
"hmm tante dulu saat kau bersandiwara bersama suami ku ini apa kau pernah melakukan ini di rana publik" xixi mengeluarkan senyum mengejek dan meraih leher yuan, xixi menjijitkan kedua jari kakinya dan mencium yuan di depan jesi.
xixi mecium yuan, ya walau itu ciuman bagi xixi tapi tidak bagi yuan, bainya itu hanyalah sebuah kecupan manis dari istri kecilnya, walau hanya sebuah kecupan yuan sudah ukup puas denga itu, karena baru pertama kali ini xixi menciumnya lebih dulu, walau ciuman itu bertujuan untuk memperpanas situasi tapi yuan sangat senang dengan keberanian xixi itu.
raut wajah jesi berubah menjadi raut penuh amarah, jesi mengigit bibir bawahnya tanganya mengepal menahan emosi saat melihat xixi tersenyum mengejek dan mencium yuan di depan matanya yang jelas-jelas ia sama sekali belum pernah seberani itu ke yuan. xixi melirik jesi kembali senyum mmengejek keluar dari raut wajah xixi, bibit mungilnya menggambarkan betapa xixi sangat puas menghina dan mengejek jesi di depan yuan.
__ADS_1
"hmmm bagaimana tante jesi apa kau masih belum bisa membedakan diri mu dan diri ku, hmmm oh ya tunggu sepertinya ada satu lagi" sebenarnya xixi enggan untuk menunjukan itu tapi melihat jesi yang keras kepala dan terus mengakui bahwa ia dan dia sama membut xixi, mau tidak mau harus menunjukan itu. jesi benar-benar membenci xixi dari lubuk hatinya.
terlepas dari xixi anak angkat atau bukan, atau hanya sebuah pajangan dan yang terburuk jika ia memang istri yuan jesi benar-benar menjadi sangat membenci xixi tanpa alasan atau dengan seribu alasan yang ada, jesi tidak pernah menyangka akan bertemu yuan secapat ini secara kebetulan, tujuan jesi ke cina hanya untuk urusan bisnis ya walau harus jesi akui jika senggang jesi akan ke perusahaan yuan dan mendekatinya lagi jika urusannya sudah selesai.
jesi pun tidak pernah berpikir atau mengharapkan akan ada kejadian seperti ini, jesi tau yuan adalah pria dewasa yang normal, bermain wanita satu atau dua hingga puluhan pun wajar, seperti dirinya yang suka bermain dengan berbagai pria di saat ia bosan, jesi berpikir jika ia dan yuan sangat cocok dan untuk saat ini jesi masih berpikir jika yuan hanya bermain-main dengan gadis kecil itu.
__ADS_1
jesi justru membahas masa lalu yuan yang membuuat yuan tersentak kaget, mendengar jesi membahas tentang semua wanita yang pernah merasakaan kehangatannya. "kauuuu......?" yuan marah dan menujuk wajah jesi dengan raut wajah tidak menyenangkan. jesi kaget dan sedikit gemetar tapi saat jesi melirik ekpresi xixi yang bingung sekaan adrenalinnya terus terpacu untuk terus membuat xixi terjatuh dan menjerit dengan air matanya.
"ha ha ha kanapa yu hayolah kau dan aku sama-sama sudah dewasa, kita sama-sama merngeti dan paham arti kehangatan tubuh ang di butuhkan orang dewasa seperti kita, ingat yu kita tidak seperti mereka yang sedang puber yang selalu mengatas namakan cinta, kau tau kita hanya butuh kepuasan hasrat dan bocah itu mana bisa mengerti kebutuhan kita, jadi kau sudah puaskan bermain-mainnyakan sekarang ada aku, kau paham bukan apa maksud ku."
jesi semakin dan semakin menjadi melihat ekpresi xixi yang seakan menahan air matanya, terpacu oleh emosi dan kepuasan yang di carinya mambuat jesi mengabaikan tatapan membenci yuan yang mengarah padanya. xixi terdiam saat mendengar ucapan demi ucapan jesi yang mengarah padanya seakan mengharapkan kehancurnnya, xixi terdiam dan sadar jika yang di ucapkan jesi memang benar.
__ADS_1
"ya ya aku sangat tau aku tau semua kenyataan itu, tapi apa perlu kau menjelaskannya secara langsung tante-tante jahat, aku marah aku muak mengakui semua itu tapi aku juga tau dengan betul yuan memperlakukan ku sangat baik dan sangat menjaga ku telepas dari masa lalunya itu."