
sore itu xixi mulai tersadar di ruang rawat inap yang terlihat sangat sangat mewah. " au au au ( memegang kepala nya) di mana aku" seorang dokter dan suster yang kebetulan sedang memeriksa keadaan xixi, melihat xixi sadar " apa nyonya sudah merasa lebih baik."
" hmmmm seperti nya , aku di mana dok." dokter menjawab " nyonya ada di rumah sakit kepala nyonya terbentur hingga menimbulkan memar dan sedikit pendarahan, tadi suami nyonya sangat wahatir dengan keadaan nyonya, untung nyonya tidak mengalami pendarahan parah. xixi memegang perban di kepala nya "aduh , sebentar nyonya... suami ...apa.....?"
" ya suami anda sangat panik dengan keadaan anda " xixi heran dan meyakinkanya lagi, " sebentar seperti nya dokter sala...." belum sempat menyelesaikan kesalapahaman yuan datang dan membuka pintu yuan ,baik lah bocah permainan kita semakin menarik ( memasang senyum terbaiknya).
yuan berlari kecil menghampiri xixi, seolah ia sungguh sungguh hawatir dan sangat sayang dengan xixi. " yaaa ampun istri ku, sayang ku kau sudah sadar" xixi seketika merinding " haaaaaaaaa.....?" ( aku yang terb
entur aku yang terluka aku juga yang di perban kenapa si om yang sakit .....?) dokter yang melihat hanya tersenyum ramah begitu pula suster yang sedang menemani proses pemeriksaan xixi.
" om sakit...?" ( mendengar sesuatu yang menggelikan keluar dari mulut om itu), yuan mendekati xixi memegang tangan xixi. " ya ampun sayang kenapa kau bisa begini ,siapa yang berani menyakiti istri kecil ku" suster yang melihat begitu iri.
__ADS_1
( sial bocah ini kenapa bisa mempunyai suami kaya tajir tampan dan lembut, nasib ku menjomblo di rumah sakit 😢 cihhh bocah sialan , mencemooh dlam hatinya sambil tersenyum ramah di luar)
" oooooo....hmmmmpppp" tangan yuan menutup mulut xixi, yuan menutup mulut xixi dengan tangannya, memastikan xixi tak berbicara lebih jauh. " maaf dok sepertinya kami ada sedikit maslah pribadi dok,
bisakah kalian meninggalkan kami berdua, karna ada hal pribadi yang akan kami bahas , biasa dok masalah rumah tangga hmmmmm " memasang senyum manis dengan tangan masih menutup mulut xixi.
" baik lah , lagi pula pemeriksaanya sudah selesai ,mari sus kita keluar." suster oun mengiyakan ajakan dokter itu " baik dok (cih dokter tua sialan tidak bisakah ia pergi sendiri, aku masih ingin cuci mata, mubazir banget ada di depan mata tapi tidak bisa di lihat sesuka hati). yuan menjawab dengan senyum " trimakasih dok."
hhhmmmmmm hmmmmm hmmmm entah apa ia oceh kan , kesal dengan yuan xixi mengigit telapak tangan yuan, yang sedang menutup mulut kecil nya itu
krekkk " aaaahhhhhh sakit , bocah sialann." yuan memprotes atas rasa sakit yang ia rasakan, " apa yang sialan ,om yang sialan, apa maksud mu sayang ku istri ku hiiiiyyyy......." mengucap nya lagi pun membuat xixi geli, yuan membisikan ke telinga xixi "tau tidak...... ? hehehe aku sekarang ini berperan sebagai suami mu, satu rumah sakit tau kau bocah nakal yang menikah di usia muda dengan ku, hahahaha."
__ADS_1
xixi melempar bantal "om sialannnnn ini g lucu , aku akan menjelaskannya satu satu ke mereka"
yuan memasang senyum devil nya, "dan ku pastikan setelah kau kenjelaskan nya,
ku buat kau berlari di lapangan sekolah mu dengan bikini, aku yakin ayah mu tak akan brani menolak printah ku 😊.
sialll sial sial kenapa aku selalu saja kalah dengan si om ini , liat om bodoh aku akan membalas mu, menunjukan tatapan tak suka. " apa si untung nya.....,? aku yang rugi om, gadis manis imut dan lucu seprti ku bisa jadi istri om om seprti mu, sungguh aneh kan......? (jujur ceplos)" yuan kesal dan mengepal kan tangan ingin sekali memukul kepala bodoh nya itu, jika saja ia tidak memikirkan perban di kepala nya itu.
dengan raut wajah jengkel dan kesal, yuan bergumam dalam hati nya,
astaga bocah ini sungguh bisa membuat ku naik turun emosi, ia selalu bisa membuat ku jengkel hahahahaha tidak ada kata bosan dengan bocah ini.
__ADS_1