
om menghampiri ku dan menggendong ku sebelum aku menyelesaikan kata-kata ku. ukhh, sungguh malu nya aku di gendong seorang pria asing, di depan teman teman ku.......? tepat nya di sekolah ku.
kyaaaaaaaa
gilaaa
gilaaa
batin ku berteriak atas tindakan om ini yang bisa membuat satu sekolah salah paham, tak lama om membisikan.
" jika kau berani memanggil ku om di sini di depan mekeka maka tidak segan segan aku akan mencium mu sini". mata ku terbelalak mendengar kata katanya , ku hanya diam sambil menutup mulut ku dengan kedua tangan ku takut akan ancamannya, lisa berusaha mendekati ku dn menolong ku tapi gerakannya tertahan.
saat itu orang orang berbaju hitam menghalangi jalan agar tak mendekatinku dan om yang sedang menuju mobil mewah nya itu, lisa yang panik mengeluarkan hp nya dan mencoba menghubungi kaka ku.
__ADS_1
tutt tuttt
" halo sayang ada apa tumben kau menelpon ku apa kau menyesal atas tadi pagi bla bala bal bla", dengan segala gombalannya, " diam bodohh dengar xixi di culik oleh orang orang berbaju hitam dn bos nya yang tampan", jihan kaget dan mullai panik," apaaaaaaaaa". tanpa basa-basi jihan keluar kantor membawa kunci mobil dan menancap gas mobil nya menuju ke rumah seraya memberi tau ayah dan ibunya agar segera mencari bala bantuan.
di dalam mobil, " heiii om mau di bawa ke mana aku" yuan menoleh , " stttttttt diam lah aku akan ke mengantar mu ke rumah mu" xixi terdiam dan menjawab, " heiii om rumah ku dekat tidak usah di jemput oleh mu, lagipula kemarin kau tak muncul sekarang tiba-tiba kau muncul dan menculik ku di depan umum", sejenak yuan berfikir " hmmmm menculik ya.... bukan ide yang buruk.. "yuan tersenyum licik.
" bye-bye om terimaksaih tumpangannya" ucap ku dengan menunjukan senyum bagai malaikat, om membalas senyum ku dan ia keluar dari mobil, " hei om tak usah mengantar ku sampai dalam cukup di depan saja nanti ayah ku marah dn berpikiran macam macam ter hadap ku ". om hanya tersenyum mendengar ucapan ku, akh masa bodoh ku memutar badan dan memencet bel rumah yang kala itu ibu yang membukakan pintu, ibu kaget melihat sosok yang sedang mengekori ku.
" astaga xixi siapa pria dewasa yang bersama mu , jangan macam2 kau sayang berani sekali kau membawa seorang pria pulang " xixi panik dan mencoba menjelaskanya pada ibu, " tunggu bu dia dia bukan...." belum sempat menyelesaikan omongan ku om itu memotong kata kata ku, aishhh kenapa om ini selalu memotong kata-kata ku,batin ku.
" hai nyonya gu perknalkan aku adalah orang yang menyelamatkan putrimu di tengah hutan ", ibu kaget membulatkan mata , ibu berlari memanggil ayah ku dn memberi tau ayah bahwa ada tamu yang tak biasa datang ke rumah nya, ayah segera turun ke ruang tamu ia meninggalkan pekerjaan yang sedari tadi ia kerjakan di ruang pribadinya.
__ADS_1
ayah sedikit gugup dan senang "halo tuan yuan sebuah kehormatan kau datang ke rumah ini"
" hai tuan gu senang bertemu dengan mu" menjabat tangan,
" apakah tuan ada perlu dengan saya hingga datang kekediaman saya " yuan sedikit kesal, bukan kau tuan gu, saya hanya ada perlu dengan putri mu".
ayah memasang wajah panik hawatir jika aku membuat masalah terhadap nya, "maaf tuan ia masih kecil bisakah kau memaafkanya ....?" yuan heran dan bertanya, "apa maksud mu tuan gu..?".
" kau ke sini karna ucapan putri ku kan yang mengaku-ngaku bahwa kau menolongnya dan memperlakukanya dengan baik, sekali lagi saya minta maaf , xixi ke sini kau", menghampiri ayah lalu ayah menekan kepala ku menunduk bersama nya menunjukan permintaan maaf pada nya." ha ha ha ha tuan gu aku ke sini bukan untuk menerima permintaan maaf mu aku ke sini hanya ingin membawa mainan ku ".
ayah kembali tegap memasang ekpresi heran brserta aku yang ikut heran "mainan tuan .... ? apa yang di ambil gadis bodoh ini dari ke diaman tuan....?", yuan memasang senyum licik mainan penghilang rasa bosan ku" ayah heran dan bertanya kembali, " maaf tuan saya sama sekali tak mengeri " yuan menarik tangan xixi ,merangkul lalu mencium kepala xixi.
" aku akan membawa mainan ku ini, ijinkan aku MENCULIK BOCAH INI "
__ADS_1