istri kecil ku

istri kecil ku
cucu perempuan


__ADS_3

awalnya xixi merasa kecewa dengan yuan tapi melihat reaksi yuan yang tidak suka dengan ucapan jesi membuat xixi merasa puas dan semakin percaya diri untuk terus bermain. ya saat ini xixi sedang bermain main dengan jesi, xixi memang gadis polos tapi ia tidak sepolos itu yang mudah untuk menangis atau terintimidasi oleh wanita lain, xixi sadar wanita yang ada di hadapannya ini jauh lebih sempurna darinya.


dengan tubuhnya yang ramping kaki ramping tubuh tinggi dada dan bokongnya pun terisi penuh, berbeda dengannya yang terlihat seperti gadis polos, sedangkan jesi lebih terlihat sexy dan dewasa lebih cocok bersanding dengan yuan dari pada dirinya. "hei ada apa dengan sifat tidak percaya diri ku ini, seperti bukan diri ku saja lagi pula aku ini sudah sah menjadi istrinya dan lagi pula siapa dia....? teman ya hanya teman kok huhhhh."


"sudah sudah yuyu jangan marah dengan bibi jesi ia hanya berkata dengan jujur ko, lagi pula nenek memang mau mempunyai cucu perempuankan."


"ya ya ia benar yu jadi aku mengatakan yang sebenarnya."


"ya bibi kamu mengatakannya dengan benar tapi kamu salah nenek memang sudah mempunyai cucu perempuan benarkan yu.....?" melirik dan melihat ke arah yuan mencari pembelaan dan pembenaran atas ucapannya. "ya dia benar jadiĀ  kau berhenti menggaitakan nenek dalam hayalan mu itu" yuan mencemooh jesi dalam jawaban pertanyaan xixi.


"tapiiiiii."


"sudah sudah bibi maaf aku jadi bertele-tele, perkenalkan nama ku oh xixi aku cucu perempuan nenek sekarang, marga keluarga ku sekarang OH."

__ADS_1


"apaaaa.....? bagaimana mungkin yuuuuu.....? kau anak tunggal ibu dan ayah mu sudah meninggal karna kecelakaan bukan setau ku kau tidak punya adik."


"aku sudah bilang ia bukan adik ku.....!"


"lalu... dia siapa sepupu jauh mu.....?"


"bukan bibi aku baru saja masuk dalam keluarga oh jadi kau bisa menebaknya bukan....?"


"anuuu bibi maaf apakah kau tidak terlalu tua menyebut diri mu sebagai cucu perempuan yang di inginkan nenek....? hmmmm kurasa benar kata yuyu mu kau menjijikan."


"ha ha ha ha ha ha" yuan tertawa atas jawaban xixi dengan wajah polos ke jesi, "kauuuuuuuuuuuuuuuuu" jesi arah dan kesal jarinya menunjuk wajah xixi. "sialan siapa bocah ini, sudah cukup baik aku beramah tamah dengannya, tapi dengan tidak tau dirinya justru mengolok-ngolok ku di depan yuyu ku, sudah cukup kesabaran ku ada batasnya bocah."


jesi mendekat dan menekan xixi dengan pandangan tidak sukanya, ia melihat xixi dan menilai xixi dari ujung kaki hingga ujung rambut xixi. "ku rasa nenek sudah tua hingga mengangkat cucu yang seperti ini mungkin besok aku akan main ke kediaman mu yu dengan membawa kacamata buat nenek, kau lihat sendiri bukan begitu tidak sopannya anak ini pada ku."

__ADS_1


"hmmmmmpppp" xixi membuang muka dan mendekati yuan ia merangkulnya dan melihat lengan baju yuan yang tadi di sentuh jesi.


"yuan buka baju luar mu cepat.....!"


"untuk apa......?"


"kau banyak uangkan kau kayakan.....?"


"tentu saja, jangan remehkan aku."


"baiklah buka dan buang baju ini, terlalu banyak kuman yang menempel di baju mu."


"kauuuuuuuuuu" jesi kesal dan kaget mendengar ucapan xixi pada yuyunya.

__ADS_1


__ADS_2