
"xiii ibu sangat kecewa dengan mu" xixi panik mendengar ibunya kecewa dengannya, "ibu....? kenapa..... apa salah ku ( melihat kaka yang di samping ibu) kaa ibu kenapa.....?" tapi justru kaka membuang muka "enyah kau, aku sangat kecewa dengan mu xi, kau menyakiti ibu kaka dan ayah, kau hanya seorang parasit di keluarga ini." ucap kaka dengan sangn sangat kejam.
"kalian, kalian kenapa apa salah ku, apa yang aku lakukan .....?" xixi bertanya dengan keadaan shok, ayah mendekat dan menampar xixi, plakkkkkkkk, "dasar anak tidak tau diri, kacang lupa kulitnya, demi keegoisan mu kau tega mengorbankan keluarga ini." ucap ayah dengan nada dan raut wajah emosi, "tidak ayah (melihat ibu) tidak ibu( melihat kaka) sebenarnya ada apa ini......? apa salah ku apa yang telah ku perbuat pada kalian." ucap xixi dengan histeris.
"xi kami pikir kamu gadis baik dan seorang adik kecil yang manis bagi ku, ternyata kau hanya sebuah aib, aku malu mempunyai mu dalam kelurga ini" ucap kaka dengan ekpresi dingin pada ku,"usir dia sekarang juga" ayah meminta jihan mengusir xixi, "kau bukan anak ku lagi" begitu pula ibu, ada apa ini apa salah ku, tidak jangan lakukan ini, melihat sekitar dan menyadari perut ku membesar, aku diam membatu.
"dasar gadis murahan, anak siapa yang kau kandung" jihan bertanya pada adiknya, "haaaa anak.....? kapan aku hamil kapan aku nikah.....? lalu kenapa perut ku membesar" xixi pun bertanya dengan heran,"jangan berpura-pura polos, kau membuat ku malu di mata tuan yuan" ucap ayah dengan hinaan,"yuan ya ya ayah mungkin ini anak om yuan" xixi menangis pilu.
"plakkkk jangan mimpi lihat" jihan menampar adiknya. melihat yuan dengan setelan jas dan seorang wanita dengan baju pengantin yang indah, deg deg deg jantung ku berdetak sakit, tidak tidak ,aku berlari ke arah yuan. "om jelaskan siapa dia dan beri tau ayah ibu dan kaka jika ini anak mu....?" ucp xixi dengan nada sedikt memohon, yuan mendorong xixi menjauh "enyah kau wanita murahan, aku tidak pernah mengenal mu."
__ADS_1
gadis di samping yuan (plakkk) menampar xixi, "dasar gadis murahan jangan sentuh suami ku, urus saja anak haram mu itu cari ayahnya jangan mengaku ngaku dekat dengan suami ku" ucapnya dengan penuh hinaan, "tidakkkk tidak om, om lihat aku ini anak mukan kau berjanji akan menikahi ku, sekarang aku hamil tapi kenapa......? xixi menangis "dasar gadis menjijikan" yuan memandang xixi dengan tatapan muak.
"TIDAKKKKKKKKK" berkeringat dingin dengan wajah pucat "sudah bangun.....? ada apa ...?" ucap yuan setelah melihat wajah xixi yang sedikit pucat, xixi terdiam dan masih menengkan diri, lalu napas yang yang sesak mulai setabil, "ha ha ha om....?" membenarkan keadaan "ya......?" jawab yuan dengan heran, "om om om uwaaaaaaa ommmmmm (memeluk dan menangis sejadi jadinya)"
xixi memeluk yuan dan menangis "ada apa ...? apa kau mimpi buruk.....?" yuan menepuk-nepuk ramput dan punggung xixi mencoba menenangkan xixi "mimpi.....?" xixi menjawab dengan singkat "mimpi apa sampai membuat mu menangis...?" jadi itu mimpiiiii.......! astaga begitu nyata dan menyesakan, syukurlah hanya mimpi.
"utung hanya mimpi" yuan penasaran dengan mimpi xixi, "mimpi apa....?" yuan menunggu jawaban dari rasa penasarannya, "mimi aku hamil dan.........!" xixi menutup mulutnya, berhenti berbicara dan..... loh kooo
ke dua kalinya suara teriakan bergema di rumah itu saat pagi hari, dan para pelayan seprtinya harus terbiasa mendengar ini untuk hari_hari kedepan. "om sialan kenapa lagi lagi kau ada di kasur ku" xixi langsung menyadari posisinya "kasur ku.....? maksud mu kasur kita" yuan menjawab santai "kita.....hmmmm oh ya......? jelas-jelas aku minta ruangan lain bukan.....?" yuan menyeringai "ya ini bukan kamar ku lalu ...?"
__ADS_1
"lalu.....? heiii om mesum kau tidak menepati janji mu" xixi jengkel dan kesal karna yuan tidak menepati janjinya, "janji......kapan aku berjanji....?" ucap yuan tanpa rasa bersalah sedikitpun, "hmm itu itu saat ku minta tidak tidur di kamar om" xixi menjelaskan dan memngingat kan dengan nada ragu, "kau memeng meminta agar kau tidak tidur di kamar ku, tapi kau tidak bilang jika aku tidak boleh tidur dengan mu....? kita akan menikah jadi biaskan diri mu" ucap yuan dengan santai.
sial sial sial harus nya aku curiga, kenapa si om yang sangat licik ini langsung menuruti kemauan ku, pantas saja, cihhh bodohnya aku, kenapa aku malah lupa poin terpenting itu sialll. "baiklah mungkin aku keliru, jadi mulai besok om jangan tidur dengan ku lagi ok" yuan diam dan melihat xixi dengan serius "DI TOLAK" jawab yuan dengan tegas dan wajah datar.
"heiiiii tidak bisa begitu" xixi memprotes jawban yuan, "dengar bocah aku bukan dan belum jadi suami mu jangan meminta terlalu banyak dari ku, jika kau melewati batas permintaan yang bisa ku turuti maka bisakah kau menturuti kemauan ku....?" jawab yuan dengan menantang, "apa yang kau mau" jawab xixi dengan sedikit curiga, "hmmm bagai mana jika kita mandi bersama ....( menyeringai licik ke xixi.)"
"tidakkkkkkk" xixi langsung bangun dan loncat dari kasur, berlari ke kamar mandi mengunci pintu dengan sangat cepat. "om mesum kembali sana ke kamar mu mandi di sana sendiri jangan ganggu aku" ucap xiix dengan keras dari dalam kamar mandi. yuan menahan suaranya, ia sangat ingin tertawa terbahak-bahak, melihat xixi yang tadi menangis saat bangun dan hanya butuh waktu kurang dari 5 menit ekpresi xixi berubah menjadi marah malu dan jengkel, sungguh sangat imut di matanya.
di dalam kamar mandi xixi memegang wajahnya dengan kedua tangannya, wajahnya merah merona ia menahan rasa malu yang baru saja terjadi. gilaaa gila mandi bersama .....? kyaa tidak tidak om itu sungguh mesum, bisakah aku hidup damai di rumah ini ya tuhan, dan apa-apan mimpi tadi....? lalu xixi meletakan cupingnya di balik pintu kamar mandi, mendengarkan sura dari balik pintu, merasa sepi xixi membuka pintu kamar mandi dan melihat ruangan kosong.
__ADS_1
syukur lah dia sudah pergi, bisa gila pagi-pagi harus berhadapan dengannya, apa lagi dengan kejadian tadi.... akhhh sungguh memalukan buat ku, jika bisa aku ingin mengurung diri dan menjauh sejauh mungkinn akh mana mungkin.