
setelah setatus xixi berubah menjadi istri sahnya yuan, selama tiga hari tiga malam xixi dan yuan hanya memeuk dan menghangatkan, saat malam yuan sangat berjuang menahan godaan demi mental istri kecilnya itu, setelah tiga hari aktifitas yuan dan xixi kembali normal, yuan kembali bekerja xixi kembali ke sekolah untuk menyelesaikan sekolahnya di akhir semester ini. matahari terbentang memancarkan sedikit sinarnya di pagi hari, alaram di atas meja berbunyi kenandakan waktu pukul emam pagi. yuan yang sudah lebih dulu bangun dari xixi keluar dari kamar mandi dan mematikan alaram yang terus berbunyi, "Sepertinya aku harus membuang alaram ini, jika bukan karna bocah ini merengek tetap di hidupkan aku pasti sudah meratakannya" yuan mengeluh saat mematikan alaram itu, dalam hatinya ia mengutuk jam itu, karna yuan sangat ingin membangunkan xixi tanpa xixi bergantung dengan jam bobrok itu.
melihat xixi yang masih terlelap tidur yuan tersenyum, "Yah sepertinya aku bisa membuang jam ini, lihat betapa ia masih tertidur nyenyaknya dengan kebisingn itu." yuan menunduk dan mencium kening xixi, berlanut mencium kedua mata xixi dan hidung xixi, merasa terganggu xixi mengibaskan tangannya dengan sedikit erangan mengeluh, gerakan melambai dan mengusir xixi lakukan untuk mengusir gangguan yang mengganggu tidurnya, yuan tidak menyerah dengan lembut yuan mencium bibir merah ceri itu dan dengan hentakan satu dua tida yuan menarik napas dalam-dalam dan meniup seluruh napasnya ke dalam mulut xixi, dalam sekali hentakn napas xixi terbangun dengan bola mata membesar.
"Hmmpp hmmppp"
yuan melepas bibirnya yang menempel di bibir xixi dan mulai menjauh dengan raut wajah yang tertawa puas melihat reaksi xixi yang tersentak, xixi terengah-engah dan sedikit batuk akibat hentakan yang tiba-tiba itu.
"apa yang kau lakukan dasar gila.....?"
yuan masih tertawa dan mencoba meredakan tawanya, merubah ekpresinya dengan pandangan serius yuan mendekat ke arah xixi selangkah demi selangkah, kali ini yuan mendekati xixi lagi dengan ekpresi berbeda, xixi yang melihat raut wajah yuan yang berubah mendadak tiba-tiba terdiam dan melupkan amarahnya, dengan senyum konyol xixi mendongkat dan menatap yuan.
"Apa.. apaa yang mau kau lakukan, hentikan jangan mendekat dengan ekpresi seprti itu."
keadaan terbalik saat ini xixi yang sedang ketakutan, melupakan amarah dan kantuknya yang tadi masih melekat padanya, xixi menutup matanya dengn sedikit anggukan kecil akibat takut. takk sebuah sentilan ringan mendarat di kening xixi.
__ADS_1
"Apa yang kau pikirkan cepat mandi hari ini kau masuk sekolahkan....? atau mungkin kau mau memperpanjang masa libur mu, jika mau aku akan menghubungi kepala sekolah mu."
dengan sekali hentakan kaki xixi loncat dari kasur dengan posisi tegap xixi langsung berlari ke kamar mandi, tanpa menjawab yuan xixi berlari kemar mandi dengan kecepatan yang ia punya pada langkah kakinya.
"Jangan berlari ke kamar mandi lantai licin kau bisa jatuh."
"Aku tau aku tau."
yuan menyeringai melihat semangat xixi yang akan kembali kesekolah, jauh di lubuk hati yuan, ia sangat ingin mencegah xixi kembali ke sekolah dan mengikatnya di sekitarnya, itu hanya pikiran konyol dan picik yuan pada xixi. nenek menunggu xixi dan yuan turun dari kamarnya, "Stuad panggilkan yuan dan xixi, apakah mereka sudah bangun" sebelum stuad mengiyakan printah nenek yuan dan dan xixi melangkah turun menuju meja makan, nenek melihat xixi bersenandung bahagia saat turun dari lantai dua.
xixi tersenyum dan menjawab pertanyaan neneknya dengan senang hati dan dengan mood yang bagus, "Aku akan kesekolah, aku rindu teman ku, dan aku akan beraktifitas dan menjadi remaja normal lagi seperti biasa." yuan mengerutkan alisnya dengan ekpresi masam yuan memandang xixi, "Apa maksud mu beraktifitas dan remaja normal lagi....?" xixi tersentak, dengan menahan ekpresi senyumnya "bukan apa-apa hehehe" xixi tertawa konyol, yuan menghela napas dan melupakan eluhan xixi yang tidak berguna.
"Baiklah cepat habiskan sarapan mu aku akan mengantar mu ke sekolah, aku harus ke kantor."
"Tidakk tidak, jangan mengantar ku, aku benci kehebohan, setiap kau mengantar ku aku selalu di tatap sinis oleh wanita-wanita yang mengutuk ku."
__ADS_1
"Apa urusannya dengan ku...?"
"kau.......!? tidak bisakah kau mengeti sedikit saja derita ku."
"harusnya kau bangga mempunyai suami kaya tampan seperti ku."
"ya ya ya tampan berkat kau level ku melihat orang menjadi tinggi, sepertiny mata ku tumpul akhir-akhir ini tidak bisa membedakan mana yang benar-benar tampan mana hanya bilang dirinya tampan.?
"Aku masuk golongan mana di mata mu....?"
"hmmmm entah tanya saja pada nenek."
"XIXIIIIIII."
nenek yang melihat perdebatan merek di meja makan merasa bahagia dengan suasana hidup di pagi hari ini. dan akhirnya yuan selalu memenangkan perdebatannya, yun mengantar xixi ke sekolah dengan mobilnya.
__ADS_1