
"siapa anak ini yuyu.......?" jesi bertanya pada yuan tentang xixi yang muncul tiba-tiba dan bertanya, xixi melangkah dan mulai mendekati yuan dan jesi, ia tersenyum tapi syiratan senyum yang terlihat seperti sebuah ancaman buat yuan, ]yuan mulai panik dengan langkah xixi yang kian mendekat ke arahnya, sebelum xixi menjadi salah lebih lanjut yuan mencoba memecahkan situasi yang tidak di inginkan ini.
"ah ya xi dia jesi dia......!" sebelum yuan menyelesaikan kata-katanya xixi sudah memotong ucapan yuan dengan nada yang agak berbeda dan sebuah senyuman penuh tanda tanya muncul, "ah yuyu kau tidak perlu repot-repot memperkenalkannya pada ku, aku sudah di sini dan ada di depannya yuyu.....?" xixi lagi dan lagi tersenyum. "dia benar yu biarkan kami memperkenalkan diri kami masing-masing."
"ya dia benar yuyu........!" xixi mengejak dalam senyum palsu, jesi mengulurkan tangannya dan mencoba memperkenalkan dirinya pada xixi, lalu xixi pun merespon dengan sangat tenang dan penuh senyum ramah kemudian tangannya mengmbil tangan jesi dan mereka pun berjabat tangan. "hai adik kecil aku jesi teman terdekat yuyu dan teman masa kecilnya di london, kami tumbuh dan bermain bersama ku rasa kami cukup dekat semoga kita bisa menjadi lebih dekat juga."
"hmmmmm adikkkkk..........? ya sudah ku duga dan lihat kenapa ia hanya terdiam saja.......? kau mengecewakan ku yu........?" yuan yang mendengar dan menyaksikan perkenalan mereka segara memotong pembicaraan sebelum xixi membuat ulah. "tidak jesi dia dia bukan adik ku" yuan baru saja ingin menjelaskan setatus xixi tapi jesi memotong ucapanya.
__ADS_1
"aku tidak memanggil dan mengenalnya sebagi adik mu aku hanya memanggil dia adik kecil agar aku dan dia menjadi lebih dekat dan akrab saja yu."
"ia benar yuyu bairkan bibi jesi memanggil ku adik kecilnya, benarkan bibi jesi......? oh ya aku lupa meyebutkan dan memperkenalkan diri ku maaf atas ketidaksopanan ku bibi jesi."
"bibi..... bibi....bibi......? bocah ini.......................? sepertinya dia bukan bocah kecil biasa kenapa juga yuyu bisa dekat dan mau menjaga anak kecil ini, abaikan jesi abaikan ia hanya anak kecil buat diri mu menarik dan terlihat baik di depan yuyu, ingat jesi kau ke cina memang berencana mencari yuyu mu tapi tidak ku sangka akan bertemu secepat ini.....? jangan buang kesempatan ini dengan sia sia jesi."
"puftttttttt bibi.......! hahahahahahahah" yuan tertawa dengan panggilan bibi yang terlontar dari xixi, ia sangat ingat saat dirinya di pangil om-om oleh xixi, "he he he adik kecil aku tidak setua itu" jesi memasang senyum palsu, lalu jesi mengambil tangan yuan kembali dan merangkul ya di hadapan xixi "panggil aku jesi saja atau kaka jesi aku dan yuyu tidak jauh berbeda, usia kami dekat dan kami lebih dari dekat."
__ADS_1
"yupz."
"sedekat itukah apa kalian akan menikah.....?"
"hmmm anu hehe mungkin."
"apa maksud mu jesi......?" yan memprotes jawaban jesi yang asal itu, "hmmmm yu jangan marah aku hanya mengatakan apa yang mungkin bukan......? lagi pula kita sudah sangat dekat dari keci keluarga kita pun bersahabat, dan ya nenek.....! nenek pun pasti akan suka dan menyarankan kita menikah bukan, nenek selalu ingin mempunyai cucu perempuan bukan."
__ADS_1
"hentikan omong kosong mu itu, kau tau kau terlihat menjijikan dan terlihat sama dengan wanita lain."
"yu kenapa kau kasar sekali."