
yuan mengatar xixi lebih dulu ke apotik terdekat sebelum mencari lestoran untuk sarapan mereka yang tertunda. mobil mewah itu terparkir di pingir jalan di pusat kota, tepat di depan apotik lokasinya tidak jauh dari hotel, tempat yuan dan xixi menginap tadi malam, saat mobil terparkir yuan keluar untuk membukakan pintu mobil untuk xixi, saat yuan melangkah keluar yuan lagi-lagi menjadi pusat sorotan bagi kaum wanita.
saat xixi memasuki apotik awalnya para apoteker tersenyum ramah pada xixi. "ada yang bisa kami bantu nona" salah satu apoteker menyapa dan menunjukan kermahannya pada xixi, xixi membalas dengan senyum lembut terbaiknya, beberapa apoteker lain yang tidak sedang melayani xixi mencuri-curi pandang pada yuan ada juga yang dengan sengaja melirik dan mencari-cari perhatian yuan.
"aku ingin sebuah obat' xixi sengaja meminta sesuatu dengan menggantung kalimatnya, xixi kesal setiap kali ia pergi dengan yuan lagi-lagi yuan selalu membuat situasinya buruk "dasar manusia pembawa dosa." para apoterker masih dengan senyum ramahnya "nona mau obat apa" tannya apoteker yang melayani xixi. "dan tuan tam eeehhh ehm ehm maksud ku dan tuan ada yang bisa saya bantu."
dengan sorot mata malu-malu salah satu pegawai di samping pegawai yang tidak sedang melayani xixi bertanya pada yuan yang sedari tadi hanya diam menemani xixi, xixi menoleh dan memicingkan matanya raut wajahnya mulai menunjukan ketidak sukaannya pada salah satu pegawai apotik itu, "permisi bibi ia datang bersama ku bisakah dahulukan apa yang aku minta sebelum kau bertanya ke suami ku."
__ADS_1
keheningan tercipta kekagetan mereka menjadi diam dan gugup, mereka tidak pernah tau atau dan tidak pernah berfikr jika pria yang ada di sampingnya adalah suaminya, mereka menjadi enggan dan merasa bersalah, dengan sedikit keberanian dan nada gugup yang gemetar pegawai yang melayani xixi mencairkan suasana canggung itu, "anu nyonya tau kau bilang mencari obat, kau mau kami mencari obat apa untuk mu."
xixi tersenyum puas dengan salah satu pegawai yang memang melayaninya dari awal, "tolong ambilkan aku obat atau pil kontasepsi," para pegawai yang mendengar itu tersenyum dengan terpaksa. yuan tersenyum melihat keberanian xixi dan kegugupan penjaga toko, "bisakah cepat aku dan istri ku belum makan setelah malam pertama kita tadi malam."
yuan tersenyum dengan kata-kata mematiakan yang baru keluar dari mulutnya, xixi tertunduk dan gemetar, ia gemetar bukan karna marah tapi lebih tepatnya malu, "anu bisa cepatkah seperti kata suami ku, kami tidak punya waktu," xixi meminta dan memberkan kata-kata yuan tadi, xixi tersenyum dengan menahan rasa malu yang luar biasa ia tahan, "ba ba baik tunggggu nyonya" pelayan itu menagmbil dan menyerahkan pil kontrasepsi itu pada xixi.
xixi dan yuan akhirnya keluar dan memasuki mobilnya. xixi memasang ekpresi wajah yang sangat tidak enak di pandang, ia mengabaikan yuan. "ada apa dengan mu, hentikan ekpresi yang menjengkelkan mu itu" yuan pun tidak nyaman dengan prilaku xixi. xixi menoleh dan menajamkan matanya ke yuan sorot matanya menunjukan saat ini ia sangat kesal, dengan satu kali yarikan napas yang pa jang "hhaaaaahhhh aku membeci mu aku membenci mu harus kah kau berucap pada setiap orang yang temui jika kau dan aku telah melakukan malam pertama setelah menikah....?"
__ADS_1
"oh yu annnnnnnnn, jangan bilang kau memang berencana seperti itu....?"
"sudah ku bilang mungkin."
"dasar gila gila gila gila."
yuan mndadak mendekat dan mencium bibir mungil xixi yang membuat xixi berhenti merutuki yuan, ciuman itu ringan dan sangat cepat membuat xixi kaget dan menutup semua ucapan dan menyapu kata-kata kasar yang akan di ucapkannya, xixi menjadi bodoh sesaat melupakan apa yang sedang ia lakukan dan pikirkan. yuan melepas bibir lembabnya lalu tersenyum di depan wajah xixi, napasnya yang hangat berhembus dan menyentuh permukaan kulit xixi.
__ADS_1
"ya aku gila sangat gila dan akan semakin semakin bersikap gila karna aku tergila-gila pada istri kecil ku ini, kegilaan ku ini sampai-sampai berkeinginan agar semua orang tau kamu milik ku dan aku milik mu."
setelah berucap kata-kata itu yuan perlahan mundur dan kembali pada posisi menyetir, menyalahkan mesin mobil yuan kembali melajukan mobilnya dan hanya tersenyum melihat lamunan xixi yang masih terdiam.