istri kecil ku

istri kecil ku
sosok yuan


__ADS_3

xixi benar-benar ingin menangis saat ini, tapi ia berpikir realistis. aku bukan gadis lemah aku bukan wanita bodoh hentikan menuang minyak pada api yang berkobar bibi tua sialan, kau ingin bermain maka aku akan ikut permainan mu. yuan benar-benar bingung melihat xixi terdiam saat itu ia ingin sekali menangkap dan membunuh jesi saat itu juga.


jesi semakin menggila dan terus memperkeruh keadaan antara yuan dan xixi, "yu lihat bocah itu hanya terdiam, sepertinya ia tidak paham arti kehangatan tubuh" jesi mengeluarkan senyum mengejek seolah ia belum puas atas semua perkataannya. yuan muak dengan segala ucapan yang keluar dari mulut jesi, yuan menatap jesi dengan tajam dan melangkah mendekati jesi dengan tatapan dingin tidak perperasaanya yuan mencekik jesi.


jesi tersentak tangannya mencekam lengan yuan yang sedang mencekik lehernya, jesi memberontak memukul-mukul dada yuan mencengkram pergelang tangan yuan, jesi terus meronta-ronta untuk lepas dari cengkaraman yuan, mata jesi sudah mulai begelinang air mata merasakan sakit yang mencekik lehernya napasnya sudah sangat sakit dan berat pandangannya sudah mulai kabur dengan sedikit kekuatan dan tenaga terakhirnya, jesi hanya memohon dan mengemis belaskasihan yuan padanya.


"yuyu maaf... hukkk uhgg yu maafkan aku. aku ti tidakk" yuan tidak menggubris permintaaan jesi pandangan mata yuan sangat dingin seolah yyang di hadapnnya memang sudah tidak bernyawa. xixi hanya diam melihat yuan melakukan kekerasan, xixi hanya berpikir jika yuan tidak mempunyai niat serius untuk membunuh seseorang, tapi lama kelamaan xixi mempunyai firasat buruk.

__ADS_1


melihat yuan yang mengabaikan permohonan maaf jesi yang sudah mulai terlunglai lemas membuat xixi takut dan panik. takut melihat sosok yuan yang baru ia lihat dan panik mencari cara mendekatinya untuk menyelamatkan jesi. bagaimana pun xixi tidak mau jika yuan sampai membunuh jesi karna dirinya atau hanya hal sepele, yuan akan menjadi seorang pembunuh dan ia akan jadi istri pembunuh.


xixi takut tapi melihat jesi yang sudah memohon membuat xixi iba dan memberanikan dirinya untuk maju dan menghentikan yuan, xixi memegang tangan yuan yang sedang mencekik jesi dengan satu tangannya dan satu tangannya lagi memegang pipi yuan membuat yuan agar melihatnya, "yuu hentikan" yuan masih tidak terkontrol dan tetap menjaga tenaganya pada tangannya mengabaikan sentuhan dan panggilan xixi.


keadaan jesi semakin menghawatirkan xixi semakin panik lalu memukul kedua pipi yuan dengan ke dua tangannya, plakkkkk suara pukulan ringan dari kedua pipi yuan membuat yuan mebelalakan matanya "yu hentikan lihat aku, lihat aku" xixi berteriak ke yuan yang sontak membuat yuan menunduk dan melihat xixi. "lepaskan dia, lihat aku tolong demi aku lepaskan dia, jangan bersenang-senang tanpa ku, aku juga ingin menyiksanya bolehkan."


yuan tertawa ringan dengan senyum lembutnya, "gadis pintar kau sudah paham jadi jangan berpikir buruk tentang ku, berjanjilah apapun yang orang lain katakan tentang kau yakin lah hanya kau istri ku saat ini dan sampai akhir nanti" xixi tersenyum mendengar ucapan manis yuan, ia sadar yuan tidak akan pernah semanis dan setakut ini untuk mejelaskan situasinya.

__ADS_1


ini semua karna jesi yang membuat yuan tidak terkendali, xixi yakin bukan hanya dia saja yang muak dengan jesi tapi yuanpun sudah muak dengan omongkosngnya. aku tau bibi sialan itu memang sebuah parasit, dan soal aib semua orang pasti punya masa lalu dan kisahnya masing-masing dan tidak akan ada seorangpun yang mau jika masa  lalu yang ingin di lupakan di ungkit dengan lantang oleh orang lain terutama diri ku yang cukup tau tentang itu.


"bodoh aku memang istri mu jadi apa kau meragukan ku untuk melawanya, jangan bersenang-senang sendiri" yuan mengelus kepala xixi dengan lembut, "ya aku tau, maafkan aku sekarang lakukanlah sesuka mu dan yakinlah apapun resikonya aku akan selalu melindungi mu, karna aku suamu mu, maka lakukan dengan cepat dan mari kita lanjutkan sarapan kita yang tertunda, bukankah kau sudah sangat lapar dan kelelahan akibat semalam" yuan mengeluarkan senyum mengejek ke xixi. wajah xixi memerah malu, hampir saja xixi lupa apa yang ia ingin lakukan dan gara-gara jesi mood makannya hilang, xixi tidak mau hanya krna jesi ia kelaparan siang nanti, "ya aku tau."


di saat itu jesi terbatuk-batuk saat uan sudah melepaskan tanganya, di saat yuan melepaskannya jesi melihat adegan menjijikan yang sangat menis, itu membuatnya semakin muak dengan keberadaan xixi mengamati xixi yang di sambut lembut oleh yuan membuat jesi benar-benar takut, yang ia takutkan itu jika xixi memang benar-benar istri sah yuan, lalu untuk apa ia ke cina dan untuk apa ia belajar bahasa mandarin, menjaga tubuh dan wajahnya, yang sangat ia sesali.


untuk apa ia menjaga yuan dari gadis lain saat di london jika yuan tidak pernah meliriknya dan tidak bisa menjadi miliknya "tidak tidak ya tidak mungkin yuan tidak tertarik oleh ku, ya ya semua karna bocah itu. bocah itu pasti telah menggoda yuan dengan penamilan yang masih mudanya, dan mungkin saja gadis itu bukan hanya menggoda yuan ya paasti banyak pria yang sudah di godanya, ia pasti hanya ingi mempunyai dedy sugar yang menjaga dan memenuhi segala kebutuhannya, dasar licik."

__ADS_1


"ha ha ha hentikan bersikap manis di depan ku, hei bocah berapa pria yang kau goda untuk kau jadikan dedy sugar mu haaa, hahaha sungguh gadis murahan" mendengar ucapan jesi membuat yuan tersulut emosi lagi, dan tentu saja xixi menghantikan yuan sebelum bertindak gegabah lagi.


__ADS_2