
saat perlahan xixi membuka wajahnya, xixi di kejutkan dengan keberadaan yuan yang tepat di depan wajahnya, yuan langsung mencium bibir merah xixi dalam keterkejutan xixi. ciuman yuan sangat lembut dan penuh kasih sayang, yuan tersenyum dan meninggalkan xixi dengan reakasi konyolny, yuan tidak ingin membuang waktu untuk membersihkan tubuhnya, karna ia sangat menyukai kebersihan apa lagi ia sangat ingin tampil sempurna di hadapan xixi yang kini telah menjadi istrinya, meski hanya untuk aroma tubuh.
sementara itu xixi di penuhi dengan pikiran anehnya. mencari cari cara agar terhindar dari susana canggung dan memalukan ini baginya, "ukkhh entah apa yang ada di otak dan pikiran pria itu, kenapa segala sesutu yang ia lakukan tidak menunjukan rasa malu atau canggung, yah aku tau ia pria dewasa yang lebih dari cukup berpengalaman soal wanita."
nyittttt, entah kenapa meski aku tau tapi ada rasa sesak dan menusuk di dada, aku mungkin bahkan bukan mungkin tapi pasti bukan wanita pertamanya, tapi apakah ia melihat ku berbeda.....? apa yang ia pikirkan tentang ku.....? apakah perlakuan dan caranya sama.....? yaaaa sama memandang ku dengan semua wanita yang pernah hadir di sampingnya atau di kasurnya.
ukhhhh hentikan xixi ia suami mu sekarang, memikirkan masa lalunya hanya akan membuat mu sakit, lupakan dan terima dia beri dia kesempatan untuk membuktikan keberadaan mu. pikiran xixi melambung tinggi tak karuan, ia senang sekaligus bimbang, ia sadar kini pria yang sangat di hindarinya telah menjdi suaminya, dan ia juga sadar jika pria itu sudah berulangkali menyatakan perasaan dan kasih sayangnya dengan lantang.
__ADS_1
tapi berbeda dengan xixi, perasaan xixi tidak sedalam itu ia hanya merasa nyaman dan cukup menyukai yuan, bagi xixi keberadaan yuan adalah sebuah hal biasa yang telah menjadi kebiasaan buatnya, jika di tanya apakah xixi menyukai yuan maka xixi akan menjawab dengan lantang bahwa ia menyukainya, tapi berbeda jika xixi di tanya apakah ia mencintai yuan dengan tulus, xixi akan bimbang di atas jawaban samar-samarnya.
xixi ada di samping yuan karna keterpaksaan pada awalnya, dengan egois dan kejam, ancaman-ancaman dan berbagai trik di mainkan yuan agar mengikat keberadaannya untuk tetap di sampingnya, xixi sadar cara yuan sangat licik tapi ia juga tidak membencinya, bagai mana pun yuan memperlakukannyan dengan penuh hormat, ia sangat baik dan lembut walau terkadang menyebalkan.
"bagai mana pak go......?" sementara itu nenek sangat penasaran dengan keberadaan yuan dan xixi, sehingga ia tidak membuang waktu untuk menanyakan keberadaan dan kelanjutan hubungan mereka setelah mendaftaran pernikahan mereka. "tuan dan nyonya muda bermalam di hotel nyonya" pak go menjawab pertanyaan nenek yuan dengan jujur dan tenang.
"ya nyonya tuan dan nyonya mudah sudah mempunyai marga yang sama secara hukum."
__ADS_1
"huff syukurlah, aku hawatir xixi kabur atau menolak anak itu."
"menolak......?"
pak go heran dan memiringkan sedikit kepala nya lalu tersenyum kecil, nenek bingung dengan reaksi pak go sehingga ia bertanya, "kenapa......?" nyonya besar oh benar-benar penasaran dengan reaksi pak go dan jawaban apa yang di maksud dari reaksi pak go padanya. "maaf nyonya jika saya tidak sopan memberi tau soal ini, tuan yuan sudah berkali-kali di tolak nyonya muda bahkan nyonya muda sudah berkali-kali kabur tapi tuan selau berhasil memojokan dan menangkapnya."
nenek sempat tercengan dengan kenyataan bahwa cucunya sudah berkali-kali di tolak bahkan sampai wanitanya pun berkali-kali kabur, nenek tidak bisa menahan tawa dan bahagia bisa mempunyai cucu prempuan yang sangat sepesial dalam keluarga barunya ini.
__ADS_1