
jo (wang jhon hu)
di saat ku kehilangan seseorang, aku hanya sering meratapi langit dan melaalukan hal-hal yang memang harus ku jalankan. hidup ku bagai boneka yang di atur oleh kelurga ku, tapi tubuh ku lemah sering kali ku harus bolak balik ke rumah sakit untuk sekedar terapi, bahkan terkadang aku lebih suka tinggal di rumah sakit dari pada di rumah ku sendiri, di saat ku melihat langit dan mengenang mendiang ibu seorang gadis muncul dan menyapa ku di rumah sakit.
dengan ramah dan penuh senyum gadis itu mengajak ku bicara, gu xixi ya dia memperkenal kan dirinya dan menyebut namanya gu xixi. "panggil saja ku xi" sepontan ku memberinya senyuman, bagaimana gadis ini membiarkan orang lain yang baru ia temui untuk memanggil nama nya tanpa marga...? menarik.....! tiba tiba gadis itu menoleh dan menarik ku sambil berlari berkeliling rumah sakit, aku hanya tuan boneka bertubuh lemah tidak ada yang pernah mengajak ku main apa lagi berlari seperti itu sedari kecil.
aku terengah engah dan bertanya pada xixi , ia berlari tanpa menoleh sambil berteriak singa "singa.....?"
__ADS_1
ingin sekali ku tertawa terbahak-bahak, aku menoleh seorang pria dewasa mengejar kami oh lebih tepatnya mengejar gu xixi yang tanpa sadar menarik ku dalam masalahnya. hmm saat ku menoleh ekpresi pria itu terlihat sangat marah, ku pikir ia paman atau kakanya. kami berhenti dan kami terkejar, pria itu medekat dan menarik gu xixi yang sedang memegang tangan ku.
lalu ia berkata suami.....? aku hanya diam dan tersenyum mungkin ia kakanya yang sedang menjahili adiknya, aku tidak mau terlibat dengan mereka lebih jauh, akhirnya mereka pergi dan aku sendiri lagi, yah mungkin jika aku mempunyai adik selucu dan semenarik xixi akan lebih menyenangkan bukan. beberapa saat kemudian aku memutuskan pindah sekolah di akhir semeter, mungkin sekolah baru bisa jadi solusi yang menarik.
ternyata aku satu sekolah dengan julia sepupu jauh ku, yang ku tau keluarganya bangkrut dan hancur, dengan kekuasaan ku pun aku tak menemukan alasan kenapa julia bisa jatuh, yah selama itu tidak mengganggu ku tidak masalah, julia membawa ku berkeliling sekolah di saat jam sekolah selesai, ia memaggil 2 gadis yang sedang asik mengobrol, kami mendekatinya dan sedikit terkejut dan ada rasa sedikit bahagia .
ya salah satu gadis itu adalah gu xixi , aku menayapa dan mengungkit kenangan soal singa, huhuhu menarik sepertinya ia malu dengan tingkahnya sendiri saking fokusnya dengan pertemuan kembali dengan gu xixi aku mengabaikan semua ucapan temannya. lalu spontan julia menawarkan tunpangan pulang tanpa meminta ijin atau mendengar pendapat ku , anehnya aku tidak marah dengan perkataan julia.
__ADS_1
"maaf xi apa kau baik baik saja" langsung saja aku meminta maaf walau aku juga tidak menyesal, sepertinya ia malu. "haa apa tidak tidak apa-apa." aku memegang keningnya dan mengacak ngacak-sedikit ujung rambut di kepalanya, sungguh imut dan menggemaskan, seperti keinginan ku mempunyai adik yang lucu dan menggemaskan sudah terkabul. "maaf ya apa ada yang sakit....?" aku memastikan keadann xixi" tapi xixi sedikit membuang arah matanya dan "hmm tidak."
tidak lama ada sesosok pria melihat kami, aku sedikit melirik dan mengabaikannya, sepertinya kakanya sudah datang, anehnya kenapa tatapan pria itu sangat terkejut, ia mendekati kami dan mendorong ku, menundukan badan dan berbicara dengan xixi.
__ADS_1
lalu ia meminta xixi membuka mata, tidak menunggu waktu lama pria itu mencium xixi di depan umum bukan hanya aku julia atau teman xixi yang melihat. semua orang melihatnya, aku hanya diam dan membelalakan mata ku, sungguh kaka yang menjijikan menurut ku.
yuan mencium ku di depan gerbang sekolah, gila dasar gila, dalam amarah diri ku meleleh dengan ciuman lembut dan pelukan hangatnya, masa bodo dengan gosip atau pandangan orang alin, aku hanya menikmatinya saja, ciuman kami cukup lama dari sekedar kecupan, yuan mengemut bibir ku dan menekan tubuh ku dalam pelukannya, walau ciuaman ini beda dengan ciuman lidah tadi pagi yang menggairahkan, ini ....masa bodoh, gumam ku.