
yuan terhenti dengan wajah kesalnya. "angkat lah" ucap yuan dengan nada ketusnya, xixi tersenyum dan ada sedikit rasa kecewa. xixi mengeser tubuhnya tangannya meraih ponsel yang sedari tadi berbunyi dan kini mati. melihat layar ponsel, terlihat 3 panggilan tidak terjawab dari jihan. "hmmmm kaka.....?" mendengar xixi bergumam membuat yuan penasaran, "siapa.....?"
"kaka menelpon sepertinya penting karna 3 panggilan tak ter jawab dari kaka semua" xixi emberi tau uan dengan heran, "alu tunggu apa lagi, hubungin kembali mungkin penting" dengan sikap dewasanya yuan meminta xixi untuk menghubungi kembali jihan, "baik" baru saja xixi mau menekan tombol memanggil, ponselnya pun berbunyi lagi sebuah panggilan masuk kembali dari jihan.
segera xixi mengangkat telponnya. "ya halo ka" xixi menjawab panggilan itu dengan santai, "xiiiiiiiii kenapa kau lama sekali mengangat telpon ku, apa kau tau sekarang ini aku sedang panik" terdengar omelan jian dari balik panggilan itu, "tu tu tunggu dulu jangan panik ka bicara lah pelan pelan ka" xixi menenangkan ocehan jihan yang membuatnya ikut panik sesaat tadi.
"bu rindu dengan mu siang tadi ibu ke kantor ku memaksa ku untuk mengantar ibu untuk bertemu dengan mu" jihan memberi tau adiknya jika ibu mereka sangat rindu dengan xixi yang kini sudah tinggal di rumah keluarga OH.
__ADS_1
"ibu mau ke sini serius kapan.....? oh astaga ka aku juga rindu dengan ibu" xixi sangat senang dengar berita yang di sampaikan jihan kakanya.
"gadis bodoh, harusnya kau yang kerumah jika rindu dengan ibu" jihan mengomel lagi pada adiknya itu, "aku mau ka aku mau tapi.....ayahhhh.....?" seolah mengerti dan paham jihan menghentikan pertanyaannya, ia tau apa yang adiknya hawatirkan, sejak dulu ayah memang sudah tidak peduli dengan xixi, ia membesarkan dan merawat xixi hanya sebagai barang dagang dengan nilai jual, yah untuk seorang pengusaha bisa di anggap xixi adalah modal investasinya.
wajar jika adi ku ini membenci dan enggan bertemu ayah setelah apa yang ayah lakukan ke xixi. "hmmm baik lah baik lah, persiapkan diri mu aku dan ibu sedang di jalan dalam waktu 15 menit lagi kami sampai, sampaikan kedatangan kami ke calon suami mu jangan sampai saat kami sampai di gerbang kami di usir" jihan langsung ke topik utama.
"siapa yang berani mengusir ibu dan kaka, yuan....ohhh om om sialan itu tidak akan berani" xixi menoleh dan melihat alis yuan menyengit dan menatap tajam. yuan tersenyum licik dan berkata tanpa bersuara, hanya menggerakan bibir nya hingga membentuk kata-kata, "hohohoho om om sialan ya" dengan wajah liciknya yuan tersenyum, xixi panik dan segera memfokus kan lagi pembicaraanya di telpon dengan kakanya.
__ADS_1
"kau pikir kau saja yang kaget, aku juga kaget saat ibu tiba-tiba sampai di kantor dan memohon agar aku mengantarnya untuk menemui mu, sudah dulu nanti kita bicarakan lagi aku sedang menyetir" (tutttttt) pangilan telpon dari jihan terputus. xixi panik dan menoleh ke arah yuan dengan mata berkaca-kaca. yuan menyeringai melihat xixi panik, secara garis besar yuan paham apa yang terjadi, karna ia mendengarkan pembicaraan xixi walau tidak utuh tapi ia tau garis besarnya.
yuan tersenyum licik dan memicingkan alisnya dengan sombong "ibu dan kaka mu mau ke sini....?" xixi dengan polosnya mengangukan kepalanya dan memohon dengan expresi lucunya. "hentikan expresi mu itu, kau lupa om om sialan ini tidak sebaik hati dan semurah hati yang kau kira" yuan menggoda xixi dengan kata-kata xixi tadi,
"oh astaga ku mohon aku sudah sangat rindu ibu tolong, bantu aku menyambut ibu dan kaka dengan hangat atau aku akan mengadu sama nenek.....?'
"ohooo gadis licik kau mau main trik dengan ku.......? kau lupa nenek ku sakit jantung, dan kau lupa ini rumah siapa sebelum ibu dan kaka mu masuk aku pastikan mereka memutar arah mobilnya di pintu gerbang" yuan mengancam kembali ke xixi dengankekuasaan yang ia miliki. "oh astaga aku lupa gerbang.....? dasar sinting" xixi kesal dan mengumpat yuan.
__ADS_1
"hahaha tenanglah aku hanya bercanda tidak mungkin aku mengusir ibu mertua ku, yang telah melahirkan dan membesarkan xixi ku ini sungguh, aku terlihat seperti menantu yang kejam kau tau....?" yuan memuji dirinya sendiri dengan senyum menggelikan, "mertua ....menantu sejak kapan, cih sinting" cuppp yuan mencium bibir xixi dengan lembut, xixi terdiam sejenak.
"baik lah sebelum kau turun dan menyambut kedatangan kaka dan ibu mu aku akan trun dan memberitau nenek, oh ya jangan lupa pakai baju mu dulu." xixi menoleh ke arah badannya, kepalanya menunduk dan melihat ketelanjangannya yang hanya memakai bra "kyaaaaaaaaaaaaa." yuan tertawa puas sambil berjalan kearah pintu keluar kamar.