
yuan
sial aku hanya berdecak kesal dan jengkel, melihat bocah itu senyum-senyum dan tebar pesona di depan pria lain, cihh apa bagus nya pria itu, jelas-jelas aku lebih baik, aku kaya tampan mapan siapa pun berlomba lomba mencari perhatian dari ku. siall bocah ini benar benar mengganggu pikiran ku, ia selalu memaggil ku om om om dan om, setua itu kah tampang ku.
hei usia ku baru 35 tahun dan bocah itu sudah mau 17 tahun, 1 2 3 4 5 (menghitung umur dengan jari) kira kira hanya beda 18 tahun ,tapi sikap bocah itu memandang ku seprti om om 50 tahun, baik lah (mengambil hp di saku menelpon pak go) " ya tuan."
"hei apa wajah ku terlihat tua." ada apa dengan tuan tiba tiba melepon ku menanyakan umur...? hmmmm (terkekeh kecil) pasti ini akibat nona xixi.
" tidak tuan, usia anda baru 35 tahun, dan itu adalah usia pria muda yang mapan, dan di usia anda yang baru 35 tahun, anda sudah jadi pemimpin perusahaan besar." yuan memutar bola matanya, " hei jangan bertele tele yang ku tanya wajah ku."
" jangan bercanda tuan , wajah anda seperti lukisan, walau usia anda 35 tahun tapi wajah anda seperti pria yang baru saja menginjak 30 tahun." agak berdyukur tapi juga agak kesal, yuan memutar kan mata "hanya terlihat 5 tahun lebih muda.....?" pak go bertanya " apa ini meyangkut nona xixi tuan......?" yuan diam bingung mau jawab apa karna yang di tanyakan seketarisnya benar, dan gengsinya membuat mulutnya bungkam.
" anda cocok bersanding dengan nona xixi tuan, nona xixi itu terlalu polos dan sangat imut jelas saja orang-orang melihat nya seperti anak-anak, jadi tuan bisa percaya diri" wajah yuan nya sedikit memerah "benar kah...?" pak go sedikit terseyum di balik panggilan itu " iya tuan saya jamin, jadi tu.....!????"
__ADS_1
tuttttt tutttt???????
halooo halooo tuannn, (kekekeh) tuan mempunyai harga diri yang tinggi hingga ia sangat cepat mematikan hp nya sebelum saya nenyelesaikn kata kata saya.
baik lah skarang aku sangat percaya diri, baik lah bocah permaianan akan semakin seru, segera ku menghapirinya ,langkah ku kini ku percepat tapi tiba tiba, ku lihat bocah itu melirik ku dan menyadari kedatangan ku. haaaaaa berteriak batin ku melihat nya menggenggam tangan pria itu dan berlari menghindari ku, aku pun berteriak
"GU XIXIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII"
bocah itu semakin cepat dan sialll cepat lepaskan tangan pria itu bocah 😠, semakin cepat ku berlari ia pun mepercepat langkah nya, utung lukanya di kepala bukan di kaki batin ku.
wah pria ini sungguh tampan, jika lisa tau pasti dia mau nikung nih ,fixxx dia g boleh tau, hahahahaha, huh untung saja om om itu tidak ada di sekitar ku, jarang-jarang kan ketemu cogan di rumah sakit, utung rumah sakit kesehatan bukan rumah sakit jiwa. kalo rumah sakit jiwa yang ku datangi...... yang pasti ku temui malah cogan kayak si om om itu (memutar kan bola mata sambil menarik dan membuang napas).
hhaaaaahh
__ADS_1
" ada apa ( bingung yang melihat xixi tiba tiba menarik dan membuang napas nya ) apa ada yang sakit...?" xixi menjawab, " akh tidak jo aku baik baik saja, hanya sedikit memikirkan tugas sekolah yang tertinggal."
" jangan pikirkan tugas mu, fokus lah pada luka dan kesehatan mu itu." xixi memiring kan kepala nya menunjukan wajah bingung dan bertanya.
jo menunjuk perban di kepala xixi "luka itu...??" xixi menarik napas dan menjelaskan " aaaaahhh aku lupa kalo sedang terluka hehe bicara dengan mu sungguh menyenangkan." jo pun tersenyum atas jawabab xixi, " aku juga , jadi lebih nyaman dan kau begitu ceria, di ruang apa kau di rawat.....?"
"entah yang ku tau V.V.I.P/V.I.P ....!"
"siapa yang mendaftarkan mu kesana ,hingga kau sendiri tak tau...?"
"oh itu si.....(belum selesai)"
tiba tiba insting ku menyuruh ku melirik ke hawa dingin di belakang ku, aku menoleh dan sedikit meliriknya, ohhh siallll
__ADS_1
singa ngamukkkkk