
dengan sejuta emosi yuan menahan amarahnya ketika menuju villa tengah hutan, di mana julia sudah di tangkap oleh anak buah yuan. nenek jihan lisa dan ibu xixi tetap setia menemani xixi yang sedang tergeletak koma dengan beberapa jarum dan selang kecil yang tertanam di tubuh kecil xixi, bunyi dentuman jantung yang terdenger menandakan keadaan xixi stabil tapi tetap tanpa reaksi, walau nyawa xixi selamat tapi xixi sedang koma akibat racun itu, jihan yang melihat adiknya tergeletak tidak sadarkan diri berusaha tenang walau dalam hatinya jihan mengutuk siapapun yang menyakiti adiknya.
"bu apa ayah tau keadaan xixi....?"
"ya, ibu sudah menelpon ayah dan memberi tau apa yang terjadi pada xixi hari ini."
"lalu....?"
"ayah sedang sibuk, setelah menyelesaikan beberapa urusannya ayah akan ke sini."
"bu ini sudah hampir tengah malam tapi mana ayah.....?"
"maafkan ibu."
"untuk siapa maaf ibu...? sudahlah bu lupakan."
julia di tangkap ketika ia ada di kediamannya beserta ayah dan kelurganya, tapi hanya julia yang di bawa ke tengah hutan oleh anak buah yuan sisanya jika yuan sudah puas menyiksa julia yuan berencana akan memenjarakan seluruh kelurganya dan akan mengungkapkan tentang penggelapan dana yang di lakukan keluarga julia.
ketika julia di tangkap julia panik, berbagai cara julia lakukan untuk mencoba kabur dan kabur mencari siasat dan akal tapi dengan pengawasan ketat julia hanya pasrah, ia tidak tau apa yang menimpanya dan siapa di balik ini semua, julia hanya bisa berdoa agar ia bisa selamat. di kediaman julia, rumah julia porak poranda oleh beberapa orang berpakian jas hitam yang mencari bukti-bukti kejahatan julia.
yuan memasuki villa sebelum yuan melangkah lebih dalam menuju tempat di mana julia di sekap langkah yuan terhenti dan menatap ruang kamar tempat ia dulu pertama kali membawa xixi yang pingsan di depan villanya, ia ingat di kamar itu ketika xixi sadar xixi memanggilnya dengan panggilan om, yuan menagkup wajahnya dengan satu tangan dan tertawa.
__ADS_1
"ha ha ha hahahaha."
tawanya perlahan berubah menjadi beberapa tetes air mata, membayangkan sosok xixi yang dulu mencari masalah dan pembuat masalah membuat hati yuan tertusuk ketika mengingat sampai detik ini yuan tidak menerima kabar jika xixi telah sadar, yuan mengalami guncangan batin, di satu sisi ia ingin selalu berada di sisi xixi menunggunya sadar dengan selalu menggenggam tangan mungilnya, tapi di satu sisi yuan tidak bisa membiarkan orang yang menyakiti xixi tertawa lepas dan bebas begitu mudah.
yuan menyekat sedikit air matanya yang jatuh akibat mengingat xixi di sekitar villanya dan kini matanya memerah penuh emosi, dengan amarah yuan melangkah maju memasuki gudang tempat julia di sekap, ketika yuan memasuki gudang wajah julia tertutup kain penutup wajah mulutnya tersumpal oleh kain, dan tangannya terikat menggantung ke atas, dan saat itu julia tengah tidak sadarkan diri.
"tuan ini."
salah satu pengawal memberikan sebuah plastik kecil ke yuan, dan ketika yuan menerima plastik itu matanya membulat dan membesar amarahnya semakin membara.
"bangunkan dia."
"baik tuan."
julia kaget dan memcoba bergerak tapi tubuhnya terasa aneh pandangnnya gelap tangannya tidak bisa bergerak, pergelangan tangannya pun terasa sakit, bahkan suaranya tidak bisa keluar, julai meronta dan mencoba menyentak-nyentakkan tubuhnya dan berusaha berteriak.
"hmmpp hmmmp hmmmp."
"buka penutup wajahnya."
"baik tuan."
__ADS_1
ketika penutup wajah di buka julia kaget dengan sosok yang pernah di lihatnya itu, julia yakin jika sosok itu adalah suami xixi, julia takut dan bingung mencoba bertanya dengan raut wajah panik yang tidak jelas.
"hmmpp hmmpp hmmmppp."
"buka penutup mulutnya, mari kita dengar kata-kata terakhirnya."
yuan tersenyum dengan penuh ancaman ke julia, julia menggigil dan dingin tapi perasaan dingin itu bukan dari tubuhnya melainkan tatapan suami xixi ke arahnya.
"apa yang kau lakukan lepaskan aku, atau aku akan memanggil polisi."
"polisi....? hanya itu kah yang kau keluarkan dari mulut busuk mu itu."
"ma maksud mu apa, lepaskan aku di mana aku dan apa yang mau kau lakukan pada ku."
"apa yang ku lakukan pada mu....? harusanya kau bilang apa yang telah kau lakukan ke istri ku....?"
"hahh apa yang kulalukan, aku tidak melakukan apa-apa pada xixi kau gila."
"ya aku gila dengan kegilaan ku ini aku akan dengan mudah membuat mu lenyap tanpa jejak layaknya gelembung udara."
julia ketakutan saat melihat ekpresi suami xixi yang mengancamnya dengan wajah penuh senyum itu.
__ADS_1