Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan

Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan
Tolong Maafkan Aku!


__ADS_3

Selamat! Membaca 🤗🤗


"Via, temuilah Rahman sebentar, kasihan dia datang di malam hari dengan cuaca hujan deras seperti ini. Bicaralah sebentar, biar bagaimanapun juga Rahman masih suamimu yang sah." Ujar Aminah membujuk Via.


Sekali lagi Via menatap Rohim, dan Rohim tau arti dari tatapan Via.


"Semua terserah padamu Nak, jika kau ingin menemuinya. Temuilah dan jika kau enggan untuk bertemu dengannya Ayah akan menyuruhnya pergi." Ujar Rohim.


"Baiklah. Aku akan menemuinya." Akhirnya Via memberi keputusan.


Mungkin ia masih mempunyai belas kasih pada suaminya yang datang dengan cuaca ekstrem seperti ini. Via bukankah orang yang kejam! Dan benar apa kata Aminah biar bagaimanapun juga Rahman masih suaminya karena mereka belum resmi berpisah.


"Mas!" Panggil Via ketika ia sudah berada di ruang tamu.


"Via!" Wajah Rahman seketika berbinar ketika melihat Via berdiri di hadapannya. Sungguh ia sangat merindukan sosok istrinya yang selama ini ia sia-siakan.


Begitupun dengan Via. Ia menatap Rahman yang nampak sangat berbeda, lelaki itu nampak lusuh dan kurus, padahal Via hanya baru beberapa minggu meninggalkanya. Via berfikir, mungkin Rahman tidak makan dengan baik. Karena tidak ada yang menyiapkan untuk itu, Via tau seperti apa Jubaidah wanita itu hanya menginginkan uang Rahman saja tapi ia tidak perduli dengan kesehatan lelaki itu.


Melihat Via yang hanya diam tanpa mendekat dan melakukan apa yang biasanya Via lakukan ketika menyambut kedatangan Rahman yaitu mencium punggung tanganya, membuat Rahman bersedih.


"Via. Bagaimana dengankabarmu? Aku sangat merindukanmu." Ujar Rahman sambil berjalan mendekati Via.


"Aku baik-baik saja Mas." Sahut Via. Tapi ia menghidari Rahman dengan duduk di sofa padahal Rahman sudah ingin memeluknya.


"Untuk apa kau datang ke sini Mas?"tanya Via, dengan nada ketus.


"Tentu saja aku ingin bertemu denganmu dan Satria putra kita."


"Satria sudah tidur Mas, jika kau ingin bertemu dengannya, sebaiknya di siang hari saja,"sahut Via, masih dengan suara dingin.


"Via!"


"Mas, aku sudah bilang Satria tidur, jika kau ingin bertemu dengannya. Besok siang saja. Jika sudah tidak ada urusan lagi, sebaiknya kau segera pulang Mas."

__ADS_1


Rahman terkejut, dari nada bicara dan kata-kata Via sudah jelas jika wanita itu bermaksud mengusirnya. Tapi Rahman sadar ini semua kesalahannya, kesalahan yang begitu besar sampai membuat Via berubah sikap, dingin kepadanya.


"Via, aku ingin bicara denganmu."


"Dari tadi kita sudah bicara Mas." Sahut Via dengan kesal.


Ini benar-benar bukan Via yang Rahman kenal dulu, Via yang lembut dan tidak pernah bicara dengan nada ketus seperti itu padanya.


Memang benar apa yang dikatakan orang-orang di luar sana, jika hati wanita sudah disakiti tentu sikapnya akan berubah 180 derajat kepada orang yang menyakitinya.


"Via, aku tahu aku salah. Tapi tolong beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya padamu. Dan maafkan semua kesalahan yang telah aku lakukan padamu."


"Sudahlah mas, tidak ada yang perlu dibicarakan."


"Tidak! Via, kita perlu bicara, aku mengakui semua kesalahanku yang selama ini tidak memperdulikanmu dan Satria, bahkan aku sering mengabaikan kalian berdua. Padahal kalian yang paling berarti dalam hidupku, tapi aku benar-benar tidak mempunyai hubungan apapun dengan Selvi, jangankan untuk menjalin hubungan dengan wanita lain, berpikir untuk menghianatimu saja tidak pernah terlintas di benakku. Aku benar-benar sangat mencintaimu Via. Tolong percayalah padaku, aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Selvi, aku bisa membuktikan itu. Semua yang kau lihat hanya jebakan dari wanita itu. Dan kedekatanku dengan Selvi, semata-mata aku lakukan hanya demi Ibu. Tapi Aku menyesali semua itu Via, aku minta maaf, tolong maafkan aku."


Via tidak memberi respon apapun dengan penjelasan yang Rahman berikan, mungkin dia terlalu kecewa dengan lelaki itu hingga membuat Via enggan untuk perduli dan mendengarkan kata-katanya. Tapi Via kembali teringat dengan ucapan Aminah jika ada sesuatu yang tidak beres dengan Rahman dan semua ini tentu berhubungan dengan Jubaidah.


"Ini sudah malam Mas, sebaiknya kau pulang. Di luar juga hujannya sudah reda."


❄️❄️❄️❄️


Di ruangan lain.


Aminah tengah berbicara dengan suaminya Rohim, sebenarnya Rohim sangat keberatan dengan Aminah yang membiarkan bahkan membujuk Via untuk menemui Rahman.


Tapi Aminah menjelaskan jika ia melakukan itu semua karena ia masih menganggap Rahman sebagai menantunya.


"Kenapa kau masih menganggap lelaki itu sebagai menantumu! Bukankah dia sudah menyakiti Putri kita?"


"Yah, Ibu tahu kalau Rahman itu salah. Bahkan ia sangat bersalah dan Ibu juga tidak terima dengan perlakuan Rahman beserta keluarganya pada Via, Ibu yang paling terpukul dan bersedih mendengar cerita dari Monik tentang apa yang terjadi dengan Putri kita. Tapi setelah Ibu pikir-pikir dan Ibu amati Rahman melakukan semua ini karena Jubaidah, Ayah tentu sudah tahu kan seperti apa Jubaidah. Ibu menduga jika Rahman seperti ini ada kaitannya dengan wanita itu apalagi Rahman sampai melupakan Ibu kandungnya, apa Ayah mengerti maksud Ibu?"


Rohim masih terdiam, mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh istrinya.

__ADS_1


"Yah. Dari dulu Jubaidah memang sangat membenci kita, dan semua itu ia tuangkan kepada putri kita yaitu Via dan wanita itu juga memanfaatkan Rahman untuk meluapkan rasa bencinya kepada keluarga kita. Ibu juga tidak habis pikir kenapa Jubaidah masih menyimpan marah kepada kita."


"Apa yang kau pikirkan tentang Jubaidah? Tanya Rohim.


"Entahlah Yah, sebenarnya Ibu takut jika dugaan Ibu ini menimbulkan fitnah, tapi hati Ibu merasa jika Jubaidah ada hubungannya dengan kematian Almarhumah Mira iIbu kandung Rahman 15 tahun silam. Dan ayah ingat bukan, di hari pemakaman Mira, Rahman tidak nampak di sana, beberapa orang mengatakan jika Rahman sempat hilang di hari kematian Mira, dan ia baru ditemukan 3 hari paskah Mira dimakamkan dan entah kebetulan atau bukan, saat itu Jubaidah bekerja di ladang milik orang tua Rahman. Jika memang kita sudah tidak bisa menerima Rahman sebagai menantu, setidaknya kita harus membantu Rahman untuk keluar dari cengkraman Zubaidah dan mengingatkan kembali tentang almarhumah ibunya, Ibu sangat yakin ya jika ada sesuatu yang terjadi pada Rahman. Bahkan, sampai sekarang Ibu masih penasaran kenapa Rahman tidak mengingat kita. Padahal dulu kita sering bertemu dengan Rahman dan anak itu sangat dekat bukan dengan kita bahkan Alvian."


Rohim kembali terdiam, sedikit banyak ia membenarkan apa yang dikatakan Aminah. kenapa Rahman bisa melupakan semua masa kecilnya? apa sebenarnya yang terjadi kepada Rahman 15 tahun silam sampai ia melupakan semua memori penting dalam hidupnya.


❄️❄️❄️❄️


"Via, tolong maafkan aku. Dan aku mohon ikutlah pulang bersamaku?"pinta Rahman dengan sungguh-sungguh.


"Aku sudah memaafkanmu Mas."


Senyum bahagia terbit di kedua sudut bibir Rahman, tentu saja Rahman sangat bahagia karena ia mendengar kata jika Via sudah memaafkannya.


"Tapi, aku tidak akan ikut pulang denganmu Mas."


DEG!


Seketika hati Rahman terguncang dan senyum di bibirnya pudar.


"Apa maksudmu? kau sudah memaafkanku kan? kenapa kau tidak ingin ikut pulang denganku? Apa kau ingin tinggal di sini sementara waktu? Baiklah, tidak apa-apa tentu aku akan mengijinkannya dan aku akan ikut denganmu untuk tinggal di sini sementara waktu,"cerocos Rahman. Yang mengalihkan rasa kekhawatiran di hatinya.


Bersambung..



❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Minta dukungannya ya🙏

__ADS_1


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini 🙏


Lope Banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️


__ADS_2