
xixi menunduk malu dan melirik lisa yang sedang menunduk menghindari tatapannya. "pstttt psttt lis ko tega" bisik xixi dengan pelan "diam jangan ajak ngomong" lisa membalas xixi dengan suara pelan, "lissssss teganya" lisa hanya diam dan membuang wajah untuk menghindari tatapan minta tolong xixi. "maaf xi kelakuan mu ini bukan sesuatu yang bisa aku tolong, masa iya aku ngeganggu mimpi mu dan ikut ikutan di ketawain gara-gara mimpi aneh mu itu, gaa gaa ga banget."
bel sekolah pun berbunyi menandakan jika sekolah hari ini usai . xixi dengan wajah mengembung dan kedua tanganya di pinggang mendekati lisa yang sadang merapihkan buku-bukunya kedalam tasnya "lisaaaaa kau tega tega, tega sekali.....!?" mendengar eluhan xixi lisa menjawab "ikhh apa si berisik, kau yang tega masa aku harus ikut menanggung malu juga untuk mu oh nooooo ga akan, kau nya juga di tengah pelajaran bisa-bisanya melamun.
"huhhh" dengan suara napas eluh xiix tidak membantah lisa, "yosh yosh ( mengelus kepala xixi) jadi bagai mana pulang ini kita makan dulu di kafe sekalian main, udah lama kan kita tidak jalan bareng" lisa membujuk xixi berniat mengubah mood xixi, "aku si mau tapi......?" xixi menjawab dengan wajah datar "di jemput.....? sama siapa....? kaka mu...? atau si om om itu."
mata xixi berbinar dan mengangguk seperti kucing "huh huh" mengangguk menandakan jawaban lisa yang terakhir benar, "hmmm ya sudah mari ke depan aku anatar ke depan dan menemani mu menunguin suami hot dady mu itu "ikhhh apa si akh." lisa dan xixi pun keluar kelas dan menuju gerbang sekolahnya. tidak lama julia dengan seorang pria datang dan menyapa kami. setelah mendekat sepertinya aku mengenal sosok pria yang ada di samping julia.
__ADS_1
"haiiii xi lis...! mau pulang.....?" julia menyapa xixi dan lisa dengan ramah dan bertanya, "menurut mu....?" lisa menjawab dengan sangat ketus dan marah, "hmm maaf sepertinya aku mengganggu ya" ucap julia dengan nada memelas dan sangat lembut, "ikh lisa apa si ramah sedikit bisakan.....? xixi menyenggol lisa dengansiku nya, "tidak apa-apa ko xi udah biasa, kamu mau pulang...?"
"akh jangan salalh paham lisa hanya belum terbiasa saja, nanti juga baik ko, dia orang nya baik, iya nih mau pulang." ucap lisa sekaligus menjawab pertanyaan julia, "mau bareng dengan ku nanti kita akan naik mobil jo, nanti kita akan di antar oleh jo" xixi tersenyum atas ajakan julia, dan menjawab dengan sopan, tidak terimakasih aku di jemput sama...." xixi terdiam tidak mau melanjutkan nya lagi risih nyebut yuan sebagai suaminyahmmm "jo......?"
"hai apa kau masih mengenal ku....?" jo tersenyum, llisa memandang jo punuh dengan kekaguman, matanya taak henti-hentinya melirik jo yang menyapa xixi, "jo....... ah aku ingattt ( melirik ke lisa dan memegang tangan lisa) ya ya aku ingat lis aku pernah bertemundengan nya." lisa melotot dengn berbagai kode kedipan mata ke xixi tapi tidak di gubris xixi."
"kalian saling kenal....?" julia heran dan bertanya "ya dia gadis rusuh yang ada di rumah sakit yang aku ceritain jul" mendengar kata-kata rusuh membuat xixi membantah "jangan sebut aku gadis rusuh, aku punya nama dan nama ku gu xixi, dan kenapa kau ada di sini....?" tanya xixi karena xixi yakin ia belum pernah melihat jo di sekolahnya.
__ADS_1
"hahaha tidak masalah, suami mu itu pria tampan yang kau panggil singa ngamuk kan waktu di rumah sakit...?" jo bertanya dan memastikan lagi ingatannya, "ha ha ha singa ngamuk, ya tuhan xixi" lisa tertawa terbahak-bahak oelh cerita yang baru di dengarnya "ssttttt aku tidak mau membahasnya lagi" xixi kesal dan menyuruh sahabatnya itu untuk berhenti tertawa dan mengingatkannya lagi kejadian di rumah sakit.
"oh kalian sudah kenal sepertinnya kita akan menjadi teman akrab" julia tersenyum palsu. lisa pun tersenyum palsu menangapi perkataan julia, lisa tidak mau hal buruk tentangnya terlihat oleh pria yang baru saja di targetkan olehnya. seperti ini akan semakin mudah (gumam julia) pikiran piciknya kini hanya tertuju pada xixi, pendekatanya perlahan akan membuat langkannya semakin mudah.
kini mereka berempat menuju gerbang sekolah dan menemani xixi yang akan di jemput . dalam jarak cukup jauh julia tidak sengaja melihat mobil mewah mendekat. "sepertinya itu mobil suminya, yahh baiklah" julia mengambil hp dan pura-pura menerima panggilan, dengan alibi panik mencari sinyal julia pura-pura tersandung batu dan menabrak jo dan secara tidak langsung mendorong jo ke arah xixi.
jo tersentak dari belakang tubuhnya terpental dan menabrak xixi, jo secara spontan memegang kedua pundak xixi dan tidak sengaja bibirnya menabrak kening xixi. julia tersenyum, lisa hanya kaget dan menutup mulutnya dengan tangannya. yuan datang dan turun dari mobil saat keluar pandangannya mejadi dingin dan menyeramkan, ia datang untuk menjemput istri kecilnya tapi yang ia lihat kini, miliknya sedang di cium di depan matanya.
__ADS_1
yuan melangkah mendekat, xixi menoleh dan mundur dari jo, xixi takut melihat mata yuan yang penuh amarah, yuan semakin mendekat dan xixi menutup mata nya takut akan amarah yuan. "gu xixiiii buka mata mu"
saat mendengar yuan mengancamnya xixi msedikit membuka matanya. "gadis"pintar (mengusap kepala xixi dan langsung menarik dan menekan bagian belakang kepala xixi) cupppp, xixi di cium di depam lisa julia dan jo