
bocah sialan aku bukan kaka tau bantal mu, cihh sial kau sangat berbahaya jika tidak ada aku, setelah ini kamu tidak di ijinkan menginap di manapun. yuan memeluk xixi dan mereka tidur bersama denga lelap nya. malam penuh kehangatan dari sentuhan dan pelukan berjalan begitu saja.
matahari pagi menembus celah cela jendela yang membuat xixi perlahan membuka mata nya. "hmmm sudah pagi, ibu kenapa tidak membangunkan ku si (masih mengulat dan belum seutuh nya sadar dari tidur nya,) yuan yang merasakan gerakan xixi yang sedang mengulat langusung bangun tanpa suara, diam dan mendengarkan.
"hmmm aku ingin makan takoyaki hari ini, ibuuuuuu" xixi masih dalam kondisi setengah sadar, "bocah bodoh aku bukan ibu mu, dan apa-apaan kau, takoyaki.....?" xixi kesal dengan suara yang tidak ingin di dengarnya, "om sialan berhenti memanggil ku bocah" yuan mengangkat satu alisnya dan melihat keadaan xixi yang belum sepenuhnya sadar. "ohoooo baiklah sayang kau juga harus berhanti memanggil ku om"
"terus apa hmm yam yam yam" yuan menyeringai dan mengerjai xixi dalam kondisi xixi yang belum sadar seutuhnya "suami ku....?" xixi terdiam dan mengulang ucapan yuan dengan sukarela, tanpa tau apa yang ia sebutkan, "suami huaaahhh suami ....HAAAAAA SUAMIIIIIII."
xixi langsung sadar 100% dan sentak kaget melihat kiri ke kanan berserta sosok pria yang sedang tidur di samping nya, bukan hanya tidur di samping, tapi pria itu tidur sambil memeluk nya.......!!!!!!! "kyaaaaaaaaaaaaa mesummmmmmmmm" (PLAKKKKK) suara tamparan dan terikan bergema di rumah mewah itu.
__ADS_1
para pelayan yang mendengar kaget dan penasaran, sayang seribu sayang rasa penasaran mereka harus terhenti.
karna tuan nya memerintahkan mereka beserta kepala pelayan agar tidak mengganggunya bahkan hanya sekedar mebangunkan untuk makan. 1 jam setelah kehebohan itu, yuan turun dari lantai dua dengan bekas tamparan di pipi kirinya, para pelayan hanya bisa kaget dan kagum dalam diam mereka, dalam diam rasa geli dan heran terus berputar-putar dalam pikiran mereka, melihat tuannya turun dengan bekas tamparan di pipinya.
mereka masih sayang nyawa mereka dan pekerjaan mereka, mereka diam sambil menggigit lidah mereka untuk menahan tawa nya. "mana pak go ...?" tanya yuan pada salah satu pelayannya, "pak go sedang di butik tuan, buakankah tuan yang memerintahkan tuan go agar menyiapkan foto praweding hari ini."
"susu...?" yuan menatap tajam tidak suka jika ada yang menegaskan perintahnya "apa harus ku ulang dua kali.....?" dengan panik pelayan segera diam.
"tidak tidak tuan maafkan saya yang kurang ngajar ini, saya tidak akan mengulanginnya lagi" yuan hanya diam dan cuek, maaf seorang pelayan tidak berarti baginya, ia harusnya memecat atau menghukumnya, tapi kondisinya tidak memungkinkan. yuan tidak mau menunjukan sisi gelapnya pada xixi sebelum mereka sah menikah, yuan takut xixi kabur atau takut dengan sosok berdarah dinginnya.
__ADS_1
cih sialan, aku harus menahan emosi ku untuk 10 hari ke depan akhhhh ( memegang pipi kiri nya) bocah kurangajar, dia yang memeluk ku dia yang tidur di kasur ku malah aku yang kena tamparan. sabar yuan sabar, buat dia terbiasa dulu dengan keadaan dan kehadiran ku, setelah itu akan ku ajarkan dia arti dewasa heheheh (bergumam dalam angan nya sendiri. )
(kejadian dalam kamar) "kyaaaaa mesummmm palakkkkkkkkk" xixi menampar yuan, "om om sialan mesum kenapa kau memeluk ku dan ada di kamar ku dan dan dan akhhh kau tidur di samping ku." yuan langsung mendorong xixi dan menekan ke dua tangannnya di atas kepla xixi "cihhh sakit bocah, dengar ya ini kamar ku ini kasur ku dan ingat posisi mu tidur tadi.... kau yang memeluk ku saat tidur."
"kamar mu kasur mu......?" xixi ingat dia di antar pelayan untuk istirahat di kamar lantai 2, xixi kaget dan tidak menyangka ini kamar yuan, karna tidak ada foto maupun tanda-tanda kepemilikan kamar. "aaaaaaanuu om seperti nya ini salah paham."
"salah paham....? hei berhenti memanggil ku om kucing kecil, coba panggil aku suami ku....?" xixi menolak dengan cepat "tidakkkk jangan mimpi aku..." cuppppp.
__ADS_1