istri kecil ku

istri kecil ku
cemburu dan bahagia


__ADS_3

yuan melangkah menuju mobilnya, xixi masih menutup wajahnya yang memerah karna malu, lalu yuan menghetikan langkahnya setelah beberapa langkah meninggal kan jo julia dan lisa, yuan sedikit menoleh dengan posisi badan masih menghadap mobil, matanya menyipit dan mengancam yang tertuju pada julia, julia kaget dengan tatapan pria itu yang menatapnya penuh dengan amarah.


"oh tidak jangan-jangan dia tau" gumam julia dalam hati. lalu yuan melangakah lagi menuju mobilnya, sambil menatap xixi yang menutupi wajahnya yang sedang malu. julia gemetar dan jatuh lemas dengan tatapan mengancam yuan, tubuh nya dingin dan lemas akibat ancaman yang tak terduga. yuan membawa xixi masuk ke dalam mobil. xixi melupakan keberadaan lisa dan julia lalu meninggalkan mereka berdua bersama yuan. jo hanya diam terpaku dengan ucapan xixi dan tindakan mereka berdua. lisa kagum dengan apa yang ia lihat, walau lisa sedikit menyesali dirinya sendiri karna tidak bisa terlibat dengan kejadian yang menebarkan tadi.


 


kembali di saat sebelum pengakuan xixi yang tak terduga. mendekati sekolah xixi mata yuan sudah mengenali sosok gadis kecil yang berdiri di antara orang-orang yang belalu lalang di depan gerbang. "gadis pintar"

__ADS_1


yuan senang xixi menurut padanya, bahkan ia mau menunggu kedatangannya untuk menjemputnya. di saat mobil mulai mendekati, yuan yang tidak bisa melepas pandangannya dari xixi , mengenali satu sosok gadis di sampingnya yang ia rasa sosok itu sangat mengganggu.


"hmm aku tau lisa yang sering bocah itu sebut tapi wanita itu (melihat julia) kenapa bisa bersama bocah itu , apa ia lupa akibat siapa dia masuk rumah sakit." yuan memperhatikan julia tanpa sadar ada sosok pria di samping mereka, saat julia melangakah dengan sengaja mendorong jo ke arah xixi. mata yuan membulat dengan penuh amarah, melihat pria lain memegang dan mencium kening nya, emosi nya meluap-luap .


ia tau sedang marah dan cemburu tapi kecumburannya tidak beralasan, dengan sadar yuan melihat apa yang terjadi "cih rubah" dengan suara kecil yuan mengumpat julia, yuan turun dari mobil dan mulai menghampiri xixi, tapi keterkejutan yuan tidak berakhir begitu saja, tangan pria itu dengan lembut membelai kepala xixi yang biasa ia lakukan pada xixi.


dengan berkata kasar, menarik dan memukul ku secara hina merupakan sesuatu yang fatal dan akan ada akibatnya. wajah ku memar dan bibir bawah ku mengalir darah segar, aku mengelap darah yang mengalir itu dengan ibu jari ku, di saat aku penuh amarah dan ingin membalas nya 100 kali lipat, xixi panik melihat ku, tangan nya dengan lembut memegang wajah ku yang memar, melihat reaksi xixi aku mengurungkan niat ku untuk membalas bocah sialan itu.

__ADS_1


xixi mengamuk penuh emosi ke bocah itu, dan hal yang tidak terduga oleh ku terjadi, xixi mengatakan aku suaminya dan ia mencintai ku besereta nyaman dengan ku. hati ku menggebu gebu bahagia di buatnya, aku menunduk menutupi wajah malu yang di sertai ekpresi bahagia. cinta....... suami......nya.....? akhhhh pikiran ku sejenak mengulang pengakuan xixi yang tidak terduga, aku tidak pernah mengira ia akan mengatakan itu dengan lantang.


melihat sifat nya yang kekanakan membuat ku membuang asumsi ku kepada xixi jika ia tidak akan mengakui perasaannya kepada ku seumur hidupnya, aku hanya berpikir cukup hanya aku saja yang mengakui jika aku yang terpikat oleh gadis bodoh ini, tapi kini perasaan ku terbalaskan walau bukan ungkapan dari hati kehati. karna pengakuannya di landasi oleh emosinya, tapi itu sudah berhasil membuat ku bahagia tidak terhingga.


aku bangun dan memeluknya dengan erat dari blakang, ia sedikit meronta dan mengeluarkan ekpresi malu, sepertinya ia sadar dan lupa dengan tindakan spontannya, melihat bocah itu rasa kekesalan ku masih ada tapi tidak bisa di pungkiri jika bukan karnanya xixi tidak akan mengakui perasaannya.


jadi aku cukup merasa berterimkasih olehnya dalam hati ku, walau aku juga tidak bisa menerima sentuhan pria lain ke milik ku yang paling berharga. saat mendekati mobil aku hampir lupa. menoleh dan menatap mengancam ke gadis yang dengan sengaja mendorong pria lain ke xixi. aku membencinya sangat membencinya, lalu kami pun berada di dalam mobil.

__ADS_1


__ADS_2