istri kecil ku

istri kecil ku
cukup dewasa


__ADS_3


xixi tau saat itu dia sedang di permiankan oleh yuan, tapi bagai manapun xixi adalah seorang gadis remaja normal


wanita mana yang tidak akan meleleh mendengar perkataan nya. "ohh asataga sepertinya jatung ku bermasalah.


ya tuhan semoga si om ini tidak mendengar detak jantung ku yang sangat keras ini, dan kenapa juga om sialan ini tidak punya rasa malu sama sekali."


xixi diam mematung dengan menahan rasa malu, wajahnya memerah dan memanas menghindari tatapan yuan yang sedang memandangnya setelah ciuman itu, "sedang apa kau cepat" ucap yuan. xixi masih dengan mata tertutup dan menjawab yuan, "cepat apa.....?" yuan menyeringai dan mengejek xixi dengan tampang bodohnya "buka mata mu dulu, baru menjawab ku bodoh" ucap yuan dengan nada mengejek.


"aku tidakkk bodoh" xixi seketika menbuka matanya yang membuat rasa malu dan detak jantungnya tidak karuan. yuan tersenyum melihat xixi yang sangat mudah di bujuk dan di permainkan, sikap polos dan malu-malunya sungguh sangat menggemaskan di mata yuan "jika bukan bodoh apa lagi yang cocok untuk mu bocah" ( yuan sedikit mendekat dan menajamkan mata)" apa kau malu dengan ciuman tadi...., oh astaga aku lupa kau bocah ingusan sepertinya aku salah menilai mu sudah dewasa."


xixi jengkel dan sangat mudah terpancing oleh kata-kata yuan, bagi xixi yuan itu seperti bumerang yang di lempar sekuat tenaga, sejauh apapun akan kembali menyerangnya kembali. "om sialan aku sudah dewasaaaaa jika aku masih bocah aku tidak mungkin akan menikah dengan mu tau." yuan tersenym puas atas jawaban reflek xixi, "ohooo jadi .....?" xixi kaget denganjawaban yang di luar kendalinya.


"ya aku sudah dewasa jadi aku tidak akan malu lagi hayooo jika kau menantang ku, bahkan menikah sekarang pun aku berani" dengan gegabah xixi justru menantang yuan tanpa tau konsekuensinya. "ok" ( menengok ke stuad ) siapkan segalanya. stuan mendenar dan segera melalukan apa yang sudah tanya printah sebelumnya,"baik tuan."

__ADS_1


yuan


mudah mudah sangat mudah hahahaha, kau tidak akan bisa menarik kata-kata mu lagi bocah tidak seperti rencana awal tapi ini lebih baik. xixi melihat yuan yang tidak menjawabnya justru langsung berbicara pada stuad,  "heiii jangan abaikan aku,ok apa .....?" xixi penasaran dengan perintah yang ambigu itu  "oh tidak bukan apa apa" mendengar jawaban yang tidak di inginkanya membuat nya jengkel, "hmmmppp."


"baiklah ayo kita sudah terlambat jadwal 5 menit dari yang di perkirakan" melihat jam tanagan "jadwal.....? kau sibuk om.....? ya sudah baye pergi sana." jengkel dengan ucapan xixi "bocah........ ku bilang KITA" dengan menunjukan raut wajah heran xixi bertanya kembali, "kita.....?" xixi bertanya dengan sangat heran dengan segelas susu yang masih ada di tangannya  "jangan banyak bertanya ikut saja." yuan membawa xixi ke dalam mobil yang sudah terparkir di depan pintu masuk.


xixi


om sialan ini kenapa.......? sungguh aku tidak bisa menebak apa yang sedang ada dalam pikiranya,jangankan menebak membayangakan apa yang di rencanakannya saja aku tidak bisa, dan bagian paling menyebalkannya itu,


aku selalu kalah 😣😣😣 haaaaahhhh, sekali saja ijinkan aku menang melawan atau hanya sekedar menang dalam permainannya.


sudah lah."ada apa, hingga kau menarik dan membuang napas bau mu itu" yuan bertanya setelah melihat xixi merik napas dalam-dalam.


"bau....?" mengenunjukan senyum jengkel, menahan marah walau ingin mara "kau bilang napas ku bau......? haaaaa" mendekt dan mengeluarkan napas nya dari rongga mulut mendekat ke arah wajah yuan.

__ADS_1


"yaa sangat bau, jadi berhenti lah membuang napas mu itu" yuan mengelak tetap dengan cemoohnya,


"bau ya bau" ( mendekat kan posisi duduk ke yuan dan sedikit mengdongkak ke atas) "hah hah ni bau ka hah hah hah hahahahaha."


yaun merasa terganggu dengan tingkah xixi yang sama sekali tidak feminim dan sangat kekanak-kanankan "hentikan ......!" xixi mulai menikamati nya dan semakin menjadi, "tidakkk akan" lama-lam yuan kesal dan ingin membalasnnya, lalu yuan mengancam  "kau yang memulai jangan sesalkan jika aku membalas mu ya" xixi menantang dan terus membuat yuan kesal.


"tidak akan uweee" (menjulurkan lidah,.) yuan menarik pinggang mungil xixi memeluknya dengan satu tangannya, satu tangannya lagi mengambil dagu xixi. cuppppppp, yuan mencium xixi yang sedang menjulurkan lidahnya, xixi kaget dan membelalakan matanya.


yuan


cih sialan bocah ini ingin mencoba mempermainkan ku lagi, lagi dan lagi. walau dia tau dia tidak akan bisa menang tapi harus ku akui justru tingkahnya ini yang sangat menggemaskan, apapun yang ku lakukan dia selalu bisa membalas dan menghibur ku, walau itu sia-sia heheh. aku menariknya saat ia menjulurkan lidah, niat ku hanya ingin membuatnya jengkel, tapi justru seperti bumerang yang kembali pada ku.


bocah ini mempermainkan ku, "imut" dari pada rasa jengkel perasaan ini lebih tertuju pada pandandangan ku, sikapnya ini menggemaskan dan sangat imut , akh sial sungguh menggemaskan. aku menciumnya, ia kaku dan kaget atas tindakan ku ini, sedikit melawan dan perlahan menurut lalu ia menarik lidahnya. tidak akan ku biarkan, aku menggigit bibir bawahnya sehingga ia membuka sedikit mulutnya, tanpa membuang kesempatan dan waktu lama.


aku langsung memasukan lidah ku ke dalam rongga mulutnya, mengabsen setiap sudut giginya mencari cari lidah mungil yang meledek ku tadi. lidah ku bergulat ke lidah mungilnya, decakan bibir basah kami membuat hasrat ku mencapai level maxsimal, dan tidak butuh waktu lama bocah ini membalas ciuman ku, lidahnya membalas gerakan lidah ku, astagaaaaa sepertinya aku tidak bisa mengontrolnya lagi.

__ADS_1


jika saja kami di kamar.....? cihhh aku harus menahannya, aku tidak akan memaksanya yang aku mau dia jadi milik ku dan menginginkan ku, tapi bocah ini justru sangat membuat ku ingin melewati batas sabar ku. hmmm baik lah, di saat kami sedang dalam ciuman panas kami, aku memeluknya dengan satu tangan memegang rambut belakangnya, menekannya agar lebih lebih panas lagi dalam berciuman .


satu tangan ku mengambil hp yang ada di saku celana ku. (ckrekkkk) aku memotret adegan ciuaman kami, bocah itu pun sentak kaget mendengar suara kamera, ia mendunduk dan malu. aku tersenyum puas dan melihat hasil jepretan ku tadi, lalu aku mengupload foto ciuman kami tadi di akun media sosial bocah itu yang sudah ku heck.


__ADS_2