Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan

Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan
Rencana Jubaidah Dan Selvi


__ADS_3

Selamat! Membaca 🤗


"Via, apa maksudmu?"


"Nak, Rahman! Panggil Kyai Yusuf.


"Iya pak?"


"Sepertinya, kau telah kehilangan sebagian memori ingatanmu. Bisa kita bicara?"


Rahman ragu-ragu untuk mengatakan iya, karena ia sangat yakin jika ia tidak kehilangan memori ingatannya. Ia mengingat betul masa lalunya.


"Mas!"


Via meraih tangan Rahman meyakinkan lelaki itu agar bersedia.


"Baik!"


Setelah Rahman bersedia, Kyai Yusuf meminta Rahman untuk duduk tepat di hadapannya, dan Kyai Yusuf meraih telapak tangan Rahman.


Kyai Yusuf mulai memanjatkan doa-doa sesuai apa yang ia ketahui.


Kyai Yusuf merasakan begitu banyak sihir yang menerjang Rahman, dan sihir itu berpusat pada otaknya, membekukan sebagian ingatan dan mengontrolnya. Yang membuat Rahman kadang bertindak tidak sesuai hatinya.


Perlahan Rahman mulai merasakan pusing, sesak dan bahkan mual.


Sekuat tenaga ia menarik tangannya yang tengah digenggam oleh Kyai Yusuf, tapi itu, sia-sia karena Kyai Yusuf tidak melepaskannya.


Rasa sakit di tubuh Rahman semakin menjadi terutama di bagian kepalanya.


"Hentikan Pak, tolong lepaskan tangan saya."

__ADS_1


Rahman masih terus berusaha untuk menarik tangannya, bahkan lelaki itu sampai menggunakan tangan sebelahnya untuk menjauhkan tangan Kyai Yusuf. Namun dengan cepat Alvian menahannya.


"Sudah, kau diam saja, menurutlah jika ingin cepat sembuh."


"Tapi saya sedang tidak sakit apa-apa Mas."ujar Rahman, sedikit memberontak.


"Kau ini cerewet sekali,"kesal Alvian dan dia malah mencengkram kuat tangan Rahman.


Via dan Aminah hanya bisa menyaksikan dengan hati yang gelisah, terutama Via. Biar bagaimanapun juga ia masih memiliki rasa kekhawatiran yang sangat besar pada suaminya.


"Mari kita bantu Doa, agar yang Maha Kuasa memberi kemudahan untuk kita." Ujar Rohim, dan di balas anggukan oleh Via dan Aminah.


Mereka mengadahkan tangan, memohon pertolongan pada sang pemilik segala sesuatu yang ada di dunia ini.


❄️❄️❄️


Di tempat lain.


"Apa Tante yakin ini akan berhasil?"tanya Selvi yang meragukan ide Jubaidah.


"Tentu saja, tante sangat yakin, kalau Via akan datang ke kontrakan jika kita menggunakan Putri sebagai umpan, Via itu menyayangi Putri, dia tidak akan tinggal diam jika terjadi sesuatu pada Putri apalagi dengan kondisi Rohmah yang saat ini kurang baik, dia pasti akan semakin memperhatikan keponakannya, setelah sampai kontrakan nanti, kita lanjutkan rencana kedua. Membuat Via tidak sadarkan diri dan setelah itu kita bawa dia ke Rumah Mbah Gede, Tante minta kau harus sudah siap siaga dengan mobilmu agar memudahkan kita membawa Via tanpa diketahui oleh siapapun."


"Baik Tante, aku akan melakukan tugasku dengan sangat sempurna." Sahut Selvi dengan mantap.


Dan saat itu juga Jubaidah pulang ke Rumah, ia ingin meminta Rania menghubungi Via agar datang ke kontrakannya.


❄️❄️❄️


"Untuk apa menelpon Mbak Via, Bu! Bukankah Putri baik-baik saja, kita tidak boleh berbohong."


"Rania, akhir-akhir ini kau sering membangkang pada Ibu, dan selalu melakukan kesalahan jika Ibu memberi tugas."

__ADS_1


"Aku selalu menuruti apa yang Ibu katakan, tapi jika Ibu memintaku untuk berbohong soal keadaan Putri aku menolaknya, bagaimana jika putri benar-benar terkena musibah!"


Rania melayangkan protes keras, dan kali ini tidak mau mengindahkan perintah Jubaidah.


Bagaimana tidak!


Jubaidah meminta Rania untuk mengatakan pada Via jika Putri tertabrak motor ketika sedang bermain, dan meminta Via untuk datang ke kontrakan karena Putri tidak di bawa ke rumah sakit, terkendala soal biaya dan si penabrak tidak mau bertanggung jawab.


"Rania!"teriak Jubaidah, karena Rania tetep pada pendiriannya.


"Maaf Bu, kali ini akau tidak mau menuruti apa yang Ibu perintahkan, lagi pula untuk apa kita membohongi Mbk Via, apa Ibu merencanakan sesuatu?"


Pertanyaannya Rania membuat Jubaidah gugup, ia tidak boleh mengatakan apapun pada Rania soal rencananya dengan Selvi.


"Ibu hanya ingin Via datang ke sini, agar ia tau kondisi kita saat ini."


"Jika Ibu mengharapkan Mbak Via datang, Ibu bisa memintanya baik-baik, tidak perlu berbohong."


"Sudahlah! kau ini banyak omong, jika tidak mau ya sudah, tidak perlu kau berceramah seperti ini,"kesal Jubaidah.


karena ia gagal membujuk Rania, Jubaidah secara diam-diam mengambil Ponsel Rania, ketika gadis itu tengah berada di dalam kamar mandi, dengan cepat Jubaidah mengirim pesan pada Via.


Bersambung...


❄️❄️❄️❄️❄️


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Minta dukungannya ya🤗


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini 🙏

__ADS_1


Lope Banyak-banyak untuk semuanya.


__ADS_2