
belum mengakhiri keterkejutannya yuan mengganggu xixi dalam lamunannya. "oh ya masalah bayi, sepertinya besok kau harus pakai syal atau baju yang menutupi tubuh mu lebih tinggi" xixi sangat bingung dan heran "lebih tinggi.....????" yuan mendeket dan lebih mendekat hingga napasnya bisa di rasakan oleh xixi, "apa kau lupa dengan pengakuan mu dan kelanjutan di dalam mobil.. ?" xixi panik dan wajahnya merah padam.
"tidak aku tidak ingat dengan ciuman itu uppsss" xixi langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya, "bodoh bodoh kenapa harus ku ucap kan dengan bar-bar" gummam xixi. yuan tersenyum melihat xixi yang menutup mulutnya dengan spontan. "apa kau hanya ingat ciuman saja.....? apa kau lupa dengan sesudah nya.....?"
xixi kaget dan malu setelah yuan mengingatkan kejadian selanjutnya "kaaauuuu.......huhhh " xixi kesal malu dan membuang wajahnya.
"jika kau menoleh seperti itu maka semua orang di rumah ini bisa melihat tanda merah di leher mu selain nenek dan aku, yaahh aku sangat tidak masalah" yuaan mengingatkan xixi dengan lantang, "apaaaaaaa" xixi panik dan kedua telapak tangannya menutupi sekeliling lehernya kiri dan kanan. yuan terkekeh melihat xixi panik dan memerah seperti tomat itu, lucu dan imut gumam yuan terhadap xixi.
xixi menunjuk yuan dengan satu tangannya yang melepas tangan di lehernya "ka ka ka kaaaauuuuuu" xixi mengeluarkan raut wajah penuh emosi "ohh asataga lihat terlihat semua" blushhh, wajah xixi semakin memerah
__ADS_1
"sintinggggg" xixi berlari ke tangga dan memasuki kamarnya sambil mengupat yuan. xixi memasuki kamarnya dan menutupnya, ia bersandar di balik pintu lalu mengambil napas dalam dalam dan menghembus kannya .
yuan menyusul xixi keatas dan mendengar suara (bukkkk) dari balik pintu, terdengar suara xixi yang menghela napas yuan tetkekeh dan menunggu xixi meninggalkan pintu. xixi berlari dan menuju cermin, ia shok dan tidak percaya ia turun dan menghadapi nenek dengan banyak kiss mark di lehernya. yuan masuk dan menghampiri xixi, memeluk xixi dari belakang .
"kauuuu. ... lepaskan aku kau mempermalukan aku" yuan semakin mengencangkan pelukannya dan enggan melepaskannya walau xixi tidak suka dan memberontak, memeluk xixi membuatnya nyaman, "malu.....?" yuan menunduk dan mencium tengkuk belakang xixi "apaaaaa yang.......?" xixi mendorong dan memberontak, yuan melepaskan pelukannya, xixi berbalik dan menjauh mundur "apa yang kau lakukan..... menjauh dari ku lihat apa yang kau perbuat kau membuat ku malu di hadapan nenek."
nenek yang diam-diam menguping dan mendengar suara teriakan dan hentakan sempat panik tapi tiba-tiba suara itu menghilang. cukup lama nenek mendengar tidak ada suara lagi yang keluar. "ohh asataga anak muda jaman sekarang, padahal masih siang dan aku juga baru datang mereka malah ingin melanjutkanya tanpa peduli ada aku di rumah ini fufufufu tapi bagus lah." nenek pergi dan turun dari lantai dua dengan wajah senyum penuh harap, meninggalkan keheningan yang janggal itu.
nenek menoleh stuad, "siap kan aku cemilan saja sepertinya cucu-cucu ku tidak akan makan, mereka sangat sibuk, di atas sana sangat panas. stuad yang cerdas dan cekapan itu sangat polos terhadap wanita dan hubungan hubungan yang tidak ia mengerti, pengetahuannya yang sangat luas tidak bisa menggapai apa yang di sebut sebuah hubungan. yang ia tau hanya hubungan baik antara majikan dan bawahan, "apa saya harus menyalahkan pendingin ruangan lebih dingin lagi, jika tuan merasa sangat panas di atas sana."
__ADS_1
dengan wajah polos stuad menjawab nyonya besarnya, dan nenek merasa kacau dengan jawaban stuad.
"stuad" nenek tersenyum saat memanggil stuad, "ya nyonya besar" stuad menjawab santai tanpa ekpresi. "aku akan menghubingi asisten ku besok berkencanlah dengannya" tentu saja stuad kaget "maaf......???" nenek enggan mengucap kembali kalimatnya "ku bilang besok...titik."
"maaf nyonya maksud nyonya....?" stuad benar-benar bodoh soal wanita, berkencan lah dan menikah, jangan jadikan diri mu perjaka seumur hidup. "ba ba bagi mana nyonya tau saya masih perjaka....?" stuad memasang wajah panik yang belum pernah ia keluarkan, nenek memijat mijat pelipis mata nya dan menghela napas.
"astaga isi rumah ini semuanya orang-orang aneh, sukur lah cucu ku mendapatkan istri yang membuatnya normal, nahh jika aku ingin cucu ku normal terus, sepertinya aku juga perlu menormalkan bawahanya agar yuan tidak tersesat lagi"
"berhenti mengeluh" nenk memprotes, "baik nyonya besar" secara terpkasa dan tidak bisa menolak stuad menerima perintah nenek tuannya.
__ADS_1