istri kecil ku

istri kecil ku
memahami keadaan


__ADS_3

Cahaya lembut pagi bersinar di antara kelopak matanya, xixi mengerang lembut. "Hmmmm" Ia harus segera bangun tubuhnya terasa sakit dan sangat melelahkan, Ia segan untuk membuka matanya, perasaan malas tidak bisa di singkirkan. Aku ingin bangun tapi sungguh berat, apakah aku melakukan kegiatan semalam....? Tapi aku merasa tidak punya kegitan yang bisa membuat ku begadang.


Tapi mengapa aku merasa sangat malas dan sekujur tubuh ku sakit, Aku ingin tidur sedikit lagi, ia berbalik dari cahaya matahari. Hmmm ini terasa menyenangkan, kasur ini lembut dan nyaman. Xixi mengusapkan pipinya ke kain seprei, rasanya sungguh menyenangkan bermalas malasan sepeti ini setiap hari, Xixi tersenyum dan ingin melanjutkan rasa malasnya.


Aku ingin bangun dan tidur di kasur nyaman seperti ini dengan perasan malas yang bahagia seperti ini. Tapi kenapa aku tidur di tempat tidur nyaman.....? Kasur kecil ku di kamar mungil ku tidak selembut ini, "hmmmm ada yang aneh...?" Xixi menggosok kelopak matanya, saat matanya membuka.


"istri kecil ku sepertinya tidur dengan nyenyak dan nyaman, kau terlihat sangat lezat saat ini untuk di makan."


"hmmmmmm.....?"

__ADS_1


Suara itu akrab tetapi itu bukan suara kaka....? Xixi masih melayang-layang di antara mimpi dan terjaga ketika suara itu berlanjut. "jangan menguji ku, kau tau.....? Aku sudah mencapi batas pengengakangan ku....!?


Apakah tidak apa-apa jika aku menyerang mu...?" Hmmm apa yang dikatakan orang ini,  ia terus mengatakan batas dan menyerang.


Xixi menjadi jengkel dengan orang yang mengganggu tidurnya yang nyaman, Ia membuka matanya dan siap menegur orang itu. Melihat sekeliling lingkungannya yang aneh dan asing , xixi melihat gaun putih yang akrab dari sisi tempat tidur, Xixi menyipitkan matanya, dengan ragu dan merefleksikan bahwa itu miliknya, melihat ke arah tubuhnya dan segera ia berteriak saat menemukan tubuh telanjangnya di balik selimut.


"Seprai abu-abu, dua sepasang kaki telanjang.... Paha putih kaki pria dewasa.....?"


Keterkejutan xixi membuatnya terlihat bodoh dan juga menggemaskan di mata yuan. "ada apa xi ... ? Apakah kau lupa tentang aku kau dan kita selaman...?" Yuan bertanya dengan ekpresi menggoda xixi. "ahh yaa akhhh maksud ku tidakk" Xixi memutar tubuhnya kembali dan membelakangi yuan, Lalu melihat tubuhnya kembali ia merasa cukup nyaman tidak ada rasa lengket di tubuhnya.

__ADS_1


Untuk memahami kedaan dan situasinya ia cukup paham dan sangat malu untuk bertatap muka dengan pria di sebelahnya yang kini sudah menjadi suaminya itu. Wajahnya memerah dan ia menyembunyikan rasa malunya, "apakah cukup nyaman....? Aku sudah membersihkan tubuh mu dari keringat semalam, ku rasa kau tidak akan nyaman dengan cairan-cairan yang menempel di tubuh mu itu."


"Tu tu tuu....tunggu apa yang ia bicarakan.....? Berisih kan .....? Cairan tubuh......? Gila fixx dia gila bagaimana ia biasa membersih kan tubuh seorang wanita yang habis bercinta tanpa rasa bersalah dan penyesalan, atau hanya sebuah rasa enggan.....?"


Xixi benar benar mati kutu ia tidak bisa mengeluh dan berbicara, bibirnya bagaikan terkunci rapat, seribu kata-kata yang ingin dia lontarkan tertutup dengan satu ingatan yang terngiang-ngiang di kepalanya. "Aku sudah.....dan dengan dia.....?" bisiknya kecil sambil menutup wajah nya dengan selimut tebal yang juga menutupi tubuh mungilnya, Yuan mendengar bisikan kecil itu, matanya memancarkan cahaya lapar dan ingin menyeret nya kembali ke dalam pelukannya, Yuan menarik xixi segera berada dalam pelukannya lalu mencium pundaknya.


"xi jangan berpikir terlau banyak jangan jadikan ini rumit."


"hah...?"

__ADS_1


"dalam situasi ini apakah kau masih tidak mengingat siapa aku dan apa yang terjadi semalam....?" Yuan mengencangkan pelukannya, menekannya lebih intim ke dalam tubuhnya.


__ADS_2