
yuan meletakan xixi di kasur yang cukup besar dengan sangat lembut dengan hati-hati, yuan juga tidak lupa melemparakn kecupan manis pada kening xixi di dalam kamar dan membiarkannya beristirahat dengan nyaman. setelah keluar kamar expresi yuan berubah 180°, dengan wajah tidak nyamannya yuan bergegas menuju lantai bawah menuju ruang kerjanya. memasuki ruang kerja ia melemparkan tubuhnya yang kekar pada kursi kerjanya,
yuan duduk dan menghentak hetakan jari telunjuknya di atas meja kerja dan sangat berfikir dengan cemas.
"rubah sialan mencoba memancing ku dengan bermain api dengan ku melaui xixi, dan pria itu" darah yuan mendidih dan emosinya tidak terkontol ia berdecak kesal memikirkan dan membayangkan kejadian tadi saat xixi di sentuh oleh pria lain selain dia, tak lama suara ketukan pintu tedengar. (tok tok tok) "permisi tuan apa tuan memanggil saya" ucap pak go di luar ruangan kerja yuan.
"masuk lah pak go" ucap yuan, pak go pun masuk dan melihat situasi, "sepertinya suasana hati tuan sedang buruk, oh tidak siapa lagi yang akan jadi sasaran tuan" pak go mulai hawatir, "pak go" yuan memanggil nama pak go dengan hawa mengancam "ya tuan" oak go berusaha tetap tenang. "apa kau benar-benar sudah menghancurkan rubah itu" pak go sedikit memiringkan kepala dan berfikir, "rubah....? maaf tuan bisa lebih jelas."
__ADS_1
yuan bangun dan melempar benda benda yang di atas mejanya "apa maksud mu, apa kau tidak tau aku paling tidak suka mengulang kata-kata ku." pak go kaget bukan kepalang tangannya terasa dingin keringatnya tampak bercucuran, kakinya sedikit lemas dan bergetar melihat kemarahan yuan padanya. pak go sangat takut dan tampak bingung, bukan satu dua orang saja yang pernah ia hancurkan atas printah yuan, satu dua tiga bahkan sulit untuk menghitung dan menghapal semua orang yang salah berurusan dengan tuannya.
yuan pun sempat sedikit kaget dengan suara kebisingan yang ia buat. "aaaahh sudah lah, nyahampir saja aku membuat kebisingan yang bisa membuat xixi bangun aku tidak ingin xixi melihat kejadian ini bahkan tau apa yang sudah aku lakukan deminya" yuan menghela napasnya, lalu menenangkan dirinya lagi ia pun kembali duduk di kursinya dan mulai percakapan yang cukup tenang agar tidak membangunkan xixi.
"apa kau tau julia anak tuabangka itu" yuan mengingatkan nama ke pak go, "ya tuan saya tau" oh gadis yang mencelakai nyonya muda itu, gumam pak go setelah mendengar nama wanota yang dulu salah berurusan dengan tunnya, "apa kau yakin sudah membuat mereka membayar perbuatannya....?" pak go mengangguk "ya tuan saya yakin, sudah melakukan apa yang tuan suruh."
"hmmm bukankah dia sudah bangkrut dan di tinggalkan tunanganya" yuan bertanya dan memastikannya,
__ADS_1
"iya aku tau, aku pun tida paham dengan rubah itu tapi yang ku tau pasti ia berani menantang ku dan membuat xixi ku di sentuh pria lain" yuan mengepalkan tangan kirinya di atas meja dengan sangat kencang dan penuh emosi. "lalu apa yang harus saya lakukan tuan" pak go bertanya soal tugasnya selanjutnya, "awasi rubah itu dulu, beritakan dengan terperinci tentangnya oh ya suruh beberapa pengawal agar mengawasi xixi dari jauh dan melindunginya, pastikan xixi tidak tau dan tidak sadar jika ia sedang di awasi, "baik tuan."
"baiklah lakukan dengan sangat hati-hati, lanjutkan perkerjaan mu" yuan menyuruh pak go pergi tapi pak go justru menoleh dan menatap tuannya, dengan ragu-ragu dan hawatir pak go mendekat. "ada apa lagi" yuan bertanya melihat gelagat pak go sedikit mencurigakan, "maaf tuan ada berita dari kediaman besar dan dari nyonya besar" mendengar nyonya besar membuat yuan sejenak lupa dengan keberadaan neneknya.
"nenek.....?"yuan bertanya hanya dengan menyebut nenek, "ya tuan ada berita dari sana, katanya nyonya akan berkunjung ke sini untuk melihat tuan dan nyonya muda, "nenek ingin bertemu xixi.....? oh ya aku hampir lupa dengan nenek, untuk menghindari amukan nenek aku akan memperkenalkan xixi dengan sangat hati-hati" ucap yuan dengan santai, " anu tu tu tuuu tuaan"
pak go gugup dan ragu-ragu "ya ada apa lagi" yuan heran dengan sikap pak go hari ini, "nyonya besar akan ke sini langsung jadi tuan tidak perlu bersiap siap" ucap pak go dengan nada sedikit pelan, "ok bagus kapan itu" yuan senang tapi......"sekarang tuann, nyonta besar sedang dalam perjalanan ke sini, sekarang mungkin nyonya besar sudah menaiki pesawat dari london ke beijing mungkin sebentar lagi sampai"
__ADS_1
mata yuan mebelalak tersentak kaget dan sedikit membuka mulutnya, "apaaaa sekarannnggggg, pak go kenapa kau...." belum sempat yuan mengakhiri ucapnnya terdengar suara pintu terbanting pintu utama. (brakkkkkk)
suara pintu terbanting dari luar. "cucu sialan itu di mana, kenapa ia menikah tanpa mengundang ku, yuuuuuuuuuuuu di mana kamu keluar kau sekarang" suara nenek bergema di penjuru rumah "nenek sihir."