istri kecil ku

istri kecil ku
kiss mark


__ADS_3

susana pun sudah mulai tenang, dan di balik adegan tadi banyak pelayan yang membuang muka dan ijin ke toilet hanya untuk melepas tawa. mereka tertawa dan menahan rasa menggelitik di perut mereka setelah melihat adegan yang sangat sulit di percaya dan hampir tidak mungkin terjadi. stuad dan pak go pun tidak luput dari seringai kecil dari tawa, mereka terlatih menahan ekpresi tapi untuk kali ini jelas jawaban mereka TIDAK.


yuan meringis dan mengelus ngelus tubuhnya yang terkena pukulan dari nenek. "cihhhh dasar lemah ( lalu nenek melihat xixi ) jadi ini istri cucu ku oh menantu kecil ku" yuan tersenyum dan menyeringai licik, ada rencana jahat yang baru saja terpintas di benak nya. yuan tersenyum ke arah nenek dan menahan sakitnya, ia sangat kesal dan malu tapi kini ia mempunyai akal licik yang sedang berbisik di pikirannya.


"ya nenek ini istri ku" yuan mendadak ramah dan tersenyum lembut, yuan jalan dan melangkah ke arah tangga yang tertuju ke lantai dua, menuju arah xixi. yuan menghampiri xixi dan merangkul xixi, menoleh ke arah neneknya dan memalingkan lagi ke arah xixi lalu tersenyum. cengkraman yuan di pundak xixi membuat xixi tidak nyaman dan sedikit memberontak, lalu sebuah bisikan kecil saat yuan menunduk dan mendekati telinganya.


yuan berbisik ke xixi "menurut lah ia nenek ku yang datang jauh jauh dari london ke cina hanya untuk bertemu dengan mu" xixi menjawab dengan nada berbisik lagi "apaa untuk ku....?" xixi memiringkan kepalanya dengan tatapan heran, "oh ya aku ingat nenek ku mempunyai penyakit jantung jadi jangan membuatnya shok apa kau mengerti," xixi menatap yuan dengan ragu "sungguh apa ku tida benohong....?"

__ADS_1


"apakah kau tidak melihat nenek memukul ku tanpa ku balas dan aku hanya pasrah....?" xixi mengingat kembali kejadian tadi di benaknya, "ya ya ya, baik lah aku akan bersikap sangat baikkk dan hati-hati pada nenek, aku tidak akan perna membuatnya shok. dengan polosnya xixi percaya, karna xixi tidak punya pilihan lain selain percaya dengan ucapan dan bukti yang ia lihat.


bagi ku yuan adalah sosok yang mutlak, jadi tidak mungkin yuan dengan sangat konyolnya di pukuli begitu saja, tanpa membalas atau marah pada nenek nya, apa lagi tadi aku memanasinya dan menjadi penyebab luka di tubuhya semakin banyak. "baik anak baik." yuan menyeringai dan melirik kiss mark yang dia tempatkan di sudut leher xixi yang sangat terlihat jelas.


yuan tau xixi pasti terbangun kaget mendengar nenek berteriak teriak, ia pasti langsung melompat dari kasur dan melihat keadaan ku tanpa melihat kedaannya dulu. lucu sunggung lucu, gumam yuan. yuan tersenyum dan membawa xixi turun dengan merangkul xixi, wajah senyumnya membuat xixi sedikit curiga padanya. "ada apa ini heii senyum apa itu....? berhentilah tersenyum, senyum mu itu selalu membuat ku hawatir dan tidak tenang ,guamam xixi dalam hati."


"nek aku hanya bilang ia kecil jangan melebihkannya" yuan mengelak, "masa bodoh dengan ucapan mu" yuan jengkel dengan jawaban neneknya, lalu ia langsung sadar dan hampir saja lupa dengan rencananya.

__ADS_1


nenek mendekat dan memeluk xixi. "oh astaga ini cucu perempuan ku.... menantu ku .... istri dari cucu ku...? aku sangat senang melihat mu sayang" xixi gugup dan kagetĀ  "tapi nekkkk" xixi terhenti dan ingat apa yang yuan bicarakan soal penyakit jantung nenek. "apa istri..... sial sampai keluarganya sendirinya pun menganggap ku istri nya.....?" xixi tersenyum dan dengan sangat terpaksa xixi menganggukan kepalanya dan menjawab "ya nenek" sambil memasang tersenyum palsu.


yuan dalam hati merasa senang, tapi ai belum puas dengan kejadian dan reaksi xixi, ia menunggu adegan yang ia tunggu dengan sabar. kedua tangan nenek medekat dan menyentuh pipi mungil dan lembut xixi "oh astaga betapa manisnya kamu" xixi menunduk dan malu, lalu tangan nenek terhenti membelai pipi xixi, kini matanya tertuju pada leher xixi yang di penuhi kiss mark yang sangat banyak.


nenek nenunduk dan terseyum sesekali melirik yuan, secara naluriah mereka berbicara lewat batin, nenek melirik yuan. "apa ini ulah mu" yuan rersenyum dengan menaikan satu alisnya "ya tentu saja itu oleh ku ( bangga)" nenek tersenyum "baguss sangat bagus, kau memang cucu ku yang hebat besok lagi ya" yuan tersenyum, "siaap neeeek" mengedip kan satu mata nya ke arah nenek.


xixi melihat nenek menatap yuan dan yuan menatap nenek, mereka saling pandang dan tidak berbicara, xixi memiringkan kepala nya dan dengan heran, nenek meloleh lagi ke arah xixi "sayang aku tau aku sangat menginginkan cucu, tapi apa kalian harus membuat bayi di siang hari.....? bahkan ini belum malam" nenek berbicara lembut dengan senyuman penuh arti tersembunyi, "nenek apa yang kau bicarakan .....?" yuan tersentum melihat wajah polos yang tidak tau apa-apa itu.

__ADS_1


__ADS_2