
di kamar lantai dua xixi panik melihat kondisinya tubuh bagian lehernya yang penuh dengan tanda merah. melihat banyaknya tanda xixi merasa seperti seseorang yang sedang mengalami penyakit kulit, sangat banyak dan sulit untuk di tutupi.
cih sial apa dia tidak tau sekarang musim panas, aku tidak mau memakai pakaian yang menutupi tubuh ku seperti manusia kutub, dan sialnya aku tidak mempunyai pilihan selain memakai pakian kutub, hmmmm coba kita lihat apa yang harus ku pakai untuk menemui ibu, agar terkesan aku baik-baik saja aku tidak mau ibu hawatir dengan ku. "aishhhh om om sinting semua karna dia."
xixi berjalan ke pojok ruangan yang di sana terletak sebuah pintu.di balik pintu itu ada sebuah ruangan kusus yang menyimpan baju sepatu dan perhiasan. langkah xixi terhenti di saat ia mau membuka pintu itu. "hmmm tunggu......? aku membawa baju apa saja.....? seingat ku sepertinya aku tidak ingat sudah membereskan koper ku hmmmm di mana koper ku.... oh mungkin stuad sudah memberes kannya, oh tunggu jika ada seseorang yang sudah membuka dan membereskannya........?"
wajah xixi memucat dan keringat dingin mulai bercucuran, xixi panik jika seseorang melihat celana dalamnya yang bergambar bunga-bunga dan doraemon. "ohhh tidakkk tidakkkk." dengan panik xixi membuka pintu ruangan itu, dengan sekali hentakan kasar, matanya mulai mencari cari kiri dan kanan tanpa melihat ke arah lemari besar yang berjejeran. akhirnya xixi menemukan kopernya, tanpa pikir panjng xixi berlari dan mengabil kopernya, setelah mengecek wajah xixi berangsur angsur tenang.
"oh tuhan sukurlah masih terkunci dan masih utuh, bisa mati berdiri jika si om sialan itu tau, aku harus membuang dan mengganti selera ku jika aku mau umur ku panjang dan hidup dengan tenang di rumah ini." xixi menarik napas lega, setelah mengetahui kopernya belum ada yang merapihkannya. "nah sekarang aku harus pakai baju apa.....? untuk menutupi leher dan pundak ku ini, syal kah....? tapi ini musim panas terlalu mencurigakan."
__ADS_1
di saat xixi bingung, ia akhirnya sadar dan melihat sebuah ruangan yang penuh dengan lemari pakaian, isinya baju wanita yang sangat berkelas dan hampir semua edisi terbaru dan terbatas, baju sepatu perhiasan dan baju yuan tersusun rapih yang membuat xixi takjub. "tunggu....?" xixi melangkah maju dan mengambil salah satu gaun berwana merah, ia melihat dan mengecek. "baju wanita.....? baju siapa ini........?"
yuan yang diam-diam masuk kamar kembali setelah memberi tau jika ibu mertua dan ipar nya akan datang ke nenek. lalu yuan segera kembali lagi ke kamar dan mendapati xixi yang sedang beragument sendiri. niat yuan hanya untuk mengganti pakian, ia bersandar di tiang pintu sambil memperhatiakn xixi yang heran dan berbicara sendiri. "baju wanita ....? baju siapa ini...?"
yuan menepuk keningnya, ia tak habis pikir jika gadis ini tidak punya rasa atau pikiran sama sekali. "gadis bodoh ini" gumam nya dalam hati. spontan yuan menjawab xixi tanpa xixi bertanya. "sudah jelas baju mu, memang siapa lagi yang yang tinggal di kamar ini selain aku dan kau, gadis bodoh."
"bodoh....( xixi mengerutkan kedua alisnya) aku tidak bodo, lagi pula mana mungkin ini baju ku, lihat koper ku saja masih rapat."
"tunggu tunggu" dengan panik xixi mengecek beberapa baju yang semuanya hanya ada satu ukuran, bukan hanya baju sepatu cicin celana, semua yang tersedia adalah ukurannya. "bagai mana kau tau ukuran ku" dengan wajah panik dan kesalnya.
__ADS_1
"kau pernah mengukur gaun kan saat kita berfoto apa kau lupa."
"ya ya aku ingat jadi karena itu....?"
dan yuan tiba-tiba menajam matanya dan memperberat suaranya "bukan hanya itu aku juga tau ukuran celana dalam dan bra mu, coba kau cek lemari yang di sana (menunjuk salah satu lemari di ujung kanan) mereka ada di sana hanya beda dua laci dengan punya ku tapi mereka tersusun rapih berdampingan dengan punya ku."
wajah xixi memerah ia heran bagaimana dia tau ukuran nya....? "bagai mana ia tau ukuran ku, sialll malu sekali, om sialan ini tidak punya rasa malu sama sekali di saat membicarakan hal pribadi orang lain, tu tunggu jika di ingat punnyanya....? gilaaaaaaa ia menaruh barang ku dan punyanya dalam satu lemari dan berdampingan.......?"
wajahnya memerah ekpresinya sedikit malu dan memucat "DASARRR SINTINGGGGGGGGGGGGG" xixi mengumpat yuan dengan sepenuh tenaganya. "berisik, cepat lah sebelum kau ribut-ribut membuang waktu kau lupa jika ibu mu mau ke sini." xixi langsung diam dan menunduk, tangannya mengepal jari-jari kakinya mengkerut dan menggesek-gesekan di jemari kakinya.
__ADS_1
"ta tapi itu hmm anu yahh itu mu aku tidak bisa mengambil punya ku jika melihat hmmm itu" xixi berbicara tidak jelas karna malu, yuan tersenyum melihat tingkah xixi yang malu-malu dan gugup beserta raut wajah kesalnya. "bocah ini, apa ada lagi ekspresi yang masih ia sembunyikan dari ku, sungguh imut,dan apa yang membuatnya malu, mereka hanya selembar kain....?" yuan sungguh heran dengan pemikran xixi.
"lalu....? kau mau aku ambilkan barang mu itu ....?" yuan benar-benar serius saat menawarkan bantuannya. "TIDAKKKKK" persekian detik xixi langusung menjawab yuan dengan tegas. "jadi apa maslah nya.....?" xixi membuang muka dan tidak memperpanjang perdebatan mereka. "kau harus membiasakanya karna cepat atau lambat............? mendekati xixi dan berbisik di telinga xixi. wajah xixi memerah malu dan panik, ia mendorong yuan dan berlari ke kamar mandi setelah mengambil baju yang cukup tertutup, sambil berteriak, MIMPIIIIIIII.