Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan

Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan
Draft


__ADS_3

Assalamualaikum 🙏


Terima kasih yang masih setia mengikuti cerita Via dan Rahman sampai sini.


Kasih Lope-lope ❤️❤️ Se-kebon jagung 🌽 untuk semuanya 🤗🤗🤗


Sedikit Informasi, sampai sini dan seterusnya, kita fokus pada balas dendam Rahman yang ingin menghancurkan dan memberi kehidupan seperti di neraka untuk Jubaidah, dan Via yang berusaha menyadarkan Rahman.


Kenapa?


Karena perseteruan dan kesalahpahaman antara Via dan Rahman sudah bisa di selesaikan, Alhamdulillah 🤲


Dan sudah tidak ada lagi yang namanya Istriku Boros.


Episodenya tidak terlalu banyak ya🤗


Semoga Lope-lope ku tetep suka dan mendukung otor Remahan ini 😔


Terima kasih 🙏❤️❤️


❄️❄️❄️


Selamat! Membaca 🤗


Rahman sampai di Rumah sakit, dan saat itu Jubaidah sudah terlelap, karena Dokter terpaksa memberikannya obat penenang agar wanita itu bisa beristirahat.


"Bagaimana dengan keadaan ibu?"tanya Rahman pada Rania yang masih setia menunggui ibunya.


"Seperti yang mas lihat, sepertinya ibu sangat kesakitan. Aku tidak tega melihatnya Mas, sungguh tega orang-orang itu, membuat ibu sampai seperti ini."


Rahman menatap Jubaidah yang terbaring di ranjang rumah sakit, dengan selang infus yang masih tertanam di tangannya serta wajah dan kaki yang berbalut perban putih.


"Apa Anda bapak Rahman?"tanya Dokter yang saat itu memasuki kamar rawat Jubaidah.


"Benar Dok."


"Bisa saya bicara sebentar dengan bapak?"

__ADS_1


"Baik Dokter."


Rahman mengikuti Dokter menuju ruangannya.


***


"Jadi begini pak, kondisi ibu Jubaidah sangat memperhatikan dengan luka yang cukup serius di tubuhnya, bahkan ibu Jubaidah tidak bisa berjalan dengan normal selama beberapa bulan kedepan karena kaki kirinya mengalami patah tulang, tapi bapak tidak perlu khawatir, dengan melakukan pengobatan yang di anjurkan Insyaallah Ibu Jubaidah bisa berjalan seperti semula."


"Terima kasih Dok, tolong lakukan yang terbaik untuk ibu saya."


"Itu sudah pasti pak, tapi ada sesuatu yang ingin saya sampaikan secara serius pada pak Rahman."


Rahman menyimak dengan serius, apa yang akan di katakan Dokter pria itu.


"Ibu Jubaidah mengeluh sakit di bagian dadanya, bahkan beliau sampai menangis merasakan sakit itu. Setelah kami melakukan pemeriksaan, tidak ada luka di bagian tersebut, kami khawatir ada sesuatu yang terjadi pada Ibu Jubaidah, mungkin beliau mengalami luka dalam, kami meminta persetujuan pak Rahman untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada Ibu Jubaidah dengan apa yang beliau keluhkan."


Rahman terdiam, ia tengah menduga jika sakit itu bukan karena serangan dari preman, melainkan dari racun yang ia berikan.


"Maaf Dokter, ibu saya memang sering mengeluh sakit di dadanya. Dan saya sudah melakukan pemeriksaan untuk itu, dan Dokter yang saat itu memeriksa ibu saya mengatakan, bahwa tidak ada yang serius dan perlu di khawatirkan dengan keluhan ibu saya."Rahman memberi alasan.


"Sekali lagi terima kasih Dok!"


Rahman keluar dari ruangan Dokter dengan perasaan super puas.


Dan ia langsung menghubungi orang suruhannya.


"Pekerjaan kalian cukup memuaskan, saya akan membayarnya dengan pantas."


("Terima kasih Bang. Jika ada pekerjaan lagi, jangan sungkan untuk menghubungi kami ")


"Tentu."


Ya, di balik penyerang Jubaidah, Rahman lah dalang dari skenario itu.


Seperti apa yang ia katakan, Jubaidah harus membayar mahal setiap uang yang Rahman berikan padanya.


Rahman yang dulu lelaki polos dan penurut. Kini menjelma menjadi lelaki kejam kerena dendam di hatinya.

__ADS_1


Memang benar apa yang di katakan orang. Jika sakit hati, bisa merubah sifat dan sikap seseorang.


Semua orang tidak akan pernah menyangka jika Rahman yang melakukan ini semua termasuk Jubaidah sendiri.


❄️❄️❄️❄️


Rahman sedikit tercengang melihat tagihan Rumah sakit yang cukup besar. Ia sebenarnya tidak punya cukup uang untuk melunasinya, jikapun ia memiliki uang yang tidak sedikit itu, Rahman tidak Sudi untuk membiayai sakitnya Jubaidah.


Namun ketika dalam hatinya berbisik.


'Jubaidah akan membayarnya dengan harga mahal'


Rahman tersenyum tipis.


"Ya, tidak masalah. Aku akan mencarikan uang itu."


❄️❄️❄️❄️


"Bagaimana! Anak ini manis dan cantik kan?"kata Miranda, pada seorang peri asing yang tengah menatap Putri.


"Berapa rupiah yang harus saya berikan untuk Anda?"Sahut Pria itu, tanpa basa-basi.


"Haha, saya sangat senang bertransaksi dengan Mister yang sangat pengertian ini, tidak banyak, hanya 100 juta untuk harga anak ini."


Ya, Miranda istri baru Rudi ternyata bukan wanita baik-baik, ia adalah salah satu komplotan manusia yang melakukan bisnis terkutuk.


Ia sengaja meminta Rudi untuk membawa Putri tinggal bersamanya, dan wanita itu juga sengaja menyibukkan Rudi dengan usahanya yang berada di luar kota agar ia bebas melakukan transaksi.


Bersambung....


❄️❄️❄️❄️


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Mohon dukungannya 🤗


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini 🙏

__ADS_1


Lope banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️


__ADS_2