Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan

Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan
BAB 29. Sikap Jubaidah Yang Tiba-tiba Berubah


__ADS_3

Selamat! Membaca πŸ€—


Aku harus lebih bersabar lagi.


Dan akupun memutuskan untuk menuruti permintaan Mbak Rohmah, memasak Mie goreng yang di mintanya.


Tapi karena persediaan Mie tinggal satu bungkus, jadi aku hanya membuat untuk Ibu mertuaku saja.


"Untuku mana?"tanya Mbak Rohmah. Ketika melihat aku hanya meletakkan satu piring Mie goreng di meja.


"Tidak ada."Sahutku dengan ketus.


"Tidak ada! apa kau tidak mendengar apa yang aku katakan tadi?"


"Dengar."


"Lalu kenapa kau hanya masak satu Mie mangkuk saja?"


"Karena sudah tidak ada lagi persediaan Mie di Rumah ini Mbak."


"Kamu kan bisa membelinya di warung!"


Seenaknya dia bicara seperti itu! Memangnya dia kira itu tidak pake Uang?


Lama-lama kesabaranku habis jika terus di hadapkan dengan Mbak Rohmah seperti ini.


"Sudah Rohmah, kau makan saja yang ini."Sahut Ibu Mertuaku.


Tumben sekali Ibu Jubaidah berkata seperti itu, biasanya ia akan semakin memanasi Mbak Rohmah jika aku tidak menuruti keinginan anaknya itu.


"Via, kau beristirahatlah. Kau pasti lelah kan setelah seharian pergi mencari kerja,"kata Ibu Jubaidah yang semakin membuatku terkejut.


Sejak kapan ia memperhatikan aku seperti ini bahkan dia sampai memintaku untuk beristirahat. Sungguh aneh!


Tapi aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, aku yang memang merasa sangat lelah segera berpamitan pada mereka dan langsung berjalan menuju Kamar untuk istirahat.


*****


Keesokan harinya.


Sifat Jubaidah yang tiba-tiba berubah drastis membuat Via semakin bingung, bahkan di pagi-pagi buta wanita itu datang ke Rumah Via Untuk mengantarkan sarapan.


Seperti pertanda jika hari ini akan turun Salju, membuat Rahman dan Via menganga melihat kedatangan Jubaidah dengan satu rantang sarapan lengkap yang ia jajarkan di meja makan.


"Apa ini Bu?"Tanya Rahman dengan bingung.


"Ini sarapan untuk mu dan Via."


"Sarapan! Untukku dan Via!"


Rahman nampak terkejut dengan penuturan Jubaidah yang mengatakan Jika Itu semua ia siapkan untuk anak dan menantunya.


"Kenapa kau terlihat terkejut seperti itu Man! Ibu hanya membawakan sarapan untukmu dan Via, Ibu tahu jika di pagi hari seperti ini Via akan sibuk mengurusi Putra kalian, jadi Ibu berinisiatif untuk membawakan sarapan untukmu dan juga Via."


Terlihat Rahman mengulas senyum bahagia, dengan kebaikan Ibunya pagi ini.


Berbeda sekali dengan Via, iya terlihat seperti menangkap sinyal buruk dibalik siakp baik Jubaidah.

__ADS_1


Benar saja!


Jubaidah yang dari dulu tidak pernah menyukai Via tentu akan membuat Via bertanya-tanya dan curiga Kenapa tiba-tiba wanita itu bersikap baik padanya.


Alasannya!


Jubaidah yang mendengar jika Via ingin kembali bekerja merubah image galaknya menjadi mertua yang baik dan pengertian, tentu saja karena ia ingin menguasai Via. Iya sangat tahu seberapa besar gaji yang Via dapatkan di kantor tempatnya bekerja, oleh sebab itu ia ingin mengambil hati Via agar wanita itu mau bekerja dan memberikan sebagian gaji untuknya


Dan Jubaidah juga mati-matian akan merayu Rahman agar lelaki itu mengizinkan Via untuk bekerja kembali.


Jubaidah akan berusaha dan melakukan apapun untuk membujuk Rahman agar ia mengizinkan Via bekerja.


Setelah selesai sarapan Jubaidah pun mengatakan apa yang ingin ia sampaikan pada anak dan menantunya itu.


"Bagaimana Via, apa kau diterima kembali bekerja di Kantor lamamu? Pasti diterima kan, karena kau dulu di sana karyawan yang teladan dan berprestasi, pasti atasanmu dengan senang hati menerimamu kembali,"kata Jubaidah yang memulai obrolan mereka.


"Iya Bu, bahkan hari ini atasanku memintaku untuk mulai bekerja."


"Benarkah!"Jubaidah sangat berantusias mendengar jika hari ini Via sudah mulai bekerja.


"Lalu kenapa kau belum siap-siap! Ini kan sudah jam 07.00, biar Ibu yang menjaga Satria."Tawar Jubaidah dengan senang hati.


"Tidak perlu Bu, karena aku tidak akan berangkat bekerja."


"Kenapa?"raut wajah Jubaidah seketika berubah mendengar jika menantunya itu tidak jadi berangkat bekerja hari ini.


"Karena Mas Rahman tidak mengizinkan aku untuk bekerja Bu."


Jubaidah terlihat nampak kesal sekali bisa-bisanya Rahman tidak mengijinkan istrinya itu kembali bekerja padahal ini sangat menguntungkan baginya, padahal kemarin dia sudah membujuk dengan segala cara.


"Tidak perlu Bu! aku tetap pada keputusan utamaku, tidak akan pernah mengizinkan Via kembali bekerja."


"Tapi Man?"


"Tidak ada tapi-tapian Bu, aku sudah mengatakan pada Ibu jika keputusanku sudah bulat dan tidak akan bisa diganggu gugat lagi."


Setelah mendengar keputusan mutlak dari Rahman raut wajah Jubaidah menjadi berubah, tadinya ramah penuh dengan senyum kini kembali ditekuk dan cemberut.


Bahkan ia kembali memasukkan beberapa makanan ke dalam rantang yang sudah ia sajikan di meja.


"Kenapa Ibu memasukkannya lagi?"tanya Rahman dengan bingung.


"Ibu lupa jika Mbakmu itu belum makan, jadi Ibu akan membawa pulangnya kembali"


"Tapi Bu, aku baru makannya sedikit dan Via juga belum memakannya sama sekali."


"Ibu tidak peduli, jelas makanan ini Ibu bawa pulang kembali, karena Rohmah dan Putri belum sarapan."


Setelah mengembalikan semua makanan ke dalam rantang, Jubaidah pun bergegas keluar dari Rumah Rahman dengan hati yang dongkol dan kecewa.


"Dasar! Sia-sia aku subuh-subuh bangun untuk memasak semua ini, tapi Via tidak jadi bekerja. Apa sih yang ada di otak Rahman itu kenapa dia sampai tidak mengizinkan Via bekerja, sepertinya aku harus menggunakan cara lain agar Rahman mengizinkan Via bekerja kembali."


Grutu Jubaidah sepanjang perjalanan menuju pulang ke Rumah.


❄️❄️❄️❄️❄️


Beberapa minggu berlalu.

__ADS_1


Dan di waktu ini pun Jubaidah semakin menjadi-jadi, ia benar-benar menguasai Rahman sepenuhnya.


Bukan hanya uangnya saja, tapi wanita itu juga menguasai waktu dan badan Rahman.


Hari ini adalah hari kepulangan Rudi menantu kesayangan Jubaidah suami dari Rohmah.


Dan di pagi hari Jubaidah pergi ke Warung sayur, untuk membeli beberapa bahan makanan karena ia ingin memasak spesial untuk kepulangan menantunya itu.


"Waaahh. Sepertinya Ibu Jubaidah ingin masak besar nih?"


Tanya ibu pemilik warung.


"Iya Bu, karena hari ini menantu saya Rudi akan pulang."


"Rudi suaminya Rohmah?"


"Iya Bu, dua tahun yang lalu ia berpamitan ke luar negeri dan hari ini ia kembali pulang."


"Pasti Rudi membawa banyak uang ya Bu!"


"Tentu saja! karena menantu Lelaki saya itu sangat bisa diandalkan, di sana dia mau hidup prihatin dengan keadaan. Kerjaannya pun di sana sangat bagus. Maka dari itu saya ingin menyambut kepulangannya dengan memasak masakan kesukaan menantu saya itu."


"Ibu Zubaidah perhatian sekali."


Jubaidah tersenyum puas dan senang, selain hari ini Rudi akan kembali ke tanah air ia juga mendapatkan beberapa pujian dari para Ibu-ibu yang berada di warung sayur.


Membuat Jubaidah semakin berbunga-bunga.


Di tengah perjalanan pulang, tidak senaja Jubaidah berpapasan dengan Mobil mewah berwarna Merah terang.


Mobil itu membunyikan klakson yang membuat Jubaidah terkejut!


Ia memaki si pemilik Mobil yang masih berada di dalam.


"Hey! Apa kau pikir ini jalanan punya Kakek buyutmu!"


Jubaidah berkata sambil menggebrak Mobil mewah itu.


Tak berapa lama, sebuah sepatu berwarna merah mengkilap dari sepasang kaki Mulus keluar dari Mobil Itu.


Mata Jubaidah terbelalak melihat sosok wanita cantik yang Glamor menjulang dengan Indah di hadapannya.


"Selvi!"


Kata Jubaidah. Penuh takjub.


Bersambung.....


❄️❄️❄️❄️❄️


Terimakasih sudah berkunjung ke cerita iniπŸ™


Minta dukungannya ya πŸ€—


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini πŸ™


Lope banyak-banyak untuk semuanya ❀️❀️❀️

__ADS_1


__ADS_2