
jam istirahat jo langsung ke kelas julia dan menemani julia untuk bertemu dengan xixi, senyum menghina keluar dari bibir julia, "lihat jo betapa semangatnya diri mu, kau sama dengan xixi sangat menjijikan." dengan senyum penuh kepalsuan julia beramh tamah kepada jo, julia tidak menyimpan dendam dengan jo tapi julia membenci sikap jo terhadap xixi, julia berencana membuat xixi dan jo dekat, julia sangat ingin membuat hubungan xixi dan suaminya renggang dan retak, bahkan julia menyukai gagasan mantan istri muda dari pengusaha terkaya, julia tersenyum atas sebutan yang ada di dalam pikirannya.
saat jam istrirahat xixi dan lisa berencana untuk makan di kantin sekolah tapi ketika xixi dan julia hendak meninggalkan kelas di luar kelas ada jo dan julia yang menyapa dan menghampiri mereka, lisa tersenyum saat melihat kehadiran jo tapi senyumnya musnah ketika ia melihat sosok tak kasat mata di samping jo, lisa mengabaikan julia, melihat lisa mengabikannya julia tidak peduli karna tujuannya bukn lisa.
"hai xi sudah lama, apa kabar mu" ucap jo ketika melihat xixi, julia yang menyaksikan keramah tamahan jo merasa mual, julia pun tetap menjaga ekpresinya layaknya artis yang mahir berecting, julia memasang raut wajah hawatir mendekati xixi dan menggenggam kedua tangan xixi, dengan raut wajah hawatir julia berhasil membuat acting yang sangat sempurna.
"xixi ap kabar mu, tau kah kau aku sangat hawatir dengan mu, kau sudah lama tidak masuk apa kau sakit... ?"
melihat julia yang hawatir xixi merasa tersentuh akan tetapi tidak bisa di pungkiri xixi tetap merasa risih atas perubahan julia padanya. yah bagaimanapun xixi tidak tau semua kejadian sial julia di lakukan oleh yuan yang kini telah menjadi suaminya, xixi tersenyum tetap menjaga jarak dengan julia bagaimana pun julialah yang membuatnya tersesat di hutan dan masuk kerumah sakit.
dari hati kecil xixi ia sangat berterimakasih oleh julia karna ia yang membut dua moment yang berkaitan dengan pertemuan dan kedekatan ia dan yuan, tapi cara itu terlalu beresiko tentang nyawanya jadi xixi enggan berterus terang tentang hal baik yang di lakukan julia padanya, xixi lebih memilih agar julia tidak tau apa-apa tentangnya dan yuan, xixi dekat dan mau berteman dengan julia bukan karna ia percaya dengan perubahan julia, xixi hanya merasa iba atas apa yang terjadi pada julia, mengalami kebangkrutan di tinggalkan tunangannya bahkan teman-teman wanita yang dulu selalu ada di sekitarnya entah kemana.
__ADS_1
"umm aku baik-baik saja sedikit absen untuk sesuatu yang menyenangkan."
"apa itu xi bisakah kau menceritakannya pada ku" tanya julia dengan semangat.
xixi melirik jo dan enggan untuk menjelskannya, entah kenapa xixi tidak nyaman dengan pandangan jo kepadanya ia juga merasa tidak nyaman ketika mengingat kejadian trakhir dulu saat ia berteriak dan meninggalkan jo saat yuan melihat kejadin tidak di sengaja itu. melihat xixi yang sedikit mengabikanya membuat jo tidak nyaman tapi ia juga enggan untuk menjauh.
"ada apa xi kenapa kau tidak menjawab pertanyaan sepupu ku, apa kau tidak nyaman dengan keberadaan ku."
"akh tidak tidak, tidak seperti itu."
julia hanya tersenyum dan mengangguk-anggukan kepalanya, lisa yang sekilas melihat maksud tersembunyi julia merasa curiga dan lebih waspada memperhatikan raut wajah julia yang berubah-ubah tidak natural, merasa kedekatan xixi dan julia membuat lisa tidaknyaman dan selalu merasakan hal berbahaya untuk xixi, lisa menarik tangan xixi.
__ADS_1
"baiklah jo julia kami ke kantin duluan ya." lisa tersenyum dan bergegas menarik xixi agar cepat menjauh dari julia, dan lisa tidak bermaksud menjauh dari jo hanya saja lisa tidak mau kejadian saat jo dan suami xixi di depan sekolah lalu terulang kembali, jadi lisa lebih memilih menjaga xixi dan membuat jarak aman untuk xixi terhadap jo dan julia.
julia merasakan lisa dengan sengaja membuat jarak antara ia dan xixi, julia tentu saja menolak membuat jarak, karna itu akan menghambat rencana-rencananya. awalnya julia hanya ingin merusak hubungan xixi dan suaminya dengan memanfaatkan jo tapi melihat lisa yang sadar dan dengan sengaja membuat jarak antara ia dan xixi membuat julia menarik idenya itu, saat ini jo sudah tidak di perlukan lagi, kali ini julia akan langsung mengambil cara instan untuk mencelakai xixi.
"wah kebetulan bagaimana jika kita makan bersama di kantin kebetulan aku dan jo belum makan siang, bagaimana apa kau mau xi."
lisa kaget dan tidak bisa menolak atau menghindari ajakannya, xixi pun tidak mungkin menolak ajakan julia dan jo.
"umm baiklah mari kita makan bersama."
"oh ya hp ku, anu jo bisakah kau duluan dengan xixi dan lisa ke kantin nanti aku menyusul, aku ingin mengambil hp ku yang tertinggal di kelas."
__ADS_1
"hmm baiklah jangan terlalu lama, susul kami."
"baik."