Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan

Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan
Ancaman Jubaidah


__ADS_3

Selamat! Membaca 🤗


(Hi. Wanita sialan. Cepat kau pulangkan putra saya, jangan kau tahan dan pengaruhi Rahman dengan kata-kata munafik dari Ibumu itu. Sebelum saya melakukan sesuatu padamu dan Anak penyakitanmu itu)


Itulah pesan yang dikirim oleh Jubaidah yang tentu saja membuat Via terkejut dan tidak menyangka jika mertuanya bisa mengirim pesan yang begitu kejam dan mengerikan.


"Astaghfirullahaladzim! Apa maksud pesan yang Ibu mertua kirimkan, kenapa kata-katanya seperti ini."


Via melirik Rahman, namun lelaki itu sudah memejamkan matanya sepertinya ia sangat lelah.


Via berusaha menenangkan diri dan ia menganggap itu hanyalah pesan gertakan dari Jubaidah yang marah karena Rahman datang kepadanya. Via kembali meletakkan ponsel nya di atas nakas dan ia berbaring di atas ranjang mencoba tidak memperdulikan pesan ancaman dari Jubaidah.


Namun, baru beberapa menit Via merebahkan diri. Ponselnya kembali berbunyi dan lagi-lagi itu Jubaidah yang mengancamnya, bukan hanya sebuah teks ancaman tapi Jubaidah juga mengirimkan sebuah foto mainan Dinosaurus yang biasa dipakai bermain Satria, tapi mainan itu, kedua kaki dipotong oleh Jubaidah, entah apa maksud wanita itu mengirim foto mengerikan seperti itu dan hal itu tentu saja membuat Via menjadi gelisah dan berpikir buruk kepada Ibu mertuanya.


"Kenapa Ibu Jubaidah mengirimku foto seperti ini? Apa maksudnya, ini kan foto mainan Satria kenapa ia rusak seperti ini."


Via yang merasa tidak tenang lantas beranjak dari ranjang, ia sungguh tidak bisa tenang apalagi melanjutkan tidur dengan teror ancaman yang diberikan oleh Jubaidah, Via ingin membangunkan Rahman namun tidak cukup tega karena Rahman tidur begitu nyenyak, dan sepertinya Rahman juga kurang sehat karena Via merasakan panas di tubuh Rahman ketika ia menyentuh lengannya. karena tidak mungkin membangunkan Rahman yang kurang sehat Via mengambil kunci di saku celana lelaki itu lalu keluar dari kamar menuju ke kamar orang tuanya.


"Ada apa nak? Kenapa malam-malam begini ke kamar Ibu apa terjadi sesuatu!?"panik Aminah seraya membuka pintu, padahal Via mengetuknya dengan begitu pelan nyaris tak terdengar, tapi karena Aminah masih terjaga membuatnya mendengar ketukan pelan dari Via.


"Ibu coba lihat ini! Ini pesan yang dikirimkan oleh Ibu Jubaidah."Ujar Via saraya menyerahkan ponselnya kepada Aminah.


"Astaghfirullahaladzim! Apa maksudnya ini!"Aminah yang juga merasa khawatir dan risih dengan pesan yang dikirim oleh Jubaidah segera memanggil suaminya.


"Ada apa Bu?"


"Coba lihat ini Yah, pesan yang dikirim oleh Jubaidah kepada Via."


"Astaghfirullahaladzim! Sepertinya Zubaidah benar-benar marah karena Rahman tidak pulang, kalian tenanglah tidak usah takut dengan ancaman seperti ini, kita hanya boleh takut kepada sang pencipta karena sesuatu yang terjadi di dunia ini atas kehendaknya, serahkan semuanya kepada Allah sang pemilik segala, dan berdoalah agar kita semua dijauhkan dari marabahaya dan kemusyrikkan serta niat jahat manusia yang membenci kita."

__ADS_1


Via dan Aminah mengangguk, tapi meskipun begitu yang namanya manusia biasa tetap merasa risih dan tidak nyaman serta takut dengan ancaman yang mengerikan seperti itu apalagi Jubaidah mengancam Satria, cucu kesayangan Aminah dan putra kesayangan Via, tentu mereka takut terjadi sesuatu pada anak tak berdosa itu.


"Kamu kembalilah ke kamar, berdoalah kepada sang pencipta. Insya Allah semuanya akan baik-baik saja dan tidak akan terjadi sesuatu kepada Satria,"kata Rohim menenangkan putrinya dan ia juga mengantar Via sampai ke depan pintu kamarnya.


"Apa aku harus memberitahu ini kepada Mas Rahman?"tanya Via kepada Rohim dan Aminah.


"Lebih baik jangan dulu, kita tunggu di waktu yang tepat! Sepertinya ada sesuatu yang Jubaidah sembunyikan, dan kita harus mencari tahunya sambil mengumpulkan semua bukti untuk ditunjukkan kepada suamimu itu agar Rahman mempercayai dan mengetahui siapa Jubaidah sebenarnya, kamu istirahatlah besok Ibu dan Ayah ingin membahas soal ini secara serius denganmu."


Via mengangguk dan ia kembali masuk ke dalam kamarnya.


Rohim dan Aminah sudah berdiskusi untuk mencari tahu penyebab Rahman melupakan kejadian 15 tahun silam dan masa kecilnya. Karena Aminah sudah menganggap Rahman sebagai putranya sendiri sejak kecil, setidaknya ia ingin menyelamatkan Rahman dari tipu daya Jubaidah meskipun, kelak Rahman sudah tidak akan menjadi menantunya lagi.


❄️❄️❄️❄️❄️


Keesokan harinya.


Alvian yang begitu bernafsu dan tidak sabar segera menunju rumah Via dan Rahman di pagi hari dengan memaksa Wisnu yang bahkan belum sempat menghabiskan sarapan dan menyeruput kopi panas kesayangannya.


"Kau bisa meminum kopi sepuasmu setelah kita menyelesaikan tugas kita ini, sekarang cepatlah bersiap-siap, aku akan panaskan mobil." Kata Alvian yang benar-benar tidak bisa bernegosiasi dengan Wisnu yang ingin menikmati kopinya.


"Baiklah! Aku akan mengalah dengan calon kakak iparku,"mata Wisnu dengan pasrah dan ia pun masuk ke dalam kamarnya untuk mengganti pakaian dan bersiap-siap menuju ke kediaman Via dan Rahman yang saat ini ditempati oleh Jubaidah.


❄️❄️❄️


"Ibu mau ke mana, Ibu tetaplah di rumah karena sejak subuh tadi Mbak Rohmah mengamuk ingin keluar mencari Mas Rudi, aku tidak bisa terus-terusan menghalau Mbak Rohmah yang ingin keluar bu." Pinta Rania membujuk Jubaidah yang Ingin menyusul Rahman ke kediaman Rohim.


"Tidak bisa Rania, Ibu harus segera membawa pulang kakakmu, jangan sampai ia berlama-lama di keluarga Aminah, bisa-bisa otak kakakmu tercuci bersih di sana."


"Ibu ini kenapa sih! Kenapa sangat membenci keluarga Mbak Via, bukankah Mbak Via dan keluarganya itu baik kepada kita."

__ADS_1


"Baik katamu? Kau tidak tahu apa-apa tentang keluarga itu Rania, jadi lebih baik kau diam saja dan jangan pernah mencampuri urusan Ibu, lagipula Rahman sudah berjanji akan membawa Rohmah ke Rumah Sakit pagi ini, jadi Ibu harus segera membawa pulang kakakmu."


"Tapi Bu!"


"Sudah! Rania, lebih baik kau jaga baik-baik Rohmah di sini."


Jubaidah yang semalaman tidak tidur, menjadi gusar di pagi hari. Ia kalap dan ingin segera menyeret Rahman pulang ke rumah, karena ancamannya semalam tidak mempengaruhi Via, Jubaidah jadi nekat menyusul sendiri ke sana untuk membawa pulang Rahman dan berniat memberi pelajaran pada Via.


Tapi ketika wanita itu baru melangkahkan kakinya di pintu keluar.


Jubaidah dihentikan oleh kedatangan mobil berwarna hitam yang dikendarai oleh Alvian beserta Wisnu di sampingnya.


Rania yang tengah membututi Jubaidah, juga terkejut dengan kedatangan Alvian yang tidak biasa, apalagi lelaki itu datang dengan seorang lelaki yang berpenampilan rapih lengkap dengan tas hitam di tangannya.


Jubaidah memasang wajah sinis dan tak suka dengan kedatangan lelaki itu, bahkan ia sampai bertolak pinggang menyambut kedatangan Alvian dan Wisnu.


"Apa kau tidak punya sopan santun bertamu di rumah orang di pagi hari seperti ini! Saya tidak menerima tamu di pagi hari seperti ini jadi lebih baik kau pulang sana, kembalilah ke asalmu." Sapa Jubaidah, dan sapaan itu bertuju mengusir Alvian dan Wisnu dari rumah anaknya.


"Haha... Haha...!"


Alvian malah tertawa terbahak-bahak mendengar pengusiran dari Jubaidah.


Bersambung.....


❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Minta dukungannya ya 🤗

__ADS_1


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini 🙏


Lope Banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️


__ADS_2