi yang berbanding terbalik dari kata hatinya. baik lah aku akan menurut, walau harus menahan malu dengan posisi ini, nomalnya aku akan bersikap biasa, karna beberapa hari ini aku tidur di peluk olehnya.


menurut ku duduk di pangkuannya tidak seperti pelukannya saat tidur. tapi.......? kyaaaaaa kenapa mata semua orang tertuju pada ku, aku menunduk dan melihat ekpresi om yuan , heiiii hentikan senyuman mu itu. sepertinya mood om sedang bagus sehingga kami terlihat seperti sepasang pengantin baru.


__ADS_2