
saat pintu kantor terbuka sosok yang ku rindukan danku harapkan dalah kehadiran bocah itu, tapi yang muncul justru sosok yang menjijikan, aku berdiri kaget melihat lie sui wanita sampah yang sudah ku buang datang dengan tersenyum menjijikan ke arah ku. tangan ku di rangkulnya dan di tempelkan di dadanya, yang sangat menggelikan itu, baru kali ini aku membenci sosok wanita yang menempel pada ku selain bocah itu.
dengan manja dan senyum menggodanya, ia memanggail nama ku dengan mudah, sangat terbalik dengan bocah itu yang sangat sulit memanggil nama ku. mendengar nama ku yang keluar bukan dari bibir wanita yang ku ingikan, membuat ku marah dan sedikit mual. diam mencoba menahan amarah, tapi mendengar ucapan demi ucapan yang di keluarkannya juatru menyulut emosi ku.
"yuannn aku sangat rindu kau, sudah lama ya maaf yuan aku sibuk dengan jadwal ku, kau pasti juga merindukan aku kan.....?" cihhh menjijikan rindu....? nama mu saja sudah ku lupakan. "kau siapa ( tangannya masih menempel sungguh menjijikan) yuan memasang wajah dingin dan raut wajah yang siap meledak kapan saja. "ya ampun yuan kau sangat jahat, aku lie sui kita sering memghabiskan malam bersama 3 tahun lalu dan kau juga yang membantu ku dalam karir kukan."
apaaa......! cihhh menjijikan, kini aku ingat siapa gadis murahan ini, mengingat aku pernah tidur denganya saja membuat ku mual dan tidak percaya, jika aku sering menghabiskan malam ku denganya, cukup kini aku sudah mendapat identitasnya, tidak ada lagi ramah tamah atau nostalgia, gu xixi tidak boleh bertemu dengan wanita murahan ini. yuan mlepaskan lengan nya dari tanga lie sui.
"yuan.....?" lie sui bertanya dengan heran atas sikap yuan. yuan diam dan tidak menggubris panggilan lie sui padanya, lalu yuan melepas jas hitamnya dan meleparkannya ke arah pak go, yuan mengambil tisu dan mengelap tangannya yang tersentuh lie sui tadi. mata yuan tertuju pada pak go dengan tatapa dingin.
__ADS_1
"panggil keamanan usir dia dan buang jas yang sudah di sentuhnya" ucap yuan tanpa elihat ekpresi lie sui.
"baik tuan" lalu pak go keluar untuk membuang baju tuanya dan memanggil keamanan. mata lie sui membulat dan seakan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan "yuan.......!? yuan kau tidak seriuskan\, ini aku lie sui kau hanya bercandakan" lagi-lagi lie sui memegang tangan yuan dan menyentuh kemaja yuan. "cihhhh jangan menyentuh ku j*la*g\, itu sangat menjijikan."
yuan mendorong jatuh lie dan mengatakan kata-kata yang sangat menyakitkan buat lie sui "yuan kau tidak seriuskan jangan usir aku apa kau lupa dengan malam gairah yang kita habiskan dulu....?"
lie kaget dan gemetar dengan kata-kata kasar dan tatapan dingin yuan padanya. yuan mencium aroma di sekelililing tubuh nya lalu yuan membuka lapisan baju yang di sentuh lagi oleh lie tadi\, "cihhh bau pelac*r\, aku tidak ingin tubuh ku menempel dengan aroma pelac*r serti mu" yuan sangat merasa mual dengan bau parfum lie sui yang menempel padanya\, ia juga takut xixi mencium aroma lie sui dan berfikir macam-macam tentangnya.
"yuan lihat aku, aku cantikkan aku seksikan....? aku tidak akan mengganggu mu dengan wanita-wanita mu atau marah dengan ucapan-ucapan mu, silahkan gunakan dan manfaatkan aku sesuka mu bahkan jika kau ingin seorang anak, aku akan dengan senang hati memberi mu anak dan meninggalkan dunia atris, demi diri mu yuan bagai mana apa kau senang."
__ADS_1
yuan semakin merasa mual, marah dan sangat-sangat marah dengan ucapan lie sui yang mengharapkan dirinya menjadi ibu anaknya dan menjadi nyonya oh. "ha ha ha anak....? dari seorang ******* seperti mu, mimpiiiii jangankan benih ku, bahkan air liur ku pun tak sudi menyentuh mu" ucap yuan dengan meninggikan suara (tok tok tok) suara ketukan pintu di luar ruangan "masuk."
"maaf tuan lama menunggu" pak go datang dan membawa penjaga, "ya masuk, cepat seret wanita ini keluar , dan..." yuan membuka bajunnya kembali dan hanya menyisakan pakian dalam atasnya saja, lalu melemparkan bajunnya kembali ke pak go, "buang ini dan belikan aku baju dan kemeja baru, aku tidak mau menjemput dan menemui istri ku dengan bau wanita lain menempel pada ku."
"baik tuan, ( menatap penjaga yang di bawa pak go) lihat apa ....? cepat seret dia keluar seperti kata tuan" ucap pak go memerintahkan para penjaga itu, "baikk tuan" ucap para penjaga yang sigap. "issssstriii...... yuan kau sudah menikah.....? akhh tidak tunggu lepaskan aku" lie sui bertanya prihal kata-kata istri yang ia dengar dari yuan, ia memberontak dan meminta penjelasakan yang masuk akal`
"tunggu" yuan menahan penjaga, "yuan....?" lie sui menatap yuan dengan tatapan penuh harap jika yuan memiliki rasa dan peduli padanya, "jangn panggil nama kundengan bibir mu yang menjijikan itu, dari aroma yang menempel pada ku, hingga nama ku yang keluar hanya layak untuk istri ku bukan kau, dan kau hanya boleh memanggil ku tuan, nama ku sungguh tidak layal kaluar dari mulut mu itu."
"istri sejak kapan.....?" lie sui tidak menggubrik hinaan yuan justri ia berfokus pada status istri yang ia inginkan ternyata sudah di miliki orang lain, "wo wo wo lihat pelac*r yang menyebutkan dirinya atis ini tidak tau soal berita di media saat ini" lie diam dan linglung dengan ucapan yuan, "maaf tuan tadi sebelum nona lie masuk ke ruangan tuan saya sudah bertanya soal itu" ucap pak go seraya membenrkan.
__ADS_1