
"APA KAU GILAAAAAA JIKA TERJADI SESUATU PADA MU AKU BISA MATI MENYUSUL MU."
xixi
yuan menarik ku kata katanya yang bergema terus terngiang di telinga dan kepala ku. jantung ku memompa lebih cepat dan berdetak tidak beraturan, emosi yang meluap-luap seketika lenyap dan luluh dalam pelukannya. tangannya yang gemetar suhu tubuh nya bersatu dengan keringat yang terasa dingin, wajahnya sedikit pucat dan menunjukan ketakutan yang tidak bisa ku gambarkan.
"benarkah sosok yang ku kenal egois kasar semaunya selalu memandang rendah orang lain ini bisa membuat expresi seperti ini.....? untuk siapa....? aku.....? tidak tidak itu tidak mungkin." puluhan ratusan bahkan ribuan kali ku meyakinkan diri bawahwa itu hanya hayalan ku saja, mungkin ia hanya hawatir jika harus bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada ku, tapiii........!
sebuah doxtrin sudah ku tanam dalam pikiran ku bahwa aku sangat membenci prilaku kasar dan memaksanya pada ku, tapi semua terasa sia-sia, debaran jantung ku tidak bisa berbohong, mata ku sedikit berkaca-kaca melihat ketakutannya, hati ku terus bertanya tanya seperti apa perasaannya pada ku.....? kenapa ia bersikap berlebihan, jangan buat ku bimbang.
"apa yang kau lakukan ( memeluk penuh getaran dan takut) jangan lakukan itu jangan, dan jangan sekalipun kau berfikir untuk jauh dari ku, cukup merka yang jauh jangan kau. xixi mencengkram kemeja yuan, "mereka....?" xixi bertanya dengan suara kecil, "ya mereka, kumohonn" yuan memohon dengan nada sedikit gemetar. baru kali ini ku mendengar kata-kata lembut dan memohonnya. menyadari rasa takut yang tersembunyi membuat ku diam, menghindari luka dan konflik lebih dalam.
__ADS_1
sepanjang perjalanan di dalam mobil kami hanya diam membisu seperti ada sesuatu yang mengganjal. yuan menggenggam tangan ku sangat erat, sudah ku coba berkali-kali melepas genggamannya tapi setiap kali tangan dan jari-jari ku bergerak, ia semakin menekan dengan penuh ketakutan. sosok dingin dan kejam yang selama ini
ku lihat hancur ketika ku mencoba untuk kabur darinya tadi, apakah ia memiliki trouma.....?
mobil berhenti di depan butik yang sangat mewah, sungguh enggan aku melanjutkannya dan sangat ingin melawanya, tapi melihatnya seperti ini membuat ku pilu, pilu yang sulit untuk di jabarkan. di dalam butik yuan tetap diam tanpa bertnya atau menjahili ku seperti biasa...! "aneh....?" harusnya ku senang tapi seperti ada sesuatu yang hilang darinya. pak go yang memang sudah ada di lokasi bertanya-tanya dengan expresi bingung.
ketika yuan mencoba setelan jas hitam yang elegan dan mewah, ku menghampiri pak go, sengaja aku tidak menjelaskan dan memberitaunya soal kejadian tadi. aku meminta pak go untuk mencarikan ku barang yang ku inginkan, yaaahh pak go memang orang kepercayaan yuan yang terbaik, tanpa bertanya dan menggali lebih dalam, ia langsung menjalnkan tugas nya.
setelah selesai dan bercermin aku pun kagum dengan diri ku sendiri. "apa ini aku.....? sungguh aku.....?" pelayan yang berada di dekat xixi pun menjawab dengan senyum, "ya nyonya" jawab salah satu pelayan "nyonya sangat cantik dan imut baju ini sangat cocok dengan nyonya, pilihan suami nyonya sangat bagus dan sempurna." ucapnya
wajah ku memerah jantung ku berdetak tidak karuan mendengar bahwa baju ini di persiapkan hanya untuk ku.
__ADS_1
menikah dengannya.....? seprti nya tidak buruk....! yang harus ku lakukan adalah merubah sikap memaksanya hmmmm. aku pun keluar dan menunjukan penampilan terbaik ku padanya, dia sedikit melotot tapi tetap dengan expresi dingin. "apakah ia masih marah pada ku.....?" hayolah om hentikan sikap mu, berfikirlah dengan jernih aku hanya menggertak mu, aku masih waras tidak mungkin aku membuang nyawa ku sia-sia 😑😑😑.
baik lah ini salah ku, dan aku juga yang harus mengakhiri sikapnya itu hari ini. yuan sudah bersiap di tempat pemotretan menunggu ku, cihh aku tidak mau mempunyai foto pengantin dengan wajah mempelai pria yang dingin. aku pun mengeluarkan benda yang sudah ku pesan dari pak go tadi, aku sembunyikan di balik gaun ku. pemotretan berjalan sangat dingin tanpa suasana hangat.
para fotongrafer kebingungan dengan expresi prianya, mereka sayang dengan pekerjaan dan nyawa mereka. diam dan tidak berkomentar, tapi tetap menuntun gerakan dan pose pose kami, baik lah seperti nya ini saatnya, aku mengelurkan benda yang ku terima tadi.
tadaaaa sepasang telinga kucing berbentuk bando, aku memakainya di blakang yuan, lalu aku memakaikan kuping kucing yang satunnya lagi pada yuan. aku loncat dan memeluknya dari samping, mencubit dan mencium pipinya, seketika wajahnya kaget dan membulatkan matanya. para fotograph tidak menyia-nyiakan sedikit pun moment yang ku buat, mereka menjempret setiap gerakan dan expresi kami.
yuan kaget menengok dan menunduk, aku melemparkan senyum bahagia ku memancingnya melihat ku agar ikut tersenyum. berhasilllll ia tersenyum dan menghadap ku canda tawa kami pun kembali, yuan menunduk dan memegang kedua pipi ku dan menyatukan hidung kami, napas kami menyatu dalam sentuhan dan senyuman lembutnya yang terpang-pang jelas di depan wajah ku.
terbawa suasanya yang lembut, yuan mencium pipi kening hidung memeluk bahkan berpose seperti kucing, membuat suasanya yang dingin menjadi hangat dan penuh dengan rasa iri dari setiap mata yang melihat. "ya ini om om yang ku kenal jadi jangan bersedih lagi tunjukan wajah senyum dan bahagia mu pada ku dan pada orang orang disini ok."
__ADS_1
"hahahaha sungguh kau sangat istimewa bocah, sikap mu ini ..... jangan menyesal" yuan menarik ku dan mencium ku dengan sangat lembut hingga aku pun lupa jika kami sedang di foto dan menjadi tontonan orang-orang di sana.