
kejadian tadi membuat ku sedikit frustasi, entah siapa lagi yang akan mengganggu hidup ku nanti ke depan, ayolah aku hanya remaja yang di paksa puber, menyebalkan selalu di tindas dan di ganggu oleh orang lain yang menganggap keberadaan ku saja sudah salah, sedangkkan aku sendiri tidak tau kesalahan apa yang ku perbuat, yang jelas aku sangat tau satu hal pria yang telah menjadi suami ku ini adah pria yang keberadaanya saja pun penuh dosa.
aku memandang yuan yang sedang membawa ku di lengannya sangat mudah, aku sudah tidak peduli dengan pandangan orang-orang yang tajam melihat dan menilai ku sesuka hati. sugar daddy.......? biar saja mereka menilai ku seperti nenek sihir itu, ku yakin di saat mereka mencemooh ku dalam hati mereka pasti sangat iri, biar saja mereka iri aku sangat suka menuangkan minyak di dalam kobaran api.
ini oh yuan suami ku dan aku nyonya ohnya, mereka tidak layak di bandingkan dengan ku, mungkin aku terkesan sangat sombong dan menyebalkan tapi aku sungguh-sungguh tidak peduli penilaian mereka terhadap ku saat ini setelah mereka melihat adegan-adegan kami layaknya seperti menonton sebuah drama yang penuh dengan kritikan, lagi pula siapa jesi...? hanya seorang teman dan aku istrinya jelas aku nomor 1 saat ini.
aku mengeratkan kedua tangan ku di leher yuan, harus ku akui aku sangat menyukai aroma maskulin dari tubuh yang tercium di antara lehernya itu. aku akan bertanya nanti parfum apa yang ia kenakan dan aku akan merekomendasasikannya untuk kaka, tapi jika di pikir-pikir aku juga tidak mau berbagi aroma pria ini ke orang lain tapi aku sungguh penasaran.
"hei parfum apa yang kau pakai" yuan menunduk dan melihat ku yang sedang berada pada lengannya, ia tersenyum dan menjawab ku denganĀ senyum mengejek, "kenapa kau bertanya, apa kau menyukainya....? parfum ini hanya aku yang pakai dan ini di buat khusus untuk ku, dan kamu akan menjadi orang satu-satunya yang dapat menciumnya langsung dari tubuh ku."
__ADS_1
tentu saja jawabannya membuat wajah ku memerah dan terbakar, aku menunduk dan terdiam, aku sungguh enggan bertanya atau berdebat dengannya lagi semua kata-katanya melebihi level playboy. meninggalkan lobi hotel sebuah merwah mobil sudah terparkir di depan pintu masuk hotel, tentu saja aku bisa menebak mobil mewah siapa itu, tapi yang jadi pertanyaan ku.....? sejak kapan yuan memanggil sopir sedangkan aku saja baru meminta pulang di saat kejadian tadi. yuan menurunkan ku di dekat mobilya.
"kau bisa kembali dengan taxi, aku akan membawanya sendiri dan sedikit membawa istri ku jalan-jalan" ucap yuan pada sopir yang telah membukakan pintu mobilnya, "baik tuan" ssopir menjawab dan menyerahkan konci mobilnya pada tuannya, " bilang pada nenek jika aku dan istri ku akan pulang telat jangan menunggu kami, aku tidak bisa menjamin kapan kami pulang."
"baik tuan"
mendengar kata-katanya membuat ku bertanya-tanya, "kita mau kemana...?"
"hmmm baiklah tapi sebelum itu, bisakkah kau mengantar ku membeli obat..?
__ADS_1
"obat....? kau saikit apa yang sakit jika kau sakit kita akan langsung ke rumah sakit oke."
"tidak, tidak perlu aku hanya ingin ke apotik untuk membeli sebuah salep dan pil kontrasepsi."
"pil kontrasepsi...?" raut wajah yuan sedikit kaget dan menegang ia tau xixi masih sangat muda *** ia juga sadai ingin sekali mengikat xixi dengan keberadaan anak.
"yah jadi bisa antar aku ke sana dulu."
"haruskah....? apa kau tidak ingin melihat anak yang lucu, mirip dengan mu dan aku" yuan benar-benar berharap xixi mau mewujudkannya.
__ADS_1
"tidak, kau sudah berjanji pada ku, bukan berarti aku tidak mau tapi aku hanya belum siap tolong mengertilah aku."
"baiklah" dengan nada kecewa yuan mengiyakan permintaan xixi, bagai manapun ia sudah membuat janji itu sebelum mendapatkan persetjuan menikah.