istri kecil ku

istri kecil ku
lisa


__ADS_3

ketika xixi berjalan menyusuri lorong koridor dan pintu pintu kelas yang terbuka, semua mata tertuju padanya. tatapan semua orang yang melihatnya penuh tanda tanya tertuju pada xixi, menimbulkan rasa ridak nyaman pada xixi. ketika xixi sampai di depan kelas, xixi melihat sosok lisa yang sangat di rindukannya, perlahan xixi menghampiri sosok yang di rindukannya, xixi memanggil nama sahabatnya "lisaaaaaa."


lisa tidak menanggapi panggilan sahabatnya, xixi heran dan memiringkan kepalanya. xixi bingung dengan sikap lisa yang acuh dengannya, ke tidak pedulian lisa sudah membuat xixi merasa heran dan tidak suka dengan situasi itu. ketika memasuki kelas bukan hanya lisa saja yang acuh dan tidak peduli denganya. xixi memasuki kelas di iringi  tatapan dingin dari semua siswa dan siswi dalam kelasnya, xixi bertanya-tanya apa salahnya hingga membuat teman kelasnya membenci nya dan tidak peduli denganya.


dengan kaki sedikit gemetar karena takut xixi mendekati lisa lebih dekat, "li li lisaa"  suara xixi bergetar, lisa diam lalu memalingkan muka membuang wajahnya dari tatapan xiixi atau panggilan xixi. ketakutan xixi jadi kenyataan, kini xixi merasa ia telah kehilangan sahabatnya. "tidak jangan lagi ibu ayah kaka kini lisa .... jangan mambuat orang-orang yang ku sayang berpaling dari ku lagi, bencii benci aku membenci mu yuan." ucapnya dalam hati xixi.


sekarang pikiran xixi penuh dengan rasa penyesalan dan kebecian, air matanya mulai muncul perlan, ia mundur perlahan dengan air mata yang hampir jatuh. lisa menoleh ke arah xixi dengan senyum kecilnya, ekpresinya penuh dengan kepuasan. xixi bingung dengan senyum licik lisa, tidak lama ada sebuah tangan dari belakang memegang pundak xixi, lalu xixi menoleh dan sebuah senyuman muncul ke arahnya.


"kejautannnnnnnn gu xixi selamat atas pernikahan muu." teriakan dari semua teman-temannya bergema dengan lantang dan bahagia, di tambah sebuah buket bunga yang di pegang lisa entah dari mana. lisa mendekati xixi penuh senyum ke arah xixi dengan buket bunga kecil di tangannya. "maaf ya aku dan yang lain keterlaluan ngerjain mu, sampe kau nangis" mendengar ucapan lisa membuat wajah xixi sedang menahan bendungan air matanya.

__ADS_1


"uwaaaaaaaa ngerajin" tangis xixi pecah di pelukan lisa dan di hadapan teman-temannya, "sudah sudah"  liasa mengelus punggung blakang xixi menenangkan tangisan xixi, "masa nyonya oh cengeng" ucap lisa dengan nada mengejek, "hiks hiks ikh hentikan" xixi mengeluh agar lisa berhenti memperoloknya,"hahahaha" lisa justru tertawa mendengar eluhan xixi. lalu suara dari beberapa teman sekelas terdengar dan menanyakan prihal keberuntungan xixi.


"ya ampun xii selamat ya atas pernikahannya, gilaaa kami liat akun sosmed mu dan suami mu akhhh kami meleleh xi, kami iriiii kalian sangat romantis."


"kyaa iya iya romantis banget xi kami melihat nya sungguh cemburu, kapan ada pangeran sepertinya datang menjemput ku."


suara pujian demi pujian terlontar dari para siswi teman sekelas xixi, yang memandang xixi penuh dengan rasa iri atas kejadian yang di alami xixi selama ia bersama yuan. lisa membenturkan pundaknya ke pundak xixi dan tersenyum. "see...... ? apa ku bilang kau saja sok jual mahal" mendengar lisa ikuttan memuji yuan membuat xixi jengkel "ikhh apaan si kau ngancurin susana hati ku saat ini."


"ehemm kal belum kepincut, udah biar kan buat aku saja" ucap lisa dengan sangat percaya diri, "tidak usah melebih-lebihkannya dia hanya om om mesum" ucap xixi dengan nada mengejek. di sisi lain " hacihhhhhhhh" yuan yang sedang memerikasa beberapa dokumen bersin hidungnya terasa gatal, "ada apa tuan" tanya pak go yang hawatir," akh tidak lanjutkan saja hidung ku hannya gatal."

__ADS_1


lisa langsung bersemangat mendengar kata om om mesum a"paaaa apaa, coba ceritain dengan detail bagaimana di mana dan apa......!? seperti apa tiap malam om om mu itu menyentuh mu" ucap lisa dengaan fulgar bertanya prihal xixi dan yuan, "kyaaaa lisaaaaaa ( xixi loncat dan menutup mulut lisa) ssssttt ssstttt...!" lisa senyum dalam telapak tangan xixi dan menaik turunkan alisnya ke xixi.


xixi langsung mundur dan berbalik dari hadapan lisa, ia menutup wajahnya dengan kedua tanganya. wajahnya memerah dengan pertanyaan pertanyaan fulgar lisa padanya,  "sudah-sudah nanti saja kau beritau aku dengan detail sekarang lempar buket bunga ini ke teman teman yang sudah menunggu bunga ini" xixi heran dengan buket bunga, "buket bunga....lempar.....tapi kan masih....?"


"ssttttt sudah lempar saja, akhirnya nanti kau akan tetap menjadi nyonya oh bukan hmmmm heheheh" tersenyum puas, xixi jengkel tapi faktnya juga memang begitu adanya "ya ya ya" xixi mengiyakan apapun yang lisa ucapkan. menerima buket bunga  dari temannya, "ayoo xi lempar kami menunggunya dari tadi." sejenak xixi berfikir, "hmmmm tapi sejak kapan kalian menyiapkan buket bunga ini.... kalian tau kapan aku akan masuk......?"


"sejak gosip kamu menikah dengan seorang pengusaha tampan dan kaya, sejenak kami meragukannnya, tapi gosip itu di perkuat dengan foto yang di unggah tuan oh yang menyatakan kamu istrinnya."


"akhirnya kami mau tidak mau harus percaya dengan ragu walau belum ada konfirmasi dari mu, di tambah saat kejadian kamu di jemput paksa dan ciuman di gerbang sekolah."  xixi memutarkan matanya dan dengan enggan "kyaaaa jangan ingat yang itu" (xixi memotong perkataan temannya.)

__ADS_1


__ADS_2