
xixi menjadi lebih penurut dan mengikuti nalurinya. "kau tau sungguh sulit untuk ku tidur nyeyak di samping mu, aku ini pria normal." yuan mengeluh dengan nada manja yang baru pertama kali xixi dengar, "hahh.....? maksud mu aku tidak normal tidur dengan nyeyak di samping seorang pria....?" xixi mengalihkan pembicaraannya seolah itu gurauan, "salah.... bukan pria tapi suami mu.....?"
blushhhh, wajah xixi langsung memerah, sejenak ia melupakan setatusnya, kini melupakan segala rasa sakit dan keintiman yang telah mereka rasakan semalam, xixi terdiam dan enggan untuk berdebat, karna ia pikir berdebat dengannya sama saja menggali kenangan memalukannya semalam, keterkejutannya pagi ini sudah membuat jantungnya memompa oksigen dan darah lebih cepat, xixi merasa ia sudah tidak sanggup untuk merasakn sensasi lebih dari ini.
di saat xixi sibuk dengan pikirannya yuan mengerak-gerakan tangan dan jari-jarinya di antara kulit xixi, sentuhan kecil yang tiba-tiba membuat keterkejutan xixi meningkat, xixi melekukan tubuhnya membuat tubuhnya seperti setengah lingkaran dengan mencondongkan tubuhnya kedepan.
tangan yuan berada di antra pinggul dan pusar xixi, merasa pundak xixi menjauh yuan merasa tidak suka dengan reaksi xixi, itu membuatnya menjauh dan sulit untuk mencium aroma dan tengkuk xixi, segera ia menghentikan gerakan kecilnya. menarik xixi dan memeluknya di antara pundak dan pinggangnya, dan yuan sama sekali tidak menyisakan celah di antara kulit telanjang mereka.
"ukhhhhh bisakah kau melepaskan ku.....? ini sungguh memalukan dan geli."
"apa nya yang memalukan.....?"
"anuu hmm itu ukhhh bisakah kau tidak bertanya dan hanya melakukan apa yang ku pinta."
__ADS_1
"TIDAK"
"kau kejam"
"apakah kau ingin aku lebih kejam dari malam pertama kita.....?"
"uuuuhh kenapa kau menghubung-hubungkan itu, aku membahas soal soa.........!?"
yuan menggenggam kedua tangan kecil xixi, memposisikan kedua tangannya berada di anatara atas kepala xixi, kanan dan kiri, yuan menghentikan ciumannya, lalu ia tersenyum melihat ekpresi xixi yang menggoda. "lihat lah betapa indah tanda-tanda yang ku buat pada mu, sepertinya masih banyak ruang kosong, dan seprtinya aku harus memberikan tanda lebih banyak lagi agar mereka terlihat cukup jelas bukan begitu istri ku........?" yuan memiringkan kepalanya dan tersenyum santai.
kata-kata yuan awalnya menggoda lalu di sertai dengan kata " tanda" dan "mereka " membuat xixi sadar dari keterkejutannya. membuat xixi meraskan hawa dingin di antara kulit di sekujur tubuhnya, menyadari yuan sudah di atas tubuhnya membuatnya kaget, mencoba menghentakan tangan yang ingin mendorong yuan dari atasnya. ketika memusatkan sedikit otot pada tangannya, xixi merasa ada sebuah tekanan yang membuat ia tidak bisa menggerakan kedua tangannya, menyadari gerakannya terkunci ia melotot ke arah yuan dan mencoba memarahi yuan.
"apa yang kau lakukan ukhh lepas kan tangan ku....!?"
__ADS_1
"di saat seprti ini kau menghawatirkan tangan mu.....?"
"apa maksud mu... ?"
"hmm tidak, hanya saja seperti nya aku merasa tangan mu lebih berharga dari tubuh indah mu."
"maksud mu aPP......?"
xixi menjawab dan menundukan kepalanya, perasaan dingin di sekujur tubuhnya kini telah terjawab, saking malu dan terkejutnya xixi tidak sanggup lagi untuk berteriak atau sekedar mengeluarkan suaranya. wajahnya pucat dan merlahan memerah seperti tomat rebus, yuan terkekeh melihat ekpresi baru yang ia lihat dari xixi.
"hehhe selamat makan....!"
"makan... makan.... makan apa aa aaa tidak yuuu yuaannnn."
__ADS_1