
(brakkkkkk) suara pintu terbanting dari luar. "cucu sialan itu di mana, kenapa ia menikah tanpa mengundang ku, stuadddd di mana bocah kurang ngajar itu bersembunyi..........?" stuad memucat mendengar amarah nyonya besar, stuad merasa ada di antara manusia di luar nalarnya. "tenang nyonya besar tuan ....tuan" stuad gugup dan bingung harus menjawab apa, "yuuuuuuuuuuuu"
suara nenek bergema di penjuru rumah. "nenek sihir" cih siallll, ucap yuan. yuan lalu bergegas keluar dari ruang kerjanya, dengan senyum palsu yang di paksakannya yuan berlari dan menghampiri neneknya. pak go yang melihatnya dengan mata kepalanya sendiri dan dengan kesadran yang full berdecak kagum lalu sedikit menunduk dan mengelengkan kepalanya.
"dari sekian juta orang hanya nyonya besar yang bisa menundukan tuan dan mencaci tuan, yah wajar karena nyonya besar satu satunya keluarga yang di miliki tuan, rumah ini akan semaikin ramai seperti nya....!?" mungkin stuad juga sudah memopersiapkan tenaga extra untuk kehebohan yang akan datang, yah mungkin juga saat ini dia sedang panik dan bingung menjadi penengah di antara tuan dan nyonya besar.
yuan mendekat seolah tidak tau apa-apa, "ne ne nenek hiiiii" yuan tersenyum konyol dan menunjukan giginya, "cucu sialan kau menganggap ku sudah mati haaaa, kau menikah tanpa memberitau ku dan mengundang ku jika bukan karna alice yang memberikan koran cina pada ku, maka aku tidak akan tau sampai mati" nenek memukul mukul yuan dengan tongkat yang neneknya bawa, "au au ua nenek tenang tenang auu nenek" happ, yuan menangkap ayunan tongkat nenek.
__ADS_1
"pftttt hahahah ha haa ha aha aha haaa" suara tawa menggelitik terdengar dari lantai dua, terlihat sosok xixi yang sedang tertawa terbingkal-bingkal melihat yuan bersikap konyol dan di pukul-pukul. yuan dan nenek terdiam dan mendongkak ke lantai dua melihat sosok xixi yang tertawa lepas, yuan memucat dan malu, rasa malunya ia tutupi dengan wajah marah yang di buat-buatnya, sedangkan nenek yuan melihat sosok wanita mungil di atas sedang tertawa lepas, wajahnya tiba-tiba menjadi tenang dan hatinya bahagia syahdu melihat sosok yang ia nanti nanti.
xixi pun terdiam melihat mereka terdiam menatapnya, xixi tau yuan sedang menatapnya dengan tatapan mengancam tapi xixi mulai mengabaikannya seolah tak melihat ekpresi yuan, lalu xixi tersenyum dan menengok ke arah sosok nenek yang tidak ia kenal sedang memukul mukul yuan, xixi tidak tau siapa nenek itu atau lebih tepatnya ia tidak peduli siapapun itu tapi sosok itu sedang memukul mukul yuan yang selama ini ingin ia pukul tapi tidak bisa.
"baik lah ia sekutu ku" ucap xixi dalam hati dengan penuh kepercayaan diri, "kenapa diam lanjutkan anggap aku tidak ada, ini sangat menarik untuk di lihat" ucap xixi saat melihat nenek diam berhenti memukul, nenek melihat xixi dan membalas senyum xixi, "apa kau menyukai nya ....saat aku memukul nya....?" xixi tersenyum dan menjawab dengan beberapa kali anggukan dengan wajah polos dan bahagianya.
nenek menghentikan tongkat nya sebelum mengeni yuan "ohoo malu.... kau tidak malu pada nenek mu ini, menikah tanpa memberitau ku.....?" nenek tersenyum dan bertannya, "tu tu tu nggu nek aku bisa jelaskan semua nya, auuuuuu" yuan melirik xixi dan berteriak ke arah xixi "gu xixi bantu aku menjelaskannya ke nenek" xixi tersenyum "appaa jangan melihat ku aku tidak tau apa-apa, aku hanya gadis polos yang kau rayu, (melihat ke arah nenek dan tersenyum) bener kan NENEK."
__ADS_1
nenek yuan tersenyum saat istri cucunya tersenyum kepadanya dan memanggilnya nenek bukan nyonya oh. "tidak nek tunggu jangan terpengaruh dengan wajah polosnya" ucap yuan dengan nada menahan rasa sakit, "ohh tidak nenek dia menuduh ku" ucap xixi dengan raut wajah takut yang di buat-buatnya, "guuuuu xi xiiii" ya tentu saja yuan sangat kesal dan meninggika suaranya saat memanggil nama gu xixi.
(buk.....bukk.....bukkkk.....!) "au au sakit nek hentikan" yuan mengekuh sakit ketika tongkat neneknya sudah mendarat di sekujur tubuhnya, "jangan berteriak ke cucu permpuan ku" dengan wajah tidak berdaya dan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya "nenek aku ini cucu mu" yuan berceloteh membenarkan apa yang di ucapkan neneknya, "siapa....?"
"nenekkkk.......?" yuan mengekuh dengan nada sedikit jengkel, "hahahahahaha" nenek tertawa dan puas, sudah lama sekali ia mendambakan suasana seperti ini, mengingat cucu lelaki satusatu nya yang sangat dingin dan menyimpang itu, membuatnya jenuh dan menanti nanti seoranh cucu untuk menggantikan yuan yang lucu dan imut dulu, tapi siapa sangka yuan justru membawa gadis mungil yang cantik dan polos ke dalam kelurganya.
"walau di luar pikiran ku, ini tidak buruk oh tuhan betapa mungil dan cantiknya gadis itu, cucu sialan itu mempunyai mata yang bagus ya ya ya bagus aku bangga padanya sekarang"
__ADS_1