
xixi membusung dadanya dan pipinya mengembung, kedua tangannya memegang pinggulnya, mencondongkan badan dengan ekpresi jengekel. "jangan seperti anak kecil, kaka begitu karna kami ini kak adik." ucap xixi dengan nada jengkelnya. "kaka adik.....? dengan saling menyakiti....?" yuan bertanya dengan sangat heran, "nenek lihat betapa bodohnya dia ini" xixi menengok ke arah nenek mencari pembelaan.
"bodoh ......? gu xixiiiii.....?" mendengar langsung xixi mengumpatnya di depan matanya membuat yuan jengkel bukan kepalang. xixi tanpa menoleh tertawa kaku dengan warna kulit sedikit pucat di wajahnya, keringatnya seakan mengalir seperti air terjun. "heheheh mati aku mati aku, ayolah nek bantu aku." nenek yang merasakan kode minta pertolongan dari xixi sadar, dan nenek punya cara sendiri untuk membuat suasannya berubah.
"xi cium lah yuan jika kau ingin dia mereda, nenek rasa cara itu lebih fleksibel." yuan sedikit terkejut tapi ia sangat suka dengan ide neneknya itu. "oh good, kau yang terbaik nek" yuan bersorak gembira dalam hatinya, "TIDAKKKKK." nenek berpura-pura bersikap polos, dan seakan tidak tau dengan pertanyannya "tidak....? kenapa....?" xixi gelagapan tertunduk malu "anuu bukan a a tidak mau ta tapi di depan semua oang."
"gila gila aku harus menciumnya di sini depan semua orang, di depan ibu kaka nenek stuad dan para pembatu........? tidak tidakkk akan." batin xixi terus saja berusaha mmenolak. "lalu kenapa....? kalian pasangan kan, nenek juga pernah muda dan kalian tuan rumah di sini siapa yang membuat mu enggan .....?" yuan menahan tawa dengan tetap menjaga acting marahnya, ia sungguh menantikan momen itu.
nenek yang melihat penolakan xixi tidak mudah menyerah, ia pun mulai rencana ke dua. "aduduh aduhh akhhh pala ku dada ku" nenek mengelus dada dan memijat kepalanya. xixi panik dan memucat, ia berlari menangkap tubuh nenek yang sedikit terhuyung. "nenekkkkkk.....?" yuan pun mengikuti akting nenek, ia berlari dan pura-pura panik.
"apa yang kau lakukan pada nenek."
"aku tidak melakukan apa-apa." ibu xixi oun ikut panis yang tidak mengetahui kebenarannya, "ya ampun nyonya..... eh nenekkkk, cepat panggil ambulan" berteriak dan menoleh ke jihan "baik baik bu tunggu" jihan mengeluarkan hp dari sakunya nenek menyengit hawatir kenapa jadi berlebihan seperti ini, nenek menghentikan gu jihan (kaka xixi) sebelum menghubungi ambulan.
"aku tidak apa-apa aku hanya sedikit shok saja, jangan panggil ambulan keluarga oh sudah mempunyai dokter yang handal jadi kau tidak perlu hawatir." nenek menyakinkan xixi dan keluarganya, "baik lah nek" jihanpun tidak memanggil ambulan, nenek yang sudah berhasil mengendalikan keadaan mengambil tangan xixi. tangan xixi di elus-elus dengan lembut oleh nenek.
__ADS_1
"xi kenap kau menolak dengan sangat gigih apa kau tidak mencintai cucu ku" mata nenek penuh kekecewaan palsu. xixi yang hawatir sepontan mengeluarkan jawaban yang di inginkan nenek. " tidak nek aku mencintai nya kata siapa tidak, nenek jangan memikirkan hal yang tidak perlu. yuan menyeringai senang dengan jawaban lantang xixi, lalu yuan merangkul kan tangan nya di pundak xixi. "jangan hawatir nek kami saling mencintai, jadi kau tidak perlu hawatir cicit mu akan segera hadir."
xixi melotot ke arah yuan "cicit.....?" mendengar kata cicit membuatnya semakin bahagia "oh astaga cicit.....? apa kau sudah hamil sayang, oh sungguh berita bagus, bagus." nenek berpura-pura bahagia, mengikuti permainan yuan. "ti nek...." xixi menghentikan penolakannya terhadap asumsi nenek, ia hawatir kondisi nenek tidak stabil lagi. ibu yang diam dalam kepanikan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
sedangkan kaka yang tidak kalah kaget sibuk dengan pikirannya. "ohhh tidak aku harus mengejar lisa dan segera menikah lalu punya anak, sangat konyol tidak cukup dengan melangkahi ku menikah bahkan ia akan mempunyai anak lebih dulu dari kakanya, sekarang bagaimana agar lisa mau menikah dan menerima ku, haaahh konyol menikah....? berdekatan dengan ku saja ia lari, lisa bukan xixi yang dengan mudahnya tertangkap, sepertinya aku harus meminta pendapat calon adik ipar ku ini soal menjerat wanita."
"haaacihhhhhhh ikhhhh" bulu kuduk merinding (lisa)
"ada apa sayang" ibu lis.
"jangan berlebihan, musim mulai berganti jaga kesehatan mu"
"baik bu"
__ADS_1
xixi bingung dan serba salah, ia tidak hamil dan ingin mengungkapkan sebenarnya ke nenek tapi kedaan nenek membuatnya ragu. yuan mendekat dan berbisik pelan di telinga xixi.
"(bisik) tidak perlu hawatir kau tak perlu berbongong karna kita akan segera mempunyai anak."
"(bisik) kau gila aku masih sekolah"
"( bisik) lalu....? kau akan lulus bukan, anak kita lahir kau sudah lulus, lalu apa masalah nya....?"
"(bisik) dasar sinting"
"ada ap kalian berbisik.....?" nenek bertnya dengan heran "bukan apa apa nek kami hanya membicarakan kapan kami akan mempunyai buku nikah." mendengar itu "heiiii" xixi memprotes. nenek tertawa dan tidak ingin membuang kesempatan itu, "ya ya ya kapan kalian akan mendaftarkan pernikahan kalian, mumpung di sini ada ibu dan kaka mu xixi kita akan membahasnya."
__ADS_1
"apaaaaa" xixi benar-benar kaget dengan kejadian yang tidak bisa ia tebak ini, "ada apa xixi sayang....?" nenk bertanya setelah melihat keterkejutan xixi. "heheh tidak nek tidak, ya ya buku nikah kami akan segera memilikinya" xixi memasamh semyum dan terpaksa menyetujuintya. yuan tersenyum penuh kemenangan, "baik nek segera, beberapa hari lagi usianya cukup untuk di daftarkan."
"ya aku tau kalian menikah hanya di gereja tanpa buku nikah. jadi yu cepat resmikanlah xixi apa lagi dia akan memberikan ku cicit yang mirip kalian, oh ya foto pernikahan kalian sangat indah sekali." xixi terdiam dan memikirkan foto apa yang di maksud nenek. "foto....? (oh ya aku ingat foto gaun sialan itu yang membuat semua salah paham, dan apa lagi ini cicittt, sepertinya di kehidupan lampau aku seorang anak durhaka" xixi tersenyum dalam tangis tak terlihat.