
Yuan puas dengan semua tanda merah kepemilikannya terlihat jelas dan cukup banyak pada xixi , Kini yuan turun perlahan dengan lembut menyentuh kulitnya dan bernapas di antara dada xixi, "Ah......!" Xixi tidak bisa menahan tangis ketika kelumpuhan manis menyebar ke seluruh tubuhnya. "apakah ini membuat mu merasa baik" ucapnya dengan nada berat khas pria dewasa.
Xixi tidak menjawab ia hanya bisa mengeluh dan mendesah dengan erotis. Ujung merah mudanya sekarang mengeras memohon untuk di sentuh dan ketika ia mengusap mereka gelombang kesenangan datang, dalam diam mencengkaram tangannya xixi meraih selimut sebagai tanggapan atas kenikmatan yang ia rasakan, "oh ~~~ tidak ....tolong hentikan." Wajah xixi memanas tidak karuan memohon dengan ekpresi yang justru mengundang gairah.
Yuan mengosok kuncup-kuncup merah dengan jempolnya, sensasi yang tak terhindarkan menyapu kesadaran xixi hingga membuat xixi mencengkerem seprai lebih erat. "jangan bohongin aku dengan meminta ku berhenti" yuan menolak respon palsu xixi, "hah." Yuan menunjukan senyum tipis ketika dia menarik p*tingnya dan menggulungnya di antara jari-jarinya, Lalu ia melepaskan sentuhannya.
Xixi meminta dan memohon belas kasih yuan atas penyiksaan yang manis ini, air matanya mengalir memenuhi matanya, Ia ingin yuan berhenti tapi tindakan apa pun yang di ambilnya, tampaknya hanya memicu hasrat yuan.
__ADS_1
"panggil nama ku" yuan memerintah xixi dengan suara beratnya, "hah apa itu,....itu...!? Xixi hanya sejenak diam dan patuh dalam siksaan manis yang ia rasakan. "yu... Yuan" dengan napas terputtus-putus xixi memanggil nama yuan dalam gelombang nafsu dan gairah.
Yuan tersenyum ketika xixi menyebut namanya dalam gelombang nafsu, Yuan mengambil napas dalam-dalam yang tampaknya mendorong dirinya, Mendekatkan wajahnya ke dadanya dan mengambil p*ting susu yang mengeras di mulutnya. "Ahhh" Xixi mendesah dengan sensasi basah yang ia rasakn di dadanya. Mulut hangatnya kini bermain di sekitar daerah sensitif di dadanya, menghasilkan mati rasa yang tak terbayangkan.
xixi menyadari sesuatu mengalir di antara kakinya, Tapi yuan tidak berhenti dia menghisap lebih keras yang membuat kuncup di mulutnya semakin keras tidak beraturan. "harum dan manis sangat manis dan lembut, semua yang ada pada diri mu aku inginkan dan aku butuhkan." Xixi samar samar mendengar bisikan manis yang membuatnya semakin terpancing suasana. "hah hah hah apa yang kamu katakan....ahhh...."
Xixi tidak bisa mengurangi sensasi yang yuan berikan padanya\, entah ini siksaan atau kesenangan. "ahh tolong ahh stop ini terlalu" Meskipun xixi mencoba menyangkalnya dia sadar bahwa di suatu tempat jauh dalam dirinya ia tidak membenci kenikmatan yang yuan berikan padanya\, yuan tertawa dan terus menghisap dari satu p**tng ke p**tng yang lain\, sambil mengoda xixi.
__ADS_1
Xixi merasa aneh seperti orang gila kehilangan kesadarannya, ia hilang kendali di setiap gerakan dan sentuhan yang yuan berikan membuat sekujur tubuhnya semakin dan semakin ingin di sentuh. yuan puas dengan reaksi xixi tapi ia tidak puas jika ia tidak meninggalkan bekas kepemilikannya, mengigit dan menarik di antara kulit yang mengeras meninggalkan tandanya, melihat tanda merah ke unguan yuan tersenyum dengan hasil karyanya, ia mengusap dan mencium lembut tanda yang ia buat di dada xixi.
yuan mengangkat sedikit tubuhnya menjejerkan wajahnya ke wajah xixi, memandang lembut dan menyentuh wajah xixi dengan kedua tangannya, memperhatikan air mata dan pandangan kenikmatan yang xixi hasilkan, yuan membuat xixi menatapnya dengan kedua tangannya yang menangkup wajah xixi. "dengar ini mungkin sedikit sakit tapi percaya lah aku akan selembut mungkin pada mu."
xixi nengedipkan matanya berulang kali, "apa sungguh sakit... ?" yuan tidak menjawab dengan detail dan pasti pertanyaan xixi, karena setiap wanita yang ia undang adalah wanita berpengalaman, ia tidak tau harus bagai mana menjelaskannya ke xixi.
"kau cukup percaya pada ku, mungkin aku bukan pria baik-baik dan mungkin aku seperti seorang pria br**sk yang penuh dengan pengalaman, tapi percayalah dengan mu aku sangat menginginkannya dan aku hanya akan terus menginginkan mu tidak yang lain." ucapan yuan bagai panah yang menusuk ke dalam hati xixi membuatnya menangis bahagia atas pengakuannya, xixi tersenyum dan menganggukan kepalanya menandakan persetujuannya dan kepercayaannya.
__ADS_1