
di sudut lain ketika julia sedang merasakan kemarahan ketika melihat xixi sangat bahagia dan baik-baik saja membuat darah julia mendidih. perasaan benci dan ketidak adilan yang ia rasakan terus meningkat, membuat julia berpikir berbagai siasat untuk mencelakai xixi "sial sial sial, kenapa.....? kenapa bukan aku yang bahagia kenapa bukan aku yang menjadi sorotan, semua karna xixi ya karna xixi dan suaminya" julia selalu murutuku nasibnya yang berbanding terbalik dengan xixi. hidupnya yang dulu bahagia hancur oleh xixi. di saat julia selalu merutuki xixi julia ingat akan sosok sepupunya yang terlihat sangat teryarik dengan xixi.
"ya jo....!"
mengingat sosok jo julia bergegas menuju kelas jo. belum lama ini jo pindah sekolah ke sekolah di mana julia dan xixi berada, berkat jo julia hidup makmur, jo menanggung biaya sekolah dan mengurus tempat tinggal untuk julia hanya untuk menghargai bahwa mereka sepupu. jo merasa simpatil dengan julia, dengan sedikit kemampuannya jo menjaga julia dan membantu usaha pamannya yang sedang jatuh untuk bangkit lagi. melewati koridor kelas julia sampai di kelas tempat jo berada, tok tok tok, dengan beberapa ketukan pintu kelas julia memanggil beberapa murid yang sadar akan kehadirannya untuk memanggilkan jo di dalam kelas, jo pun keluar kelas ketika di beritau julia mencarinya.
"ada apa jul...?"
"jo bisakah kau menemani ku menemui seseorang.....?"
"kenapa harus dengan ku, jika kau punya urusan dengan seseorang urus masalah mu sendiri."
__ADS_1
"tidak tidak jo ini tidak seperti yang kau pikirkan."
"memang apa yang kau pikirkan ada di pikiran ku...? aku hanya bilang jangan selalu bawa-bawa aku di setiap urusan mu, lakukan apapun sesuka mu tanpa melibatkan ku ok."
mendengar ucapan jo membuat julia tersenyum dengan hinaan jo, julia hanya ingin bergantung dan di hargai oleh jo tapi jo selalu menganggapnya sebagai benalu. "memang apa salahnya memerkan sepupu yang kaya, aku hanya ingin orang-orang enggan dan hormat pada ku seperti dulu, tapi lihat sepupu so bijak ini, jika saja ia tidak terlibat dalam rencana ku untuk xixi, aku akan dengan senang hati tidak akan berurusan dengan pria lemah sakit-sakitan ini." jo sadar kata-katanya sudah kelewatan, jo mehela napasnya dan menghentikan kata-kata yang tidak harusnya keluar, jo berbalik dan berencana memasuki kelas lagi meninggalkan julia, melihat jo tidak berkat-kata lagi membuat julia termerenung dan kietika julia melihat gerakan tubuh jo yang hendak meninggalkannya julia menarik lengan jo dan menahannya.
"tunggu jo tolong dengarkan aku, kau tau posisi ku sekarang, aku tidak mempunyai teman semenjak ayah bangkrut, dan ketika aku mempunyai teman baru yang tulus menerima ku apa adanya aku senang tapi....teman dari teman ku tidak menyukai ku, aku hanya ingin kau menemani ku saja sebentar, dan teman ku hari ini sudah masuk sekolah setelah lama tidak sekolah."
melihat julia memohon membuat jo tidak nyaman dan merasa terbebani, "baiklah jadi di mana teman mu itu, aku hanya perlu menemani mu sajakan, ingat jangan libatkan aku dengan pertikaian yang tidak berguna."
"xixi....? xixi yang mana....?"
__ADS_1
mendengar nama xixi membuat perasaan jo sedikit menggelitik, dengan semangat jo bertanya sosok xixi dari nama yang di sebut julia. julia tersenyum puas dengan reaksi jo yang mudah terpancing, tebakanya ternyta sangat tepat jika jo sedikit tertarik dengan xixi, dalam hati julia saat ini ia sedang mengutuk xixi, julia merasa getir dengan sosok xixi yang selalu mancing perhatian dan perlindungan yang ia dapatkan dari berbgai pria yang ia kenal, dari mulai mantan tunangan hingga sepupunya sendiri.
"xixi ya tentu xixi memang xixi mana lagi yang pernah ku kenalkan pada mu jo."
"ehemm, baiklah aku akan mengantarkan mu kapan, sekarang....?"
julia tersenyum dalam hinaan, melihat jo yang dengan cepat setuju dan tidak sabar bertemu dengn xixi, sangat berbanding terbalik dengan ia barusan.
"ini masih pagi jo, bell masuk akan segela berbunyi, hmmm dan aku tidak akan mempunyai banyak waktu untuk mengobrol dengan xixi."
"kau benar."
__ADS_1
"hmm bagimana jika istirahat siang nanti, apa kau mau."
"baiklah, aku yang akan kekelas mu dan menjemput mu agar tidak membuang-buang waktu istirahat."