
Selamat membaca 🤗
Semua terkejut mendengar cerita dari Rahman, mereka benar-benar tidak menyangka jika Jubaidah lebih kejam dari apa yang mereka pikirkan.
"Kamu yang sabar Nak, ikhlaskan semuanya,"ucap Aminah, menangkan Rahman.
Rahman mencium punggung tangan Amina dan Rohim secara bergantian, ia sangat menyesal dengan apa yang ia lakukan selama ini pada Via. Rahman juga baru mengingat jika Aminah adalah wanita yang ia sebut Bibi di waktu kecil.
"Sudahlah. Yang terpenting sekarang kau sudah mengingat semuanya,"ujar Rohim.
Rahman beralih pada Via.
"Via, tolong maafkan aku, aku tau selama ini aku salah padamu, bahkan kesalahanku sudah sangat besar, aku sering menyakitimu, aku tidak perduli denganmu dan Satria, aku sangat egois, aku tidak pernah mendengarkan apa katamu, aku selalu mementingkan wanita jahat itu daripada dirimu dan Satria yang sesungguhnya sangat berarti bagiku. Tolong maafkan aku Via."
Kali ini Rahman berkata dengan sungguh-sungguh dan penuh penyesalan.
Ini semua di luar kuasa Rahman, ia hanya seorang anak malang yang di perdaya oleh Jubaidah yang gelap mata, tentu saja mereka tidak bisa serta merta menyalahkan Rahman. Saat ini Rahman kembali mengingat kejadian naas yang merenggut nyawa ibunya tepat di hadapannya, dan yang paling Rahman sesali saat itu, ia tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan ibunya, seandainya saat itu ia mempunyai sedikit kekuatan mungkin ia bisa menyelamatkan Mira dari kejahatan Jubaidah, kebencian begitu cepat menyelimuti hatinya yang selama ini tertutup. Nama yang selama beberapa tahun ini Rahman Ratukan di hatinya, seketika berubah menjadi nama yang paling ia benci sampai urat nadi dan sepanjang hidupnya.
__ADS_1
"Kau tidak harus meminta maaf seperti ini Mas, ini sepenuhnya bukan salahmu. Aku yang seharusnya meminta maaf padamu karena baru menyadari ini semua, dan sebenarnya aku sudah tau sejak lama jika Jubaidah bukan ibu kandungmu, tapi aku lebih memilih untuk merahasiakannya karena aku pikir kau sudah tahu, dan kau tidak akan mendengar ucapanku."
"Tidak! Kau tidak salah, aku yang bersalah."Rahman memeluk Via, kekecewaan Via seketika memudar setelah mendengar cerita teragis yang di alami Suaminya, dan selama bertahun-tahun Rahman hidup dalam pengaruh ilmu hitam yang di kirim Jubaidah, membuat Via merasa bersalah karena ia kerap kali mengumpat dan menyalakan Rahman, Via menyambut pelukan Rahman dengan hangat.
✨✨✨
"Terima kasih banyak pak kyai atas bantuannya,"Ucap Rohim.
"Berterima kasihlah pada Allah Yang Maha Kuasa, tidak ada pertolongan dan bantuan yang datang tanpa izin darinya,"sahut Kyai Yusuf, "Saya permisi, awasi Menantumu, saya melihat dendam yang begitu dalam dari kedua matanya, minta dia untuk lebih mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa, agar terhindar dari godaan setan."
"Baik pak kyai. Insyaallah saya akan menjaga dan mengawasi Rahman."
******
"Via, ajak suamimu untuk beristirahat, ia terlihat sangat lelah,"ujar Aminah.
"Baik Bu."
__ADS_1
Via menuntun Rahman yang masih terlihat sedih dan murung kedalam kamar.
"Kau istirahatlah Mas, aku siapkan makan untukmu."
"Terima kasih!"
Via keluar kamar dan Rahman berbaring persis di samping Satria, ia pandangi wajah putranya dengan pandangan penuh sesal, karena selama ini ia lebih sering menelantarkan Satria padahal anak itu tengah berjuang melawan sakit yang di deritanya.
"Ini semua karena wanita iblis itu, dia bukan hanya menyebabkan ibu meninggal, tapi ia juga merusak keluargaku, menjauhkan aku dari putraku, dan membuat aku membenci istriku sendiri, lihat Jubaidah apa yang akan aku lakukan padamu!"gumam Rahman, dengan rahang yang mengeras dan mata yang memerah.
Bersambung..
❄️❄️❄️❄️❄️
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Minta dukungannya ya 🤗
__ADS_1
Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini 🙏
Lope Banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️