
yuan
segera ku menarik bocah itu, tapi sepertinya ia mematung menahan kuda-kuda di kaki nya sehingga ku sulit menariknya, ku coba menariknya lagi. ia tetap tertahan dengan wajah emosi. terdengar suara (krukkkkkkkk......) xixi mengigit telapak tangan, bocah ini sedang mengigit tangan ku yang sedang menutup mulutnya itu.
"auuuuu cihhh bocah sialan," gumamku. bocah itu menggigit ku tanpa melepaskan gigitannya, aku menahan gigitan bocah itu, menahan emosi dan menahan raut wajah ku. passstttsssss ku tarik tangan ku yang sedang di gigit nya, ku lepaskan juga gengaman ku lalu ku angkat ia dalam pelukan ku, ia meronta dan mau berteriak, lalu ku bisikan kalimat mematikan yang membuatnya seketika diam manis dan menurut.
hahahahaha bocah ini luar biasa batin ku. tak pernah ada dan tidak akan pernah ada bocah seperti ini yang akan muncul lagi dalam kehidupan membosan kan ku."hahahahaha" aku mengangkatnya dengan wajah bahagia dan tersenyum kemenangan untuk hal ini. "gila gila gila, gilaaaa. ya om gila" bocah itu meronta dan terus mengumpat ku." hahahaha."
aku hanya membalas nya dengan tertawa kemenangan, aku tak peduli dengan tatapan orang-orang yang melihat ku dan memotret kami, ini sungguh menyenangkan. bocah itu hanya memasang wajah masamnya pada ku ,dan yaa aku tak peduli yang penting sekarang aku menang (bahagia seperti anak kecil yang habis memenangkan lomba di kelas 😔.)
xixi
__ADS_1
brengsek apa yang om ini lakukan lagi, gilaa ia mengaku-ngaku jadi suami ku, heiiii om sadar berapa usia mu, mana ada orang yang percaya dengan ocehan mu. ohhh ya (memasang wajah sedih) pasti percaya, hanya aku saja yang tak percaya wajahnya, usia 30 ke atas tapi terlihat lebih muda, haaa pasti ia sering suntik botok oprasi plastik atau apalah nama nya juga orang kaya.
heiii kenapa malah ke situ pikirian ku, yaaa ampun xixi lihat situasi mu sekarang ini sangat mencengkam bisa-bisa nya pikiran ku melayang-layang dan mengira-ngira wajah om om ini. si om sialan ini mengaku jadi suami ku di depan cogan calon gebetan ku ohhhh tidakkk joooooooooo, akhhh kesal kenapa harus di genggam segala, siapapun yang dengar dan melihat pasti percaya .
oh tidak tidak jo jangn percaya dengan singa lepas dari kebun binatang ini. (happp krukkkk) ku gigit tangannnya. lepas kan aku brengsek batinku, sambil menahan gigi ku yang masih tertancap di telapak tangannya, dan menahan kuda-kuda kaki ku, yesss berhasillll akhirnya si om om itu melepasakn tangan nya dari mulut dan jari-jari ku.
tak berapa lama, tidak sempat kabur atau melawan si om itu mengangkatt ku layaknya tuan putri di depan jo dan orang-orang yang melihat kami.
karna badan mungil ku dengan mudah nya si om itu menagngkat ku tanpa aba-aba, aku menolak dan mencoba meronta ronta darinya lalu ia membisikan kata-kata yang sukses membuat ku diam. "hei bocah diam dan menurutlah, apa kau mau merasakan dan belajar gimana orang dewasa berciuman di depan umum."
akhhhh sungguh ini lebih memalukan dari pada di permainkan oleh rubah betina yang bernama julia, sial sekali nasib ku kenapa harus jadi mainan om om ini, ehhh tunggu.......?
__ADS_1
mainan om om...........?
mainan om om.........?
mainan om om....?
( terus mengulang nya dan mencari arti yang mendalam)
hiyyyyy tidak, tidak sebutan itu menjijikan, lisaaaaaa i miss you, aku di permainkan oleh macan lepas, andai kamu di sini lis. om sinting ini berhasil membuat semua yang melihat dan berpikir kami seperti sepasang pengantin baru, orang-orang kini percaya jika aku ini istrinya, oh myyyy apa salah ku. menyusuri lorong om itu terus membopong ku seperti tuan putri, yang membuat ku mendapat tatapan sirik dari bebrapa suster yang ku tau selalu mencari cari perhatian dengan si om ini.
ku dengar teriakan kecil dari gerumunan suster dan orang yang hanya kebetulan lewat. "kyaaaa romantis nya, pria itu juga sungguh tampan,beruntung sekali gadis itu." mendengarnya secara terang-terangan membuat si om itu makin PD dan semakin menunjukan senyum kemenangan. kyaaaa aku tidak kuatt sungguh malu, aku hanya menutup wajah ku dengan kedua tangan ku, melihat orang-orang yang sedang memperhatiakn kami.
__ADS_1
dengan suara kecil. "om turunnn kan aku, aku malu." tapi di jawab dengan lantang oleh om sialan itu
" ada apa istri ku apa kah ada yang membuat mu tak nyaman....?" kyaaaa lagi-lagi aku hanya diam dan semakin menutup muka ku, persetan dengan tatapan orang-orang yang metap iri pada ku. hei tante tante yang di sana ambil saja om sialan ini, guamam ku.