
matanya berkaca-kaca dengan jawaban yuan yang berhasil menyentuh hatinya, xixi terseyum dengan genangan air matanya dan memeluk yuan dengan lembut. aku memeluknya membiarkan air mata ku bergelinang seakan telah terbebas dari beban batin yang selalu terbayang-bayang, aku tidak tau perasaan pasti ku, apakah aku mencintainya.......?. jarak usia di antaranya dan aku memuat ku bimbang dan selalu ragu olehnya.
tapi kehadirannya lambat laun menjadi hal yang biasa. aku mulai terbiasa dengan kejahilannya ocehannya sentuhan dan ciumannya, aku tidak bisa membayangkan jika suatu saat ia akan memilih wanita yang jauh lebih dari segalanya dari ku. mencoba menjauh mencoba memusatkan pikiran, ia bukan siapa-siapa ku sejenak aku mencoba membangun tembok untuk membuat jarak kokoh antaranya dan aku.
mempersiapkan mental, jika suatu saat ia meninggalkan ku maka aku sudah siap dengan kepergiannya. tapi aku tak pernah menyangka kata-kata itu keluar dari bibirnya. "aku dan nenek yang tidak akan membuang mu atau menjual mu" hanya sebuah kalimat pendek tapi berhasil menembus pembatas tembok yang suda ku bangun. aku memeluknya tanpa mengucapkan satu kalimat pun, biar lah tubuh ku yang menjawab.
air mata dan tubuh ku tidak bisa berbohong jika saat ini aku sangat bahagia. seakan memahami tindakan xixi yuan memeluk lebih erat dan tersenyum, sambil membisikan "terimkasih" yuan memegang pundak xixi mendorongnya sedikit, melepaskan pelukannya, melihat air mata xixi, yuan memegang wajah xixi membelai pipi xixi yang basah oleh air matanya, yuan menyekat air mata xixi dengan kedua ibu jarinya.
"diam lah cegeng" xixi menipis kan bibirnya membuat expresi sedihnya menjadi exresi jengkel di buatnya "hiks hiks aku tidak cengeng" yuan memeluknya kembali dengan lembut "ya ya bocah kecil ini sudah dewasa" uan mengodanya dengan sengaja, "berhenti menggoda ku" xixi berada di dada bidang yuan, dalam pelukan hangat yuan xixi merasa aman dan nyaman. sesekali xixi bertindak seperti anak kucing yang manja, mengesekan wajah nya di atara dada yuan.
__ADS_1
"berhenti mengesekannya, ingus mu menempel pada baju ku" xixi menoleh ke atas dan menatap yuan dengan wajah kesalnya lalu xixi mendorong yuan melepaskan pelukanya. yuan tertawa melihat xixi yang terpancing emosi akibat ulahnya. xixi jengkel dan menoleh ke kemeja yuan dan benar saja kemejanya basah oleh air matanya, sekali lagi xixi melihat dan menegaskan matanya ke arah kemeja yuan, ia memang melihat kemejanya basah dan itu hanya air mata .
"ingus.....?" sontak xixi merasa kesal, xixi duduk dan membuang muka dari yuan, menoleh dan mengoceh kesal.
"kauuu mengerjai ku, aku tarik kata kata ku pada mu huhhhh" dengan amat jengkel xixi berceloteh meunjukan kekesalannya. "memang apa yang kau kata kan....? kau tidak mengatakan apapun....?" (blushhhh) wajah xixi berubah merah, ia ingat ia tidak mengatakannya tapi ia bergumam tentang perasaannya tadi.
xixi lompat dan turun dari kasur membuat jarak antaranya dan yuan. dengan langkah kecil xixi berusaha tenang dan berjalan ke arah pintu.
yuan tersenyum dan sebelum xixi mencapai pintu "apa kau akan keluar seperti itu.....?" yuan tersenyum dan menaikan satu alisnya. xixi memiringkan kepalanya bingung dengan pertanyaan yuan. yuan tersenyum, ia tidak menunjuk tapi ia melirik xixi dengan matanya, matanya mengisaratkan naik turun ke arah xixi, lalu merasa konyol dengan sikap yuan xixi menoleh ke arah bawah .
__ADS_1
niat ingin melihat ke bawah tapi ia justru mendapati bajunya betantakan dan kancing-kancing bajunya terbuka, memperlihatkan dadanya yang hanya menggunakan bra. xixi mulai berteriak "kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" mendengar teriakan xixi yuan merasa terganggu "sttttttt" dengan telunjuk yang mrnyrntuh bibir, yuan mengeluarkan suara, stttttt.
"ssssstt ada nenek di rumah ini" xixi spontan menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia berjongkok menutupi ketelanjangannya dari yuan. wajahnya memerah menahan malu dan suara. yuan terkekeh, lalu turun menghampiri xixi, yuan berjongkok mengelus kepala xixi dengan lembut dan mencium kening xixi, yuan langsung mengangkat xixi membawa nya kembali ke atas kasur. xixi tersentak kaget untuk kesekian kalinya, yuan tersenyum.
"jangan di tutupi, tubuh mu sangat indah tunjukan semuanya pada ku" xixi tergagap dan melotot
"a a apaa yang kau bicarakan, dan apa yang mau kau lakukan." yuan tersenyum "menlanjutkannya, kau lupa apa kata nenek tadi ia ingin cicit," wajah xixi memerah dan panik tapi, tiba-tiba yuan menciumnya lagi dan lagi dengan serakah. yuan mencium xixi dan tangannya membuka kemejanya, yuan tidak memberikan ruang pada xixi yang membuatnya bisa lari kapan pun.
mereka sudah setengah telanjang tapi tiba-tiba sebuah deringan terdengar, hp xixi berbunyi sebuah panggilan masuk terdengar, satu dua tiga yuan menahan xixi agar xixi mengabikannya, tapi suara itu sungguh mengganggunya, yuan terhenti dengan wajah kesalnya. "angkat lah" ucap yuan dengan nada ketusnya, xixi tersenyum dan ada sedikit rasa kecewa.
__ADS_1