Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan

Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan
Rahasia Jubaidah


__ADS_3

Selamat! Membaca 🤗🤗


"Kamu masih menanyakan alasannya apa? Astaga Rahman, kau ini pikun apa benar-benar tidak menyadari kesalahanmu. Saya tidak mau membuang-buang waktu saya untuk meladeni karyawan yang tidak becus dan profesional sepertimu, lebih baik kau segera pergi dari sini sebelum saya menyuruh Satpam untuk menyeretmu."


Rahman yang geram hanya bisa menahan marahnya, ia tidak berani melawan dan dengan terpaksa Rahman pun mengalah lalu pergi dari pabrik itu.


Akhir-akhir ini kesialan memang selalu menimpa Rahman, setelah ia ditinggal istri sekarang ia kehilangan pekerjaannya.


❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️


"Via, kamu yakin tidak ingin ikut Ibu pulang?"tanya Aminah pada putrinya.


"Tidak Bu, aku Masih betah tinggal di sini."Sahut Via.


Aminah menggenggam tangan putrinya. "Sayang Ibu tahu apa yang kamu rasakan. Ibu juga tentu tidak terima dengan perlakuan Rahman dan keluarganya padamu,"Aminah menarik nafasnya dalam-dalam," Via apa kau benar-benar yakin ingin berpisah dengan Rahman? Jika kau sudah yakin ingin berpisah dengannya, pulanglah dan selesaikan semuanya. Tidak baik menghindari masalah terlalu lama, dan biar bagaimanapun juga Rahman masih menjadi suamimu yang Sah. Ayah mu bilang, setiap hari Rahman datang ke Rumah untuk menanyakan kau dan Satria. Selesaikan semuanya, agar Rahman tidak terus mencari mu."


"Sepertinya aku yakin ingin berpisah dengan Mas Rahman, Bu. Aku bahagia seperti ini, hidup tanpa Mas Rahman." Kata Via, namun ia berkata dengan menunduk tidak berani menatap Aminah, dan Aminah sangat tahu jika putrinya berbicara dengannya dengan cara seperti ini, berarti Via tengah berbohong.


"Kau sudah dewasa Nak, bisa menentukan mana yang baik dan buruk Ibu hanya bisa mendukung dan mendoakan yang terbaik untukmu. Pesan Ibu, pikirkan semuanya dengan matang sebelum kau memutuskan sesuatu, pikirkan juga Satria putra kalian."


"Baik Bu."


"Via, kau sudah tahu kan siapa Jubaidah. Jubaidah memang bukan Ibu kandung Rahman. Dan sampai sekarang Rahman tidak mengetahui itu, padahal usia Rahman saat ayahnya menikahi Jubaidah sudah 15 tahun, apa kau tidak merasa heran kenapa Rahman tidak mengetahui atau mengingat jika Jubaidah Ibu tirinya. Dan Ibu kandung Rahman sebenarnya sahabat baik Ibu. Bahkan Ibu sudah mengenal Rahman dari ia kecil, itulah sebenarnya dulu Ibu langsung setuju ketika Rahman meminang mu."


Via menatap ibunya tidak percaya.


"Jadi, Ibu kandung Mas Rahman sahabat Ibu? Kenapa Ibu tidak pernah cerita padaku?"

__ADS_1


"Ibu pikir Rahman akan bercerita padamu, tapi ternyata, Rahman mengingat Ibu pun tidak. Dan yang membuat Ibu heran Rahman tidak pernah menyebut nama Ibu kandungnya ketika Ibu dan Ayah mu bertanya siapa Ibunya, Rahman tetap mengatakan jika Jubaidah Ibu satu-satunya. Ibu pikir Rahman sudah bisa melupakan kejadian naas saat Ibunya meninggal dan menganggap Jubaidah sebagai Ibu kandungnya karena wanita itu sangat menyayangi Rahman. Tapi setelah mendengar cerita dari mu, Ibu jadi tau jika selama ini Jubaidah hanya memanfaatkan Rahman."


❄️❄️


POV Via.


Aku benar-benar terkejut mendengar cerita dari Ibu, sebelumnya aku memang sudah tahu jika Jubaidah bukan Ibu kandung Mas Rahman dan di saat itu juga aku mulai melawan dan memberontak pada Ibu Jubaidah, aku juga mengunakan pengetahuanku ini sebagai ancaman untuk Ibu mertua ku agar ia tidak selalu menyakitiku.


Namun, aku tidak tahu jika orang tua kandung Mas Rahman adalah sahabat Ibu, dan Ibu sudah mengenal Mas Rahman bahkan sejak ia kecil.


Aku pun berpikir dan membenarkan apa yang dikatakan Ibu, bukankah heran dan aneh, kenapa Mas Rahman tidak mengetahui kalau Jubaidah bukan Ibu kandungnya, apakah Mas Rahman hanya berpura-pura tidak tahu, karena tidak mungkin jika Mas Rahman tidak tahu dan tidak ingat di usianya yang sudah 15 tahu, di usia seperti itu tentu ia sudah mengingat sesuatunya dengan sangat baik bukan.


Dan sekalipun Mas Rahman tidak pernah bercerita padaku tentang Ibu kandungnya. Ia selalu menyanjung dan memuja Jubaidah sebagai Ibu yang paling ia sayangi dan ia cintai satu-satunya di dunia ini.


Apakah aku harus turun tangan untuk mencari tahu semuanya? Karena jika melihat dari keanehan ini, yang dikatakan Ibu memang benar bahwa mertuaku itu hanya memanfaatkan Mas Rahman saja dan pasti ada sesuatu yang ia sembunyikan. Dan ada sesuatu yang terjadi pada Mas Rahman yang tidak aku ketahui.


❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️


"Jelas saja luntur, karena akhir-akhir ini kau juga jarang datang untuk memperkuatnya, kan sudah saya bilang. Datang ke sini setiap satu bulan sekali untuk menebalkan pengasihan yang saya berikan padamu,"sahut Mbah Gede dengan suara khasnya yang berat, serak dan terdengar menyeramkan.


"Lalu bagaimana ini mbah? Apa yang harus saya lakukan. Saya tidak mau jika anak itu kembali mengingat kejadian 15 tahun yang lalu, dan Ia sudah tidak patuh lagi pada saya?"


Rupanya.


Selama ini Jubaidah bersekutu dengan seorang Dukun yang biasa ia sebut Mbah Gede. Untuk memberi pengasihan pada dirinya agar Rahman senantiasa patuh dan mendengarkan apa yang ia ucapkan, dan ia juga meminta Mbah Gede untuk mengguna-guna Rahman agar lelaki itu lupa pada kejadian 15 tahun silam dan keluarga yang sebenarnya.


Saat ini, kekhawatiran dan ketakutan melanda Jubaidah karena akhir-akhir ini Rahman mulia berubah, ini semua karena kesalahannya yang tidak mendengarkan apa yang di haruskan oleh Mbah Gede yang memintanya untuk datang setiap bulan.

__ADS_1


"Masih belum terlambat, jika kau ingin memperbaikinya." Kata Mbah Gede.


"Apa yang harus saya lakukan Mbah, tolong cepat katakan, saya akan melakukan apa saja yang Mbah Gede perintahkan, asal Rahman tetap patuh pada saya?"


"Saya perlu mengadakan beberapa ritual yang sakral, dan ritual itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk membeli segala kebutuhan dan benda-benda yang digunakan untuk ritual itu sendiri."


"Berapa biayanya Mbah?"


"10 juta!"


"Apa 10 juta!"Jubaidah benar-benar terkejut dengan nominal yang disebutkan oleh Mbah Gede,"Kenapa bisa sebanyak itu Mbah? Biasanya biaya untuk membeli segala kebutuhan tidak sebesar itu?"


"Itu karena kau telah melakukan beberapa pelanggaran hingga beberapa pengasihan dan guna-guna yang saya terapkan memudar, dan untuk memulihkannya dan menguatkannya kembali, harus diadakan ritual yang lebih dahsyat dan itu membutuhkan biaya besar, karena saya juga harus mengundang Mbah Parno untuk meminta membantunya, ini beresiko besar bagi saya, jadi uang 10 juta itu sebenarnya tidak sebanding dengan resiko yang akan saya terima nanti, tapi karena kau langganan saya sejak 20 tahun yang lalu, saya memberikan keringanan biaya padamu. Jika kau tidak mau tidak apa-apa, tapi kau harus menerima segala resikonya, anak itu bukan hanya tidak menurut padamu tapi ia akan mengingat dengan jelas dan secara detail kejadian 15 tahun yang lalu, dan tidak menutup kemungkinan jika anak itu akan menuntut balas padamu."


Kata-kata Mbah Gede benar-benar sangat mengerikan bagi Jubaidah, bahkan itu jauh lebih mengerikan dari ribuan panah yang akan menerjangnya.


Jubaidah terdiam!


Ia bingung harus melakukan apa? Tentu ia tidak mau jika Rahman berubah sikap padanya dan bahkan akan membencinya seumur hidup. Tapi Jubaidah juga bingung harus mendapatkan uang 10 juta dari mana.


Bersambung..


❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Minta dukungannya ya 🙏

__ADS_1


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini 🙏


Lope banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️


__ADS_2