istri kecil ku

istri kecil ku
usia menikah


__ADS_3

xixi mulai membuka sebuah obrolan kecil dan memulai pertanyaan yang mengganggu pikirannya dari tadi, ragu-ragu dan sangat berhati-hati. "hmmm pakk" stuad menoleh dan menjawab "panggil saya stuad saja nyonya" xixi mengubah panggilannya "ya ya stuad hmmm kita pulang ke mana.....?" stuad tersenyum "maksud nyonya....?" ragu-ragu xixi bertanya "arah kita ini mau kemana, ke rumah ku kan.....?"


"ya nyonya kita menuju arah pulang ke rumah nyonya" menarik mapas lega "benar kah...?"stuad kembali tersenum ramah menghormati nyonya barunya, "ya nyonya kita akan pulang, para pelayan sudah menyiapkan pakaian dan makanan manis buat nyonya seperti yang tuan yuan printah."


" tu tu tu tunggu pelayan.......sejak kapan aku punya pelayan, anuuu stuad rumah ku itu rumah yang ada ayah dan ibu ku kan.....?" stuad heran dan sedikit memiringkan kepalanya, "nyonya anda lucu, tentu saja rumah nyonya dan tuan yuan, arah kita ini." sontak saja jawaban stuad xixi kaget bukan kepalang. "WHATTTTTTTTTTTTTTT........? tidak tidak stuad seprtinya kamu salah sangka rumah ku bukan di sana dan aku bukan nyonya rumah oh, jadi biskah kita berhenti di sini aku akan naik taxi untuk pulang."


seperti pelayan profesional lainnya stuad dingin dan hanya tersenyum menahan emosinya dari rasa geli marah sedih dan kesal, expresinya selalu terlihat dingin dan penuh senyum palsu."jika ada keluhan atau pertayaan nyonya bisa bertanya dan meminta langsung ke tuan langsung nyonya, itu perintah tuan ke pada saya saat ini."

__ADS_1


xixi lemas pasrah pasrah, tiba-tiba saja separuh nyawanya sedang melayang melambai-lambai ke arahnya "T_T baik lah stuad."


dengan pasrah dan keadaan terpaksa xixi diam dan bungkam otaknya selalu berputar. di dalam mobil xixi berusaha mencari sebuah cela, ia tetap gigih ingin kabur ia meghindar dan kabur bukan berarti ia benci dengan yuan. tapi xixi enggan serumah dengannya apa lagi bertemu dengan yuan setelah apa yang terjadi di kantor yuan tadi.


"ukhh aku tidak mau ke rumah itu, di depan pak go saja ia bisa santai memasang muka tembok,saat memeluk dan mencium ku, apa lagi saat nanti jika aku serumah dengannya 😰 , iyuhhh membayangkannya saja membuat ku menggigil, tapiiiii..?" perasaan geli mengelitik meluap luap di hatinya. xixi juga tidak membenci nya, hanya saja ia merasa sangat canggung dan malu.


oh ya kaka, aku akan meminta kaka menjemput ku tepat saat aku sampai sana sebelum si om itu pulang. mengambil hp dalam saku nya, mencari kontak telpon kaka nya, (tutt tutt) tak butuh waktu lama, suara kaka yang menjawab telpon terdengar. dengan pelan dan tergesa gesa xixi menelpon dengan suara kecil, berusaha agar suaranya menyamai volume suara kendaraan yang lewat.

__ADS_1


"aku habis dari kantornya terus kepala pelayan (stuad melirik ku dengan senyum dinginnya) aku di paksa untuk pulang ke rumah om yuan ka, kepala pelayan bilang aku nyonyanya dan ruamah ku dengan ruman om itu sama T_T." jihan terdiam sejenak dan tertawa  "ha ha ha ha sudah lah xi menurut saja, dia adalah calon suami mu, belajar lah jadi istri yang baik untuk nya."


mendengar calon sumu jelas saja membuat xixi panik dan penuh tanda tanya "haaa apaaaaa suami.....? kaka gilaaa" jihan kaget dan lupa "upssss seperti nya aku memberi tau sesuatu yang belum kau tau aduh" jihan panik


dan xixi tidak kalah panik setelah mendengar sesuatu yang ia tidak tau "kaaa apa maksud kaka....!! jelaskan pada ku sekarang, suami siapa..? calon siapa.....?"


"hmmmm sepetinya aku keceplosan, baik lah karna ini menyangkut masa depan mu juga, seminggu lagi kau 17 tahun kan, dan kau sudah layak dan legal untuk menikah." xixi mendengarkan dengan serius "ya teruss apa hubungannya dengan usia menikah.....?" jihan menarik napas dalam-dalam dan mengucapkan "sebulan lagi kau akan menikah dengan bos besar itu alias si om yang sering kau panggil itu."

__ADS_1


"WHAT.......? MENIKAH DENGAN SI OM SINTING ITU TIDAKKKKKKK , KAKA AKU MAU PULANGGGGG" jihan terdiam dan berbicara dengan santai ke xixi, "menurut lah dia sangat baik pada mu, ayah juga sudah setuju ko ibu juga tidak menolak nya" belum selesai dengan omongan nya xixi menutup telpon nya dengan sangat emosi.


"apaa menikah sebulan lagi dengan si om itu gilaaa, gila, gila benar-benar gila."


__ADS_2