Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan

Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan
Apa Kau Sudah Mengetahuinya?


__ADS_3

Selamat! Membaca 🤗


❄️❄️❄️❄️❄️


Usai memberikan Rohmah makan dan minum, Rahman mengeluarkan sesuatu dari saku jaket yang ia kenakan saat ini.


Dengan gerakan yang sengaja ia buat dramatis, Rahman menggoyang-goyangkan benda yang baru saja ia keluarkan itu dihadapan Jubaidah.


"Aa.. Apa itu Man?"tanya Jubaidah dengan seluruh tubuh bergetar hebat, melihat sebuah botol kecil transparan di tangan Rahman.


"Ini obat."sahut Rahman.


"O.. obat! Tapi untuk siapa obat itu?"


Jubaidah seperti tidak asing dengan benda yang ada di tangan Rahman saat ini, itu yang menyebabkan tubuhnya bergetar hebat ketika melihat Rahman mengatakan jika itu obat.


"Tentu saja untuk Mbak Rohmah, Mbak Rohmah sedang sakit, dia harus meminum obat secara rutin. Dan inilah obat terbaik yang aku pilih untuk menyembuhkan Mbak Rohmah."


"Tidak! Kau mendapatkan obat itu dari mana?"


"Aku yang memilihkan obat ini khusus untuk Mbak Rohmah dan obat ini bukan hanya untuk Mbak Rohmah, tapi juga untuk ibu."


Jubaidah menggelengkan kepalanya secara berulang-ulang, sungguh ia tidak mau jika yang Rahman katakan obat itu masuk ke dalam tubuhnya dan Rohmah karena Jubaidah sangat mengenali itu bukanlah obat melainkan racun.


Rahman sengaja menggunakan botol yang sama persis, seperti botol yang dulu Jubaidah gunakan untuk menampung racun yang ia berikan untuknya dan almarhumah Mira.


"Tidak Rahman, jangan berikan obat itu kepada kakakmu,"Pinta Jubaidah dengan tubuh yang bergetar.

__ADS_1


"Memangnya kenapa! Bukankah bagus kalau Mbak Rahma dikasih obat, jadi dia cepat sembuh dan akan berkumpul kembali dengan ibu."


"Tidak Rahman, ibu mohon tolong jangan berikan itu kepada kakakmu!"Jubaidah memohon sambil mengatupkan kedua tangannya.


"Kenapa tidak boleh?"


"Itu bukan obat!"


"Kenapa Ibu tahu kalau ini bukan obat, ini adalah obat yang tadi aku tebus untuk Mbak Rohmah sekaligus untuk Ibu.


"Tidak Rahman! Pokoknya jangan berikan obat itu kepada kakakmu!"


Hahahaha..


Dan disaat ini Rahman malah tertawa terbahak-bahak.


Jubaidah membelalakkan matanya menatap Rahman, kenapa Rahman bisa berpikir sama dengannya jika itu adalah racun.


"Kau sudah tahu itu racun, jadi tolong jangan berikan kepada kakakmu, Ibu mohon Man!"


"Ibu, apa kau ingat dengan peristiwa kurang lebih 15 tahun silam! Di saat ada seorang wanita yang tengah sakit parah bersimpuh memohon padamu untuk tidak meminumkan sesuatu dari botol seperti ini kepada anaknya."


DEG!


Dada Jubaidah bagai dihantam sebuah batu besar.


Ya, tentu saja Wanita itu sangat mengingat dengan jelas peristiwa yang baru saja Rahman katakan.

__ADS_1


"Kenapa kau terkejut seperti ini Bu! Apa kau sudah berhasil mengingatnya! Apa jangan-jangan kau pura-pura dan tidak mau mengingatnya?"


Saat ini tubuh Jubaidah benar-benar membeku, iya seperti terperangkap di sebuah ruangan pengap yang dikelilingi benda tajam hingga membuatnya tidak bisa bergerak sedikitpun, karena takut jika benda itu melukai tubuhnya.


"Ra... Rahman! panggil Jubaidah dengan suara bergetar dan tubuh yang kaku.


"Ada apa Ibu Jubaidah?"


Dan dengan ragu-ragu Jubaidah pun bertanya!


"A.. Ap.. Apa kau sudah mengetahuinya!"


Rahman membungkukkan tubuhnya agar bersejajar dengan Jubaidah yang masih tersimpuh di atas karpet lusuh.


"Mengingat apa! bicara yang jelas agar aku pun bisa menjelaskannya dengan benar,"bisik Rahman tepat di telinga Jubaidah.


Bersambung....


❄️❄️❄️❄️


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Minta dukungannya ya 🤗


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini 🙏


Lope banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2