
sontak xixi kaget dan membelalakan matanya. "kau.......!" xixi memutar wajahnya dan menatap yuan dengan perasaan marah bercampur dengan perasan malu, xixi tidak tau harus mengumpat apa untuk mencaci pria yang tidak tau malu ini, yuan tersenyum tanpa sepengetahuan xixi yuan sudah menarik selimut yang menutupi tubuhnya.
"bagus."
mendengar ucapan yuan membuat xixi sadar dari ilusi dan sejuta pikiran buruknya tentang pria yanh kini telah menjadi suaminya. xixi merasa dingin dan melihat tatapan yuan sudah tidak melihat ke arah matanya, mengikuti pandangan yuan xixi menoleh ke bawah tubuhnya. "kyaaaaaaaaaaaaaaa" seketika yuan menutup bibir xixi dengan telapak tangan yuan.
"berhentilah berteriak saat pagi, aku heran dengan hobi aneh mu itu tiap pagi membuat kuping ku sakit." xixi melotot dengan tatapan mencaci. "kau gila sejak kapan aku mempunyai hobi berteriak, dasar sinting harusnya kau tau kenapa aku berteriak setiap pagi kalu bukan karna berhadapan dengan pria mesum ini (gumam xixi)." yuan sadar tatapan xixi penuh yang arti.
__ADS_1
"berhenti mengutuk ku"
xixi sekali lagi membulatkan matanya dan bertanya tanya. "apa wajah ku mempunyai papan atau semacam ilusi yang terlihat, kenapa ia selalu tau apa yang aku pikirkan." yuan tidak mau membuang-buang waktu lagi, segera ia ingin melihat luka yang tersisa, sebelum matanya trun untuk melihat bagian itu, mata yuan bermain-main dan memperhatiakan jejak dan bekas tandanya.
"yup bagus sangat cantik."
puas memandangi maha karyanya yuan tanpa basa basi mengangkat satu kaki xixi ke pundaknya, menurunkan pandangannya ke **** ********** xixi. "yup tidak parah sepertinya hanya perlu di oleskan sedikit obat, tunggulah aku akan mengolesakan obatnya pada mu." xixi benar-benar merasa ingin menengelamkan tubuhnya di tanah, ia heran kenapa ia merasa malu sedangkan pelakunya sama sekali tidak mempunyai rasa malu dan batas wajar.
__ADS_1
"kelainan ya pria ini sinting (gumam xixi)."
puas meliha kondisi tubuh xixi yuan menurunkan kaki xixi dan membuka mulut xixi, dengan santai yuan menarik kembali selimut dan menutupi tubuh xixi. yuan menggeser tubuhnya dan duduk di tepi ranjang, bangun dan menghadap xixi, yuan berdiri menghadap xixi tanpa sehelai benang di tubunya xixi kaget dan menunjuk dengan gemetar bagian sensitif yuan.
"i i i iituuu tutup segera tutup." xixi melemparkan bantal ke arah yuan, sepontan yuan menangkapnya. "ada apa lagi dengan mu" xixi menutupi seluruh tubuhnya ke dalam selimut lalu berteriak, "tutupi tubuh mu itu." yuan terkekeh dengan reaksi xixi yang berlebihan, "buka lah dan lihat sepuas mu" yuan tersenyum mengejek ke xixi dengan rasa kejahilan yang tinggi.
"dasar sinting."
__ADS_1
"nanti malam kau juga akan melihatnya lagi dengan sangat gagah." xixi menutup kedua telinganya, "tidak tidak aku tidak mau dengar." yuan terdiam. merasakan keheningan xixi meraba-raba selimutnya dan meberanikan diri membuka selimut yang menutupi wajahnya. saat perlahan xixi membuka wajahnya, xixi di kejutkan dengan keberadaan yuan yang tepat di depan wajahnya. yuan langsung mencium bibir merah xixi dalam keterkejutan xixi.