
setelah kepulangan yuan dan xixi ke rumah selera makan nenek tiba-ttiba meningkat. tidk perlu menunggu lama makanan segera di sajikan di meja makan, saat xixi mulai menyentuh makananya xixi melihat seorang wanita muda berdiri di samping nenek, dengan tatapn menilai dan tandatanya xixi melihat elice diam-diam, sadar jika alice sedang di perhatikan oleh nyonya muda rumah itu alice menatap xixi dengan senyuman.
xixi tersentak dan tesedak membuang makanan yang baru saja maasuk dalam mulut kecilnya itu. yuan yang melihat xixi tersedak segera mengambil segelar air dan tisu untuk membersihkan bibir xixi, "ada apa.....? apa makananya tidak enak atau kau kurang sehat....?" yuan khawatir melihat xixi yang tiba-tiba tersentak. xixi meminum air yang di berikkan yuan dan mebeersihkan mulutnya dengan tisu yang di berikan yuan.
"huk huk huk tidaak apa-apa aku hanya kage," nenek yang juga cukup hawatir juga menanyakan keadaan xixi tapi, "xi ada apa kau mual...? apa ada bau-bau makanan yang kau tidak suka sehingga kau merasa mual dan memuntahkan makanan mu, wahhh jangan-jangan kau hamil xi," xixi yang sedang meminum air tersedak sekali lagi saat mendengar pertanyaan nenek untuknya.
"nenek."
__ADS_1
wajah xixi memerah. yuan yang melihat xixi tersedak lagi kali ini justru hanya terawa kecil tidak sehawatir tadi, "nenek yuan kalian ukh berhenti tertawa dan memperolok-olok ku" nenek yang tidak luput dari tawanya meminta maaf pada xixi dan mulai bertanya kenapa xixi "lalu kau kenapa xi" xixi mengatur ekpresinya dan matanya tertuju pada alice, nenek memahami pandangan xixi dan melihat ke arah elice, alice yang melihat tatapan nenek mendekat dan mulai memperkenalkan diri.
"perkenalkan saya nyoya nama saya alice, saya asisten sekaligus penangung jawab atas kesehatan dan jadwal nenek di london," mendengar pengenalan aliice ke xixi entah mengapa xixi merasa lega dan lalu tersenyum ke arah alice. "senang bertemu dengan mu alice." alice membalas senyum xixi dan sedikit menundukan kepalanya "senang juga bertemu dengan mu nyonya muda."
xixi benar-benar sangat lelah untuk menghadapi seorang penggemar fanatik yang mengikuti sosok suaminya itu, saat melihat alice pikiran xixi penuh dengan kecurigaan hingga alice memperkanalkan diri dan xixi merasa lega jauh dari lubuk hatinya. meliat raut wajah yang sedikit berubah yuan tersenyum, "apa kau cemburu dengan setiap wanita yang dekat dengan ku dan nenek" xixi menjadi sangah bodoh ia menjawab seperti xi;atan cahaya tanpa berpikir panjang terlebih dahulu.
xixi terdiam dan menginat kembali apa yang baru saja ia ucapkan, xixi langsung mengambil segelas air dengan elegan meminumnya dan meletakan kembali, dengan santai xixi mengelap bibirnya dari sisa-sisa makanan lalu bangun dari kursi meja makan, "aku kenyang nenek aku akan kekamar untuk istirahat," tanpa memandang yuan xixi melagkah menjauh mendekati tangga dan langsung berlari menaii tangga dan menutup pintu apat-rapat.
__ADS_1
melihat tingkah xixi nenek tentu saja sangat terhibur, lalu ia menoleh ke arah yuan, ekpresi yuan datar tapi wajah nya sedikit memerah dan telinganya sedikit bergerak-gerak, yuan benar-benar menahan ekpresi malunya dengan wajah datar, "astaga rumah ini di penuhi dengan madu, bukan begitu alice," alce tersenyum dan menunduk "benar nyonya kau benar," yuan langsung meletakan sendok dan garpunya lalu "aku kenyang nek aku akan istirahat dan menyusul xixi di kamar."
yuan menjauh dari meja makan, langkahnya langsung tertuju pada tangga dan matanya selalu menuju pintu kamarnya. nenek kehilangan selera makan dan meletakan peralatan makannya, "aishh mereka ini, alice aku juga sudah kenyang melihat malu yang keluar dari mata mereka, buatkan aku secangkir teh saja."
"baik nyonya."
di dalam kammar xixi membungkus seluruh tubuh dan wajahnya dalam selimut, mendengr pintu terbuka xixi semakin mencengkram kuat selimutnya, saat ini xixi tidak mau wajahnya terlihat oleh yuan. saat yuan memasuki kamar yuan melihat sosok kecil yang sedang berlindung di balik selimut, yuan mendekat dan memeluknya dari luar selimut, saat ini yuan sangat puas dengan jawaban xixi ddan saat ini juga yuan tidak ingin menunjuka wajahnya, memeluk tanpa sepatah katapun yang keluar sudah cukup untuk xixi dan yuan saat ini
__ADS_1