istri kecil ku

istri kecil ku
merubah opini


__ADS_3

xixi melihat tatapan membeci jesi padanya, saat melihat jesi menatapnya xixi menatapnya kembali lalu ia tesenyum membuat jesi kehilangan tekanannya sesaat. "maafkan  aku bibi sepertinya ada keslahpahaman di antara kita sebelum itu aku akan menjelaskan sesuatu sebelum ke inti pembicaraan kita."


jesi mendengarkan dan melirik yuan yang diam tanpa merespon atau membenarkan mereka yang sedang berdebat, lalu jesi tersenyum dan puas melihat respon yuan yang acuh. dengan percaya diri dan sombongnya jesi menyilangkan tangannya dan berbicara dengan nada sombong "lanjutkan."


xixi yang melihat sikap jesi yang sombong dan seolah lupa apa yang baru saja ia perbuat terhadapnya merasa jengkel dan muak, xixi diam sejanak dan menarik napas ia mencoba bersabar dan melanjutkan kesenangannya dalam membuat drama menarik.


"baiklah bibi pertama-tama kau hanya teman masa kecil yuyu mu tidak lebih jadi hentikan hayalan mu itu padanya, kau tau bibi kau terlihat menjijikan dari pada wanita-wanita yang melihatnya di jalan hmmm mungkin kau lebih cocok di sebut lebah tua" jesi tersulut emosi dengan hinaan xixi yang tanpa basa-basi menghina nya di depan yuan " kauuuuuu lancang " jesi mulai mengangkat tangan nya dan mencoba meleparkan tangannya kewajah xixi, dengan sekuat tenanganya jesi mencoba menampar xixi atas hinaan yang dia terima.


sebelum tamparan itu mengenai wajah mungil xixi yuan berusaha menangkap tangan jesi dengan wajah panik, sebelum yuan menangkap tanagan jesi xixi lebih dulu menagkap pergelangan tangan jesi menggenggamnya dengan erat dan menghempaskannya.

__ADS_1


xixi tersenyum melihat jesi terhempas dan memegang pergelangan tangan nya yang ia genggam dan hempasan tadi "hehh." melihat ejekan xixi terhadap nya membuat jesi sepeprti orang bodoh, " pftttt" jesi melihat asal suara tawa barusan itu berasal dari yuan.


jesi benar-benar merasa malu dan terhina lalu jesi melihat sekeliling mereka sudah menjadi tontonan publik, melihat keramian yang ada jesi memanfaaatkan situasi mencari masa dan dukungan dari orang-orang di sekitar.


jesi mundur dan menghamoii yuan memeluknya dengan paksa dan menangis tersedu-sedu" yuu kau lihat gadi itu menyakiti ku ia sungguh tidak tau diri padahal ia masih kecil tapi ia menghina ku kenapa nenek mengadopsi gadis tidak tau diri ini"


saat jesi terjatuh opini publik menyerangnya lagi. "heiii bukankah ia pacarnya kenapa demi anak adopsi ia melempar pacarnya sendiri, sebenarnya ada apa ini" bahkan beberapa orang mencibir yuan dengan tatapan yang aneh. "pria itu sugguh buta" dan beberapa wanita yang mengenal identias yuan beseru memperingatkan siapa yang baru saja mereka hina "tutup mulut kalian apa kau tidak mengenali pria itu , ia adalah oh yuan oh yuan kau ingat."


dalam keterkejuan beberapa orang xixi tersenyum dan  segera menyerang balik jesi, xixi mendekat dan meraih yuan memekasanya melepas baju yuan "apa, apa yang kau lakukan xi, hentikan akubisa sendiri membukanya untuk mu" xixi  cemberut dan tetap memaksa yuan melepas bajunya dengan paksa.

__ADS_1


setelah xixi berhasil melepas baju yuan dengan paksa mata para gadis melotot tajam ke arah tubuh yuan. yuan hanya memakai baju putih tipis di dalam baju lengan panjangnya, membuat lekukan dan otot tubuh dan otot tangannya terlihat jelas. memancing setiap hasrat seksual para wanita.


xixi ingin marah dan menutupi apa yang sudah menjadi miliknya tapi saat ini xixi lebih memilih bersedekah atas apa yang ia miliki saat ini, ia tidak keberatan berbagi pemandangan dengan para gadis yang menatap yuan penuh napsu untuk saat ini saja.


xixi mengendus baju yuan dan xixi mencium parfum wanita yang berasal dari jesi, xixi tersenyum dan melempar baju yuan ke tanah. "uwekkkk banyak kuman dan bakteri, kau tidak keberatankan baju ini aku buang" yuan tersenyum lembut dan kembali mengelus kepala xixi laku mencubit pipi mungil xixi. "apapun untuk mu sayang membeli baju ataupun mallnyapun akan ku belikan untuk mu" xixi tersenyum dengan sangat manis.


lalu ia menoleh ke arah xixi dan tersenyum manis " sepertinya suami ku sungguh kaya bukan bibi jesi.....? ia sungguh mencintai ku dengan suami yang begitu menyayangi ku ini tidak mungkin aku biarkan TEMAN ATAU BIBI TUA INI SALAH PAHAM atas setatus ku bukan. oh ya aku memang baru di keluarga OH tapi aku bukan anak angkat bibi jesi maafkan aku yang membuat mu salah paham dan membuat mu berharap terhadap suami ku ini."


xixi tersenyum penuh kemenangan untuk hal ini ia merasa puas sangat-sangat puas, "kau tau bibi jesi seperti kata mu wanita hina ini telah menghina wanita yang lebih hina, hmmm mungkin saat ini kau terlihat lebih menjijikan bukan begitu....!? hmmmm apa kau setuju pendapat ku....?."

__ADS_1


__ADS_2