istri kecil ku

istri kecil ku
kesepakatan yang dulu


__ADS_3

suara gelas yang jatuh akibat keterkejutan ibu xixi yang mendegarnya. yuan tidak peduli, ia hanya menoleh dan melanjutkan percakapannya, ia sama sekali tidak terkejut dengan suara tadi atau kaget melihat expresi ibu xixi, baginnya mereka tidak penting. menganggap mereka seperti bidak catur yang di manfaatkan membantu langkah sang raja dan ratu.


"aaa aa aapa maksud nya menantu oh" ayah heran "ya seperti yang ku bilang pernikahan akan di majukan 10 hari lagi, setelah hari ulang tahunnya aku akan menyuruh orang ku untuk mengurus semua berkas berkasnya" jelas saja pernyataan yuan membuat ayah xixi kaget, "maksud ku kenapa di majukan, sangat mendadak sekali" yuan menjawab "xixi sudah tau."


"ya sperti yang kubilang anak mu sudah tau soal rencana pernikahannya dengan ku" ayah xixi menggosok gosakan kedua tangannya "jika di majukan bagai mana dengan kesepakatan kita.....?" yuan mencaci ayah xixi di dalam pikirannya, cihh pria tua serakah, menjijikan "tentu saja berjalan seperti apa yang di sepakati."


"baik lah terserah menantu oh saja, lebih cepat lebih baik, kita akan jadi kelurga benar kan....!!?" dengan menujukan wajah bahagia penuh kepuasan ayah xixi tersenyum bodoh, ibu xixi yang shok mendengar semua itu hanya gemetar dan ingin sekali berteriak, ia sungguh takut dengan suaminya, dengan gemetar ia memberanikan diri mengelurkan suara nya.


"maaf tuan yuan apa kah memang harus di percepat secepat itu....?" yuan memicingkan matanya ke ibu xixi dan menjawabnya "ya sepeti yang ku katakan" ibu xixi dengan panik dan gugup mengutarakan keinginannya, "ta ta pi apakah xixi juga harus tinggal di sana sebelum menikah, tidak kah itu agak.....?" yuan menatap tajam yang membuat ibu xixi diam, "tidak ada penolakan"

__ADS_1


"tidak bisakah xixi tinggal di sini sebelum menikah, maaf tuan yuan bukan maksud ku menentang mu tapi ia anak perempuan ku satu-satunya bisakah kami menghabiskan hari-hari kami sebelum ia benar-benar menikah dan pergi dari rumah ini."


"tidakk ada banyak hal yang harus ia lakukan sebelum menikah, dan dia harus dalam pengawasan dan jangkauan ku, jika kau ibunya kau harusnya tau sifat putri mu itu.....? jika aku mengijinkannya jauh dari ku sebelum pernikahan terjadi, entah apa lagi rencana putri mu untuk kabur dari pernikahkan itu."


ibu xixi diam dan pahan apa maksud yuan, ia tidak bisa membantah apa yang yuan bilang, ia lemas gemetar meratapi kesedihhannya, pernikahan anaknya yang harusnya bisa membuat seorang ibu dan anak sangat bahagia justru membuat ia harus kehilangan putrinya tanpa bisa memanjakan dan membelainya sebelum menikah. "besok aku akan membuat foto pernikahan dengan xixi, karna gosip ku sudah menikah....! bukan kah lebih baik foto pernikahan beredar luas, benar kan tuan dan nyonya gu.....?"


xixi


sesampai nya di kediaman si om mesum itu aku di sarankan agar istirahat dulu, aku di arahkan ke kamar lantai 2 yang sangata besar dan mewah, tidak terlihat satu fotopun di rumah ini begitu pula kamar ini, sudah lah aku lelah. berbaring di kasur yang sangat besar dan nyaman ini, membuat lelah ku menjadi kantuk.

__ADS_1


yuan


yuan sampai di kediaman nya."di mana nyonya....?" ia lsngdung menanyakan keadaan xixi pada stuad, "nyonya ada di kamar tuan sedang istirahat" stuad pun menjawab yuan, yuan pun merasa lega karna xixi tidak bertindak aneh "baik lah tidak perlu ada yang membangunkan atau mengganggu ku sebelum aku sendiri yang turun" printah yuan pada stuad dan seluruh pembantu di kediamannya itu.


"baik tuan" yuan memasuki kamarnya ia melihat sosok kecil sedang tertidur pulas di atas ranjang nya. "ceroboh apa kah ia tidak mempunyai kewaspadaan....?" yuan mendekati dan mencolok colok pipi xixi "hei bocah bangun atau ku kamakan kau" tidak ada reaksi dari xixi, yuan tersenyum dan menaiki ranjangnya dengan melepas jas dasi sepatu kaus kaki dan kemejanya.


berbaring dan saling berhadap hadapan yuan mencolok colok pipi xixi lagi. "bocah bangun bangun kau sedang dalam posisi berbahaya sekarang" xixi mengulat dan menjawab ngelantur, "aishhh hus hus kaka bodoh aku masih nangntuk (meraba-raba mencari-cari) hmm kaka mana bantal guling ku ( memegang dada dan pinggang yuan mendekat dan memeluk yuan sengat erat ) hamm nyaman."


yuan kaget dan dan membelalakan matanya, wajahnya memerah dan tertawa kecil. "bocah sialan aku bukan kakamu atau bantal mu, cihh sial kau sangat berbahaya jika tidak ada aku, setelah ini kamu tidak di ijinkan menginap di manapun." yuan memeluk xixi dan mereka tidur bersama denga lelap nya.

__ADS_1


__ADS_2