istri kecil ku

istri kecil ku
malu


__ADS_3

xixi melihat yuan sedikit gemetar, xixi tidak membenci yuan justru ia terlalu nyaman berasama yuan. "hentikan hayalan mu om" yuan menoleh dan menatap xixi dengan mata membulat. "om.....?" yuan bertanya dengan heran prihal panggilan om itu, "ya om om mesum genit konyol yang selalu menggoda ku." yuan memiringkan kepalanya dan mengangkat kedua pundaknya dengan heran, xixi terkekeh melihat keheranan yuan .


"kau masih ingat saat kau menemukan ku di hutan.....?" yuan menganggut menandakan ia mengingatnya dengan sangat jelas. "apa kau juga ingat saat aku memanggil mu om om atau menanyakan di mana istri mu saat berada di villa tengah hutan." mata yuan menyipit alisnya berkerut menandakan ia heran dan kesal dengan pertanyaan xixi,


kenapa bocah ini membahas itu, gumam nya.


xixi tersenyum ia mengelus tangan yuan yang sedari tadi memegang tangannya dengan sangat lembut dan hati-hati, lalu ia melepaskan tangan yuan, xixi bangun dari kasur berdiri berhadapan dengan yuan yang sedang duduk di di tepi kasur. xixi tersenyum lalu melompat pada yuan, duduk dalam pangkuan yuan kedua tangan xixi merangkul leher yuan, xixi memberanikan diri melompat dan memeluknya, lalu xixi berbisik ke telinga yuan.

__ADS_1


"om aku bertanya di mana istri om dan kini aku tau, istri mu ada di pangkuan dan pelukan mu." jantung xixi hampir copot dengan pernyataannya sendiri, ia memeluk yuan dengan erat dan menutupi wajah memarahnya pada yuan dalam pelukannya. yuan terdiam dalam dan antara tidak percaya dan percaya, bocah nakal ini dengan lembut dan manja menyatakan bahwa ia istrinya, dengan ekpresi kaget di sertai bahagia yuan memeluk xixi kembali dengan sangat erat.


yuan gemetar. "tapi tadi kau bilang perasan mu....?" xixi masih menutupi wajah malu nya dengan tubuh yuan. "aku tidak bilang apa-apa, kau yang mengasumsikannya dengan hayalan mu sendiri" xixi menjelaskan perlahan pada yuan, "lalu kenapa..... apa perasan mu.....?" yuan bertanya dengan raut wajah serius. "aku hanya bingung bagai mana mengekpresikan perasan ku, sepertinya aku terlalu lama bersama mu sehingga menjadi sesat dan berani."


yuan mengelus rambut xixi dalam pelukannya. "bodoh justru bagus, kau semakin mirip dengan ku" xixi tidak mengelak kata-kata yuan, ia menyadari bahwa ia merasa sikapnya yang dulu berangsur berubah dan berani, awalnya ia benci mengakuinya tapi kini ia justru beruntung, dengan perubahannya perlahan ia merasa bebas dan hidup tidak seperti dulu saat masih di rumah.


"hentikan kau gila" yuan menunduk heran meihat xixi mengendus marah. "kenapa kau tidak ingin menikah dengan ku....?" xixi masih dengan wajah malunya di sertai dengan sedikit ekpresi marah dan jengkel. "kau ingin orang lain menertawakan ku saat datang mendaftarkan pernikahan dengan baju tidur." xixi menrik napas lega atas tindakan konyol yuan padanya.

__ADS_1


"baju tidur.....?" yuan menihat seluruh tubuh xixi yang terangkat dalam pelukannya, ia merasa konyol dan mentertawakan kebohannya sendiri, ia begitu bersemangat hingga lupa situasi, yuan menurunkan xixi dari pelukannya menepuk nepuk rambut xixi dan mencubit pipi xixi. "mandi lah dan jangan memakai makeup tebal, aku ingin melihat kecantikan alami mu di buku nikah kita nanti."


xixi tidak menjawab ia berlari dengan wajah merah demam ke dalam kamar mandi, ia menutup pintu kamar mandi dengan tergesa gesa tanpa menoleh ke arah yuan, bersandar di balik pintu, kaki xixi lemas dan jatuh perlahan ke lantai dengan posisi duduk. xixi menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, "gila gila aku tidak percaya aku mengatakan itu dan lihat betapa lembutnya dia saat aku menyatakan perasan ku."


xixi selesai dengan ritual mandinya di kamar ia berjalan ke arah ruang pakaian, mata langsung tertuju ke salah satu baju putih soft fengan panjang sebetisnya. ia ingat baju ini tidak ada kemarin, ia diam dan langsung paham,


"ternyata yuan yang menyiapkan ini" ( xixi tersentuh dengan perhatian yuan ) xixi turun dari lantai dua di bawah ada nenek dan yuan yang sedang menunggu xixi, yuan melangkah maju penuh senyum kelembutan tangannya menunggu xixi meraih tangannya, xixi tersenyum malu di hadapan yuan dan nenek. "oh ya ampun betapa cantiknya menantu cucu ku ini, kau sangat cantik xi hari ini."

__ADS_1


"apa maksud nenek, dia cantik tiap hari hanya saja untuk hari ini dia begitu bersinar." mata yuan di penuhi dengan madu yang mengalir,  manis sangat manis sehingga orang lain yang mendengarnya merasa ingin muntah, seluruh orang yang ada di kediaman itu melebarkan rahangnya saat yuan mengeluarkan kata-kata aneh yang seperti bom kejutan untuk siisi rumah besar itu.


__ADS_2